Cakrawala News – 14 September 2026 | Hasil Super League – Ivan Mamut cetak gol menit akhir, Persija bungkam Persib dalam laga pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Penyerang anyar Macan Kemayoran itu mencetak gol pada menit 90+5 lewat tandukan di depan gawang, memanfaatkan asis Stjepan Loncar, untuk memastikan kemenangan 2-1 atas Maung Bandung.
Kemenangan dramatis ini menjadi modal penting bagi Persija yang membuka musim dengan dua hasil positif beruntun. Sebelumnya, pasukan asuhan Shin Tae-yong menaklukkan Borneo FC 1-0 di Samarinda. Menariknya, Borneo dan Persib merupakan dua tim yang musim lalu gagal dikalahkan Persija.
Jalannya Pertandingan
Persija membuka keunggulan lebih dahulu melalui Alexander Jeremejeff pada menit ke-40. Keunggulan tuan rumah bertahan hingga turun minum. Namun, Persib yang berstatus juara bertahan musim lalu mampu menyamakan kedudukan lewat gol Balsa Sekulic pada menit ke-81.
Saat laga tampak akan berakhir imbang, Shin Tae-yong memasukkan Ivan Mamut pada pengujung pertandingan. Keputusan itu berbuah manis. Mamut, yang baru diumumkan sebagai pemain Persija dua hari sebelum pertandingan, muncul sebagai pembeda dan mencetak gol kemenangan pada masa tambahan waktu.
Pelatih asal Korea Selatan itu mengakui bahwa dirinya memang mengandalkan kemampuan penyelesaian akhir Mamut untuk situasi krusial. “Untuk Ivan Mamut, dia memang memiliki kemampuan dan finishing yang sangat baik. Karena itu, kami berharap dia bisa memberikan sesuatu ketika dimainkan di akhir pertandingan. Ternyata dia mampu menjawab kepercayaan tersebut,” kata Shin dalam jumpa pers seusai pertandingan, seperti diberitakan ANTARA.
Shin Tae-yong Apresiasi Kerja Keras Pemain
Shin menilai kemenangan atas Persib menjadi hasil penting bagi timnya pada awal kompetisi. Ia mengapresiasi kerja keras para pemain yang mampu mengatasi tekanan dalam pertandingan melawan tim yang berstatus juara musim lalu.
Menurut Shin, kepercayaan dari manajemen dan dukungan Jakmania membantu para pemain tampil sebagai satu kesatuan. “Dengan kepercayaan tersebut, para pemain juga bisa menjadi satu kesatuan sebagai satu tim. Ditambah dukungan dari Jakmania dan seluruh fans Jakarta, semuanya bisa bersatu,” ujarnya.
Shin juga melakukan perubahan di lini belakang setelah Rizky Ridho mengalami masalah pada kakinya sekitar 10 menit setelah babak kedua dimulai. Jordi Amat kemudian dimasukkan untuk menggantikannya.
Pelatih berusia itu menyadari Persija tidak selalu bisa mengendalikan pertandingan karena momentum dapat berubah, terlebih Persib memiliki kualitas sebagai salah satu tim kuat di kompetisi. Meski demikian, ia menilai permainan Persija saat menghadapi Persib menunjukkan perkembangan dibandingkan laga pembuka melawan Borneo FC, dengan lebih sedikit kesalahan operan dan lebih banyak peluang yang tercipta.
“Ke depannya, ketika mendapatkan peluang seperti itu lagi, kami harus bisa mencetak lebih banyak gol agar tim semakin percaya diri dan mendapatkan tenaga tambahan,” ujarnya.
Pujian Denis Kolinger dan Dukungan Jakmania
Bek tengah Persija, Denis Kolinger, meyakini timnya sangat layak keluar sebagai pemenang. Performa konsisten selama 90 menit menjadi kunci utama keberhasilan Macan Kemayoran membungkam Maung Bandung.
“Saya sangat bangga dengan staf dan rekan-rekan setim saya, serta para penggemar kami yang terus menyemangati kami sepanjang pertandingan, selama 90 menit penuh. Dan menurut saya, kami layak mendapatkan tiga poin hari ini,” kata Kolinger, dikutip dari Suara.com.
Peran penting Kolinger terasa lantaran bek asal Kroasia itu tampil penuh tanpa tergantikan dalam dua laga awal musim. Kehadirannya di benteng pertahanan sebelumnya juga membawa Persija mencuri kemenangan 1-0 di markas Borneo FC.
Atmosfer luar biasa terpancar di SUGBK saat 58.961 Jakmania hadir memenuhi tribun. Kolinger mengaku terkesan dengan energi tanpa henti yang disuntikkan para pendukung sepanjang pertandingan. “Seperti yang saya bilang, atmosfernya adalah bagian yang sangat penting, dan bisa dibilang, kami berjuang keras, kami berjuang bersama para penggemar yang terus memberikan dukungan tanpa henti. Dan ya, itu sangat penting,” ujarnya.
Catatan Sejarah dan Posisi Klasemen
Hasil positif ini memutus rekor kelam Persija yang tidak pernah menang atas Persib dalam kurun tiga tahun terakhir, tepatnya sejak 31 Maret 2023. Macan Kemayoran juga melanjutkan rekor tak terkalahkan oleh Persib di Jakarta sejak 1986, yang artinya bertahan 40 tahun.
Nilai historis laga makin terasa manis mengingat ini kali pertama Persija menjamu Persib di Jakarta setelah menanti tujuh tahun. Kemenangan ini juga disaksikan langsung oleh mantan penyerang Persija, Marko Simic, yang hadir di SUGBK untuk mendukung mantan tim yang dibelanya selama enam musim dalam dua periode berbeda.
Simic menyebut akhir pertandingan berjalan luar biasa. “Ending luar biasa, seperti di film,” katanya, dikutip dari BolaSkor.com.
Tambahan tiga angka mengantarkan Persija mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan melesat ke posisi kedua klasemen sementara BRI Super League. Posisinya hanya kalah selisih gol dari Madura United yang menduduki puncak klasemen usai membantai PSS Sleman 3-1.
Shin menyebut dua pertandingan awal tersebut menjadi ujian berat karena Borneo FC merupakan runner-up musim lalu, sementara Persib datang sebagai juara bertahan. “Kalau kami bisa melewati dua pertandingan pertama ini dengan baik, perjalanan kami di liga mungkin akan sedikit lebih mudah. Para pemain sudah bekerja sangat baik sehingga kami bisa mengalahkan tim peringkat kedua dan juara musim lalu,” kata Shin.
Ujian konsistensi skuad Macan Kemayoran akan kembali berlanjut pada laga kandang berikutnya. Persija dijadwalkan menjamu Java United di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu (19/9) mendatang.
Kemenangan atas Persib menegaskan bahwa start Persija bersama Shin Tae-yong memiliki konteks yang lebih besar ketimbang sekadar tambahan tiga poin. Dua kemenangan atas tim yang sebelumnya menjadi batu sandungan menjadi indikasi awal bahwa Macan Kemayoran serius membidik gelar musim ini. Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah apakah konsistensi itu bisa dijaga, terutama saat menghadapi tim-tim yang bermain lebih defensif di laga kandang.
