Hukum  

Ruben Onsu Laporkan Sarwendah ke Polisi, Tegaskan Tak Bisa Lagi Diam

Ruben Onsu Laporkan Sarwendah ke Polisi, Tegaskan Tak Bisa Lagi Diam
Ruben Onsu Laporkan Sarwendah ke Polisi, Tegaskan Tak Bisa Lagi Diam

Cakrawala News – 21 Oktober 2026 | Presenter Ruben Onsu akhirnya angkat bicara setelah panggilan video pribadinya diunggah ke media sosial. Dalam siaran langsung di akun media sosial pribadinya, Ruben menegaskan sikapnya yang selama ini menahan diri tidak lagi bisa dipertahankan. “Ruben Onsu: Saya selama ini diam, tetapi saya harus luruskan karena terlalu zalim,” ujarnya seperti dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi.

Pernyataan tersebut menjadi titik balik dari polemik yang berkembang antara Ruben dan mantan istrinya, Sarwendah. Ruben pun melaporkan Sarwendah ke polisi terkait unggahan video tersebut. Laporan dibuat pada Minggu, 11 Oktober, ke Polda Metro Jaya dengan dugaan pencemaran nama baik.

Menurut Ruben, langkah hukum itu bukan tanpa alasan. Ia mengaku selama ini berusaha menahan diri agar perseteruannya dengan Sarwendah tidak makin melebar. Namun, ia menilai pengunggahan video tersebut telah berdampak pada harga dirinya, terutama di hadapan anak-anak.

Alasan di Balik Laporan Polisi

Ruben menjelaskan, persoalan yang awalnya berkaitan dengan prosesi dan hak asuh anak kini berkembang ke berbagai arah. Ia menyebut laporan polisi sebagai salah satu cara untuk menjaga harga dirinya di mata anak-anak dan teman-teman mereka.

“Kenapa bikin laporan? Cuma ini hal yang bisa saya lakukan untuk menjaga harga diri saya di mata anak saya,” kata Ruben, seperti dikutip dari JawaPos.com.

Bagi Ruben, persoalan ini bukan hanya menyangkut dirinya secara individu. Ia ingin anak-anaknya tetap memiliki pandangan yang baik terhadap sosok ayahnya di tengah situasi yang ramai menjadi sorotan publik. Karena itu, ia merasa perlu mengambil sikap tegas agar polemik tidak terus berlarut-larut.

Pernyataan “Ruben Onsu: Saya selama ini diam, tetapi saya harus luruskan karena terlalu zalim” juga menjadi penegasan bahwa ia merasa batas kesabarannya telah terlampaui. Ruben menilai apa yang terjadi sudah keterlaluan dan tidak bisa dibiarkan tanpa klarifikasi.

Tanggapan soal Keaslian Video

Dalam kesempatan yang sama, Ruben juga menanggapi perdebatan mengenai keaslian video yang beredar. Ia meminta publik menilai rekaman tersebut secara langsung, tanpa perlu berspekulasi berlebihan.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan laporan tersebut. Sarwendah juga belum memberikan pernyataan yang dipublikasikan terkait laporan yang dilayangkan Ruben. Karena itu, status perkara masih sebatas laporan yang diterima pihak berwenang, dan belum ada penetapan status hukum terhadap pihak mana pun.

Kisah Adopsi Thayaka di Tengah Konflik

Di tengah situasi yang memanas, Ruben justru membagikan cerita personal tentang keputusannya mengadopsi seorang bayi laki-laki bernama Thayaka Putra Onsu. Thayaka kini menjadi anak keempat Ruben setelah Betrand Peto, Thalia, dan Thania Onsu.

Melalui kanal YouTube Just Ruben, ia bersama aktivis sosial Melanie Subono menceritakan awal pertemuannya dengan Thayaka. Saat itu, Ruben sedang berbincang dengan Melanie untuk membahas kerja sama. Di tengah pertemuan, ia mengetahui ada bayi yang ditemukan oleh tim Rumah Harapan milik Melanie dalam kondisi membutuhkan pertolongan segera.

Bayi tersebut ditemukan di dalam kardus dan tubuhnya dikerubungi semut. Mendengar cerita itu, Ruben mengaku sempat mengira bayi tersebut sudah meninggal. Ia pun meminta agar bayi itu segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Dia di dalam kondisi yang menurutku kurang baik gitu, di dalam satu kardus dan itu disemutin gitu. Ya saya pikir, saya pikir itu sudah meninggal. Jadi saya pikir ya, itu saya pikir. Makanya saya bilang, ‘Ya diurus saja di rumah sakit’,” cerita Ruben.

Setelah mendapatkan perawatan, kondisi bayi tersebut berangsur membaik. Ruben kemudian terus mengikuti perkembangannya hingga muncul keinginan untuk memberikan pengasuhan dan kehidupan yang lebih baik.

Ia mengaku sempat berdoa saat umrah agar diberikan anak yang dapat mendoakannya kelak. Ruben menyadari dirinya berbeda keyakinan dengan kedua putrinya. Menurut ceritanya, 14 hari setelah kembali dari perjalanan umrah, ia akhirnya bertemu langsung dengan Thayaka.

Keputusan mengasuh Thayaka tidak diambil begitu saja. Ruben mengaku lebih dulu meminta petunjuk kepada Tuhan melalui salat malam sebelum memantapkan hati. Ia juga menyebut keputusan itu diambil di tengah situasi memperjuangkan hak asuh anak.

Dua Persoalan yang Saling Berkaitan

Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan bagaimana persoalan hukum dan urusan keluarga Ruben Onsu berjalan beriringan. Di satu sisi, ia menempuh jalur hukum untuk merespons unggahan video yang dinilai merugikan harga dirinya. Di sisi lain, ia membuka cerita personal tentang keputusan mengadopsi Thayaka.

Pernyataan “Ruben Onsu: Saya selama ini diam, tetapi saya harus luruskan karena terlalu zalim” menegaskan posisinya bahwa klarifikasi publik dan langkah hukum menjadi cara yang ia pilih untuk membela diri. Publik pun menantikan kelanjutan proses hukum atas laporan tersebut, termasuk keterangan dari pihak-pihak terkait.

Yang perlu dicermati ke depan adalah bagaimana kepolisian menangani laporan dugaan pencemaran nama baik itu dan apakah akan ada klarifikasi lanjutan dari Sarwendah. Sejauh ini, kedua pihak belum memberikan keterangan resmi yang dapat dijadikan rujukan bersama, sehingga dinamika perkara masih terbuka untuk berkembang.

Exit mobile version