Cakrawala News – 13 September 2026 | Mauricio Pochettino minta trofi Chelsea diberikan ke Tottenham, aturan Liga Inggris berkata lain. Pelatih Timnas Amerika Serikat itu menilai Tottenham seharusnya dianugerahi gelar Premier League 2016/2017 yang diraih Chelsea, menyusul sanksi yang dijatuhkan kepada klub London barat tersebut atas pelanggaran aturan kompetisi pada periode 2011 hingga 2018.
Pernyataan itu disampaikan Pochettino setelah Chelsea mendapat hukuman dari Premier League. Pada Maret, Premier League mendenda Chelsea sebesar 10,75 juta pounds dan menjatuhkan larangan transfer akademi selama sembilan bulan.
Hukuman tersebut berkaitan dengan temuan adanya pembayaran dari pihak ketiga yang tidak diungkapkan kepada pemain, agen yang tidak terdaftar, dan pihak lainnya. Chelsea dinyatakan melanggar aturan karena tidak melaporkan pembayaran tersebut.
Meski demikian, Premier League menyimpulkan klub tidak akan melanggar aturan finansial jika seluruh pembayaran dimasukkan dalam laporan historis. Artinya, sanksi dijatuhkan karena persoalan pelaporan, bukan karena Chelsea terbukti melewati batas pengeluaran yang diizinkan.
Pochettino Soroti Persaingan Tottenham dan Chelsea
Pochettino menilai situasi tersebut membuat Tottenham dan Chelsea tidak berkompetisi dengan aturan yang sama pada musim 2016/2017. Saat itu, ia membawa Tottenham finis sebagai runner-up, tertinggal tujuh poin dari Chelsea asuhan Antonio Conte.
Chelsea menjadi juara setelah menjalani musim yang kuat di bawah arahan Conte. Tottenham tampil sebagai pesaing utama dan akhirnya finis di posisi kedua. Namun, sanksi yang diterima Chelsea atas pelanggaran aturan pada periode sebelumnya membuat Pochettino mempertanyakan status gelar tersebut.
Menurutnya, Tottenham layak menerima gelar setelah Chelsea dinyatakan melakukan pelanggaran. Ia bahkan berpendapat gelar Premier League semestinya diberikan kepada tim yang finis di posisi kedua.
“Kami seharusnya memenangkan satu gelar, satu Liga Inggris. Kami seharusnya dianugerahi gelar tersebut,” kata Pochettino.
“Mereka dihukum, mereka mengakuinya, jadi hanya itu? Gelar tersebut seharusnya diberikan kepada tim yang berada di posisi kedua,” lanjut Pochettino.
Pandangan Pochettino itu menegaskan bahwa ia tidak hanya mempersoalkan sanksi administratif yang diterima Chelsea, tetapi juga keabsahan hasil kompetisi musim tersebut. Baginya, pelanggaran yang terjadi pada periode 2011 hingga 2018 tetap memberi dampak pada persaingan yang ia jalani bersama Tottenham.
Aturan Liga Inggris Berkata Lain
Kendati Pochettino berharap gelar dialihkan kepada Tottenham, aturan Liga Inggris tidak mengatur mekanisme seperti itu. Sanksi yang dijatuhkan kepada Chelsea bersifat administratif dan finansial, bukan pencabutan gelar juara.
Premier League menjatuhkan denda dan larangan transfer akademi, bukan menghapus gelar yang sudah diraih di lapangan. Hingga kini, tidak ada indikasi bahwa gelar Premier League 2016/2017 akan dicabut dari Chelsea dan diberikan kepada Tottenham.
Dengan demikian, permintaan Pochettino lebih tepat dibaca sebagai kritik terhadap sistem penegakan aturan dan keadilan kompetisi, bukan sebagai keputusan resmi yang akan segera diambil oleh penyelenggara liga.
Perbedaan ini penting untuk dipahami pembaca. Sanksi terhadap Chelsea menyangkut pelanggaran pelaporan pembayaran yang terjadi pada periode 2011 hingga 2018. Sementara itu, gelar juara ditentukan oleh hasil pertandingan sepanjang musim 2016/2017.
Premier League juga menyimpulkan bahwa Chelsea tidak akan melanggar aturan finansial jika seluruh pembayaran dimasukkan dalam laporan historis. Kesimpulan itu memperkuat posisi bahwa hukuman yang dijatuhkan tidak menyentuh status gelar.
Dampak dan Hal yang Perlu Dicermati
Pernyataan Pochettino membuka kembali perdebatan lama tentang keadilan kompetisi di Premier League. Ia menilai Tottenham dirugikan karena bersaing dengan Chelsea yang, menurut temuan liga, melakukan pelanggaran aturan pada periode yang sama.
Namun, secara regulasi, tidak ada dasar yang memungkinkan pengalihan gelar hanya karena sanksi administratif dijatuhkan bertahun-tahun kemudian. Aturan Liga Inggris berkata lain, sehingga permintaan Pochettino belum tentu berujung pada perubahan status juara.
Yang perlu dicermati selanjutnya adalah apakah pernyataan Pochettino akan mendorong diskusi lebih luas mengenai mekanisme sanksi dan kemungkinan peninjauan kembali hasil kompetisi. Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Premier League maupun Chelsea yang menanggapi permintaan tersebut secara khusus.
Bagi Tottenham dan para pendukungnya, pernyataan Pochettino setidaknya menjadi penegasan bahwa rasa kecewa atas musim 2016/2017 belum sepenuhnya hilang. Namun, hingga ada keputusan resmi yang berbeda, gelar Premier League 2016/2017 tetap tercatat sebagai milik Chelsea.
Kasus ini menunjukkan bahwa sanksi administratif dan status gelar juara adalah dua hal yang berbeda dalam sistem kompetisi Liga Inggris. Selama aturan tidak mengatur pengalihan gelar, permintaan Pochettino akan tetap menjadi wacana, bukan perubahan resmi dalam sejarah Premier League.
