Hukum  

Inara Rusli dan Wardatina Mawa Saling Kirim Makanan, Insanul Fahmi Diminta Damai

Inara Rusli dan Wardatina Mawa Saling Kirim Makanan, Insanul Fahmi Diminta Damai
Inara Rusli dan Wardatina Mawa Saling Kirim Makanan, Insanul Fahmi Diminta Damai

Cakrawala News – 22 Oktober 2026 | Hubungan antara Inara Rusli dan Wardatina Mawa dikabarkan mulai mencair di tengah polemik dan proses hukum kasus dugaan perzinaan yang masih bergulir. Dalam perkembangan terbaru, Inara Rusli dan Wardatina Mawa saling kirim makanan di tengah polemik, Insanul Fahmi minta damai, sebuah isyarat bahwa ketegangan di antara pihak-pihak yang terlibat perlahan mengendur. Kisah saling berkirim makanan itu disampaikan langsung oleh Inara Rusli saat ditemui awak media di Polda Metro Jaya, belum lama ini.

Inara, mantan istri Virgoun, mengaku awalnya menerima kiriman cokelat dari Mawa. Kiriman tersebut kemudian ia balas dengan mengirimkan dimsum. Tak berhenti di situ, keduanya kembali bertukar makanan. Setelah Mawa mengirimkan kerupuk Bangka, Inara membalasnya dengan rendang.

“Kayak kemarin dikirimin cokelat, terus saya kirim balik dimsum, dan alhamdulillah beliau suka, dihabiskan. Kemudian kirim lagi kerupuk Bangka ke saya, saya kirim lagi eh rendang kemarin,” kata Inara kepada awak media.

Meski sudah saling berkirim makanan, Inara menegaskan dirinya belum berkomunikasi secara langsung dengan Mawa. Pengiriman tersebut dilakukan melalui Afnan, putra Mawa dan Insanul Fahmi. Inara juga menepis anggapan bahwa aksi tersebut sengaja direncanakan. Ia mengaku hanya merespons niat baik Mawa dan menilai saling memberi hadiah sebagai bentuk silaturahmi yang dianjurkan dalam agama.

“Nggak ada inisiatif siapa-siapa sih, cuman memang kebetulan waktu itu beliau ngirimin cokelat ke saya, ya saya terima dengan baik,” tuturnya.

Ajakan Berdamai dan Duduk Bertiga

Di tengah pusaran kasus dugaan perzinaan yang menyeret namanya, Inara Rusli memilih meredam keadaan. Ia mengungkap keinginannya untuk berdamai dan duduk bersama dengan Wardatina Mawa serta suami sirinya, Insanul Fahmi. Inara menegaskan sejak awal dirinya tak pernah berniat memperpanjang perseteruan dan berharap polemik ini diselesaikan secara dewasa melalui ruang dialog tatap muka.

“Sekali lagi saya tidak pernah berubah sedari awal sampai sekarang. Saya tetap mengharapkan untuk kami sama-sama bisa islah, berdamai, duduk bertiga, berbicara, ke depannya mau seperti apa,” kata Inara Rusli saat ditemui di Polda Metro Jaya.

Inara tak ingin perseteruan ini mengorbankan masa depan dan mental anak-anak. Ia pun meminta semua pihak menurunkan ego masing-masing agar anak-anak tetap mendapat kasih sayang yang utuh dari mereka sebagai orang tua. Harapan itu sejalan dengan permintaan Insanul Fahmi agar semua pihak memilih jalan damai.

Klarifikasi soal Percakapan Poligami

Dalam kesempatan yang sama, Inara mengungkap percakapan lamanya dengan Wardatina Mawa yang membahas kemungkinan poligami dengan Insanul Fahmi. Ia memperlihatkan tangkapan layar percakapan itu di Polda Metro Jaya. Menurut Inara, pesan tersebut menjadi bagian dari klarifikasi atas tudingan yang menyebut dirinya menyindir kondisi kesehatan mental Mawa.

Dalam percakapan itu, Mawa disebut sempat menanyakan kesiapan Inara menjadi istri kedua sekaligus konsekuensi yang harus dihadapi. Mawa juga menyinggung konsekuensi poligami, mulai dari berbagi cinta, waktu, dan perhatian hingga menghadapi kemungkinan kesulitan dalam rumah tangga. Mawa mempertanyakan kesediaan Inara menerima kekurangan Insanul apabila kelak menjadi istri kedua.

“Kak maaf mau nanya satu hal lagi, sebelum memutuskan untuk kebaikan rumah tangga kami. Pertanyaannya, kalau kami wallahualam bakalan pisah, Kakak bakalan masuk di kehidupan kami dan siap menerima kekurangannya Saudara Fahmi?” ujar Inara membacakan pesan Mawa.

Mawa kemudian disebut menanyakan kesiapan Inara menghadapi kehidupan sebagai istri kedua, termasuk berbagai konsekuensi yang mungkin muncul setelah keputusan tersebut diambil.

Proses Hukum Masih Berjalan

Perkembangan hubungan yang menghangat ini terjadi di tengah proses hukum kasus dugaan perzinaan yang masih berjalan. Inara sendiri menyampaikan sejumlah keterangan kepada penyidik di Polda Metro Jaya. Sampai kini, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan maupun kelanjutan status hukum perkara tersebut.

Meski begitu, sinyal perdamaian yang disampaikan Inara menjadi sorotan publik. Saling berkirim makanan dinilai sebagai bentuk komunikasi tidak langsung yang lebih cair dibanding pernyataan melalui media. Namun, Inara menegaskan bahwa dirinya dan Mawa belum menjalin komunikasi langsung, sehingga proses perdamaian yang ia harapkan belum sepenuhnya terwujud.

Ke depan, publik menantikan apakah ajakan islah dan duduk bertiga bersama Insanul Fahmi benar-benar terwujud. Yang terpenting, menurut Inara, kepentingan anak-anak tetap menjadi prioritas utama di tengah polemik yang masih bergulir.

Exit mobile version