Cakrawala News – 06 Oktober 2026 | Hyundai Tucson generasi ke-5 akhirnya muncul, punya eksterior bak mobil konsep yang membuat banyak pengamat otomotif terkejut. SUV terlaris Hyundai ini diperkenalkan secara global di New York City, Amerika Serikat, membawa perubahan desain radikal melalui filosofi baru bernama Art of Steel. Peluncuran perdana dunia tersebut menegaskan posisi Tucson sebagai salah satu model paling penting bagi Hyundai, mengingat sejak debut pertamanya pada 2004, SUV ini telah mencatatkan penjualan kumulatif lebih dari 11,1 juta unit di seluruh dunia.
Hyundai dijadwalkan mulai menjual Tucson generasi terbaru di Korea Selatan pada akhir 2026, sebelum menyusul ke pasar-pasar lain pada 2027. Kehadiran model ini menjadi pembuka gelombang ofensif produk paling ambisius dalam sejarah perusahaan, yang mencakup rencana peluncuran lebih dari 100 model baru dan penyegaran secara global hingga tahun 2030.
Desain Art of Steel, Tampilan Bak Kendaraan Penjelajah
Perubahan paling mencolok pada Hyundai Tucson generasi ke-5 terletak pada desainnya. SUV ini mengusung bahasa desain Art of Steel yang menyoroti kekuatan struktural baja pada lekukan bodinya. Filosofi tersebut sebelumnya juga diterapkan pada Hyundai Elantra terbaru. Hasilnya, Tucson tampil lebih tegas dengan garis-garis bodi menyiku, permukaan yang lebih kaku, serta bentuk serba persegi yang membuatnya terlihat seperti kendaraan penjelajah bulan.
Proporsi kendaraan kini menjadi lebih panjang, lebih lebar, dan lebih tinggi dibandingkan generasi terdahulu. Untuk model long wheelbase, panjangnya mencapai 4.700 mm atau bertambah 60 mm, sementara jarak sumbu roda 2.785 mm atau bertambah 30 mm. Perubahan dimensi ini tidak hanya memberikan proporsi yang lebih gagah, tetapi juga memperluas ruang kabin bagi penumpang.
Sektor pencahayaan juga mengalami transformasi besar. Hyundai menerapkan teknologi H-Edge lighting di bagian depan yang memadukan lampu pusat tak langsung dengan lampu tepi arsitektural. Di bagian belakang, Prism Rear Lamps berbentuk skulptural 3D memberikan efek pencahayaan melayang yang presisi. Hyundai turut menyediakan opsi Micro Pixel Lighting (MPL) yang memanfaatkan 25.600 piksel LED individual untuk menghasilkan pola pencahayaan dinamis dan panduan berkendara saat hujan.
Pilihan Powertrain Lengkap, PHEV Jadi Andalan
Untuk sektor jantung pacu, Hyundai menawarkan beberapa pilihan powertrain. Konsumen dapat memilih mesin bensin konvensional 1,6 liter turbo dan 2,0 liter naturally aspirated. Namun, perhatian utama justru tertuju pada pilihan elektrifikasi yang terdiri dari Tucson Hybrid dan Tucson Plug-In Hybrid (PHEV).
Hyundai meningkatkan kemampuan motor listrik P2 pada Tucson PHEV menjadi 107 PS. Alhasil, tenaga gabungan sistem mencapai 292 PS dengan torsi maksimum 380 Nm. Tucson PHEV hanya tersedia dengan sistem penggerak semua roda atau AWD, dan diklaim mampu melesat dari 0-100 km/jam dalam 7,9 detik. Untuk menyuplai tenaga motor listrik, Tucson PHEV dibekali baterai 17,1 kWh dengan target jarak tempuh hingga 81 km hanya menggunakan tenaga listrik, meningkat sekitar 20 km dibandingkan generasi sebelumnya. Kemampuan pengisian daya AC juga ditingkatkan menjadi 7,2 kW.
Sementara itu, Tucson Hybrid standar menggabungkan mesin 1.6 liter turbo dengan motor listrik dan menghasilkan tenaga gabungan hingga 245 PS serta torsi 380 Nm. Untuk versi penggerak roda depan, akselerasi 0-100 km/jam diklaim mencapai 8,3 detik dengan konsumsi bahan bakar disebut bisa mencapai 17,4 km per liter.
Pilihan mesin bensin konvensional juga tetap tersedia. Hyundai menawarkan mesin 2.0 liter naturally aspirated dengan tenaga 150 PS dan torsi 192 Nm, serta mesin 1.6 liter turbo yang menghasilkan 193 PS dan torsi 265 Nm. Untuk pasar Eropa, mesin 1.6 liter turbo menghasilkan 150 PS dan 250 Nm ketika dipadukan dengan sistem mild hybrid 48 volt. Pilihan transmisinya menyesuaikan pasar, mulai manual hingga otomatis delapan percepatan.
Catatan Perbedaan Angka Spesifikasi
Perlu dicatat, terdapat sedikit perbedaan penyebutan angka performa Tucson PHEV antar sumber. Sebagian menyebut tenaga gabungan mencapai 292 PS dengan torsi 380 Nm, sementara sumber lain menyebut 288 hp dengan torsi maksimum 350 Nm. Demikian pula untuk Tucson Hybrid standar, output tenaga disebut berada di kisaran 233 hp hingga 242 hp tergantung konfigurasi yang digunakan. Perbedaan ini umumnya terkait dengan standar pengukuran tenaga yang digunakan di masing-masing pasar.
Yang jelas, kehadiran Hyundai Tucson generasi ke-5 akhirnya muncul, punya eksterior bak mobil konsep sekaligus membawa teknologi elektrifikasi yang lebih matang. Hyundai juga menyematkan sistem infotainment generasi baru Pleos Connect sebagai bagian dari pembaruan besar model ini.
Dengan kombinasi desain radikal, performa hybrid yang lebih tinggi, dan jarak tempuh listrik yang lebih jauh, Tucson terbaru menjadi sinyal kuat bagaimana Hyundai memposisikan diri di segmen SUV global. Pembaca yang menantikan kehadirannya di Indonesia perlu bersabar, karena model ini baru akan menyusul ke pasar lain pada 2027 setelah peluncuran di Korea Selatan akhir 2026.
