Energi  

Infrastruktur Vital Diserang, Arab Saudi Janjikan Respons Setimpal

Infrastruktur Vital Diserang, Arab Saudi Janjikan Respons Setimpal
Infrastruktur Vital Diserang, Arab Saudi Janjikan Respons Setimpal

Cakrawala News – 20 Oktober 2026 | Infrastruktur vital diserang, Arab Saudi janjikan respons setimpal menyusul rangkaian serangan yang menyasar bandara dan fasilitas minyak-gas di wilayah kerajaan. Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman pada Senin (12/10/2026) menegaskan bahwa ketahanan nasional negaranya tengah diuji akibat meningkatnya konflik Yaman yang memperuncing ketegangan antara koalisi pimpinan Saudi dan milisi Houthi.

Serangan beruntun berlangsung pada 8-11 Oktober 2026 dan menewaskan sedikitnya 18 orang serta melukai 309 lainnya. Insiden itu menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Bandara Internasional King Fahd di Dammam, serta dua fasilitas minyak dan gas. Houthi mengaku bertanggung jawab, sementara koalisi Saudi menyebut aksi tersebut sebagai kejahatan perang.

Kronologi Serangan Beruntun

Serangan pertama terjadi pada Kamis (8/10/2026), ketika dua insiden menghantam kawasan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh hingga merusak pesawat yang sedang berada di darat. Peristiwa itu menewaskan tiga warga setempat, termasuk seorang pilot Saudia.

Serangan berikutnya mengenai Terminal 3 pada Sabtu (10/10/2026). Otoritas Umum Penerbangan Sipil mencatat insiden di terminal tersebut menewaskan 13 orang dan melukai 309 lainnya.

Pada Minggu (11/10/2026), sebuah proyektil merusak Terminal 4 Bandara Internasional King Khalid dan menewaskan seorang warga Pakistan. Pada malam yang sama, Bandara Internasional King Fahd di Dammam juga menjadi sasaran, tetapi insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Di tengah rangkaian serangan itu, koalisi berhasil mencegat rudal balistik yang mengarah ke Khamis Mushait serta pesawat tanpa awak di Provinsi Timur. Update pada Rabu (14/10/2026) menyebut sebuah gedung administrasi milik Aramco di Dhahran, wilayah timur Arab Saudi, terkena serangan pada Selasa malam dan memicu kebakaran, tanpa korban luka maupun jiwa. Badan pertahanan sipil Saudi juga melaporkan empat orang di Riyadh terluka akibat serpihan rudal Houthi yang berhasil dicegat militer, dengan 15 rumah mengalami kerusakan.

Klaim Houthi dan Bantahan Koalisi

Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, mengakui kelompoknya berada di balik serangan terhadap Riyadh, Dammam, serta dua fasilitas minyak dan gas. Ia menyebut operasi tersebut sebagai balasan atas 124 serangan udara Saudi dan meminta maskapai menghindari seluruh bandara di kawasan itu, kecuali penerbangan untuk keperluan ibadah ke Mekkah dan Madinah.

Koalisi pimpinan Saudi menolak klaim tersebut dan menyebut aksi Houthi sebagai kejahatan perang. Koalisi juga mengklaim berupaya menekan pasukan kelompok tersebut di sekitar Selat Bab al-Mandab, meskipun Houthi membantah klaim pergerakan itu.

Sebagai tanggapan atas serangan paling mematikan di wilayah kerajaan dalam beberapa tahun terakhir, koalisi Arab Saudi pada Selasa menyerang sejumlah fasilitas minyak di wilayah barat Yaman. Serangan di Sanaa, serta provinsi Dhamar dan Saada, menyasar fasilitas yang disebut digunakan Houthi untuk mendukung upaya perang dan mengancam wilayah selatan Laut Merah beserta jalur pelayaran.

Peringatan Menteri Energi Saudi

Pangeran Abdulaziz bin Salman menyampaikan pernyataan pemerintah dalam Kongres Energi Dewan Perminyakan Dunia atau World Petroleum Congress (WPC) di Riyadh, sekitar 10 kilometer dari titik ledakan. Ia mengapresiasi keberanian para peserta yang tetap menghadiri forum internasional itu dan menekankan pentingnya penanganan serius terhadap keamanan energi global.

Dalam pidatonya, Salman menyoroti pentingnya membangun ketahanan sebelum krisis terjadi. Ia menyatakan keadaan ini telah menguji infrastruktur, institusi, rakyat, dan ketahanan Arab Saudi, termasuk keputusan yang dibuat jauh sebelum krisis saat ini.

Salman meminta masyarakat tidak panik dan menyatakan pemerintah menjamin perlindungan penuh bagi seluruh tamu asing. Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan masyarakat setempat menghadapi krisis tersebut.

Dampak ke Yaman dan Reaksi Internasional

Dampak konflik menjangkau Yaman. Kementerian Kesehatan yang dikelola Houthi melaporkan melalui platform X bahwa serangan di Sanaa menewaskan seorang anak. Insiden itu memicu reaksi sejumlah tokoh internasional, termasuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang mengaku sangat terkejut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tengah mempertimbangkan keterlibatan, serta pemerintah Iran yang menyampaikan keprihatinan mendalam.

Analis keamanan dari Universitas Ottawa, Thomas Juneau, menilai sistem pertahanan udara Arab Saudi telah berhasil mengantisipasi sebagian besar ancaman. Meski demikian, luasnya wilayah yang harus dilindungi menjadi kendala untuk menjamin keamanan secara menyeluruh. Seorang jurnalis Agence France-Presse (AFP) turut mengonfirmasi suara ledakan keras di Riyadh, sementara seorang warga Al-Aarid melaporkan rumahnya berguncang akibat dentuman tersebut.

Latar Belakang Konflik dengan Houthi

Houthi adalah gerakan militer, politik, dan keagamaan yang menguasai sebagian besar wilayah barat laut Yaman. Kelompok ini muncul di ujung utara Yaman pada 1990-an sebagai gerakan kebangkitan sekte Zaydi Islam Syiah di wilayah miskin dan terpinggirkan, lalu melancarkan perang gerilya melawan tentara nasional Yaman.

Dengan dukungan Iran, pemimpin kelompok Abdul Malik al-Houthi mengubah faksi pejuang gunungnya menjadi kekuatan beranggotakan puluhan ribu orang. Pada 2014, mereka merebut ibu kota Sanaa dan mendorong pemerintah yang diakui secara internasional ke selatan menuju Aden. Kelompok ini juga dikenal mengganggu pasar perdagangan dan energi global melalui serangan terhadap kapal kargo dan tanker di Laut Merah.

Rangkaian serangan terbaru menunjukkan bahwa infrastruktur vital diserang, Arab Saudi janjikan respons setimpal, dan eskalasi belum menunjukkan tanda mereda. Perhatian kini tertuju pada langkah diplomatik maupun militer yang akan diambil koalisi, serta dampaknya terhadap keamanan energi global dan jalur pelayaran di kawasan.

Exit mobile version