Cakrawala News – 15 Oktober 2026 | Profil dan harta Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri, minta maaf terkait BBM langka di Bali menjadi sorotan publik setelah antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Pulau Dewata. Simon menyampaikan permohonan maaf secara langsung seusai menggelar rapat tertutup bersama Gubernur Bali Wayan Koster di Ruang Rapat Pertamina Fuel Terminal Sanggaran, Pedungan, Denpasar, Selasa (13/10). Permintaan maaf itu disampaikan di tengah upaya perusahaan mempercepat pemulihan distribusi bahan bakar bersubsidi, terutama Pertalite, yang sempat terganggu akibat keterlambatan bongkar muat kapal tanker.
“Atas nama PT Pertamina (Persero), saya selaku Direktur Utama menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, khususnya bagi warga Bali atas kejadian antrean yang beberapa hari ini kita alami bersama, khususnya di SPBU-SPBU yang berada di wilayah Bali,” ujar Simon, seperti dikutip dari pemberitaan Balipost.
Ia menegaskan kendala operasional yang terjadi tidak dapat dijadikan pembenaran atas terganggunya pelayanan kepada masyarakat. Menurut Simon, hal terpenting adalah memastikan pelayanan bagi masyarakat kembali normal secepat mungkin.
Penyebab Kelangkaan BBM di Bali
Simon menjelaskan, salah satu penyebab utama gangguan pasokan adalah kendala yang dialami kapal saat akan melakukan pembongkaran kargo BBM. Kapal tersebut mengalami kesulitan di anchor atau jangkarnya sehingga jadwal bongkar muat yang semula direncanakan sekitar pukul 06.30 Wita mundur hingga sekitar pukul 22.00 Wita.
Keterlambatan sekitar 15 jam 30 menit itu berdampak pada waktu distribusi BBM yang telah direncanakan. Selain kendala teknis kapal, lonjakan permintaan masyarakat, terutama untuk Pertalite, turut memperparah kondisi ketersediaan BBM di wilayah tersebut.
Kelangkaan tidak hanya terjadi di Bali. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menjelaskan penyesuaian pola distribusi rantai pasok turut memengaruhi ketersediaan BBM di Malang Raya. Meski penyebabnya berbeda di setiap daerah, kelancaran pengiriman dan tingginya kebutuhan masyarakat menjadi perhatian penting dalam menjaga ketersediaan Pertalite.
Langkah Penanganan Pertamina
Sebagai langkah penanganan, Pertamina mempercepat distribusi BBM dari depo ke SPBU, meningkatkan pasokan melalui kapal, memperpanjang jam operasional SPBU menjadi 24 jam di wilayah Denpasar dan Badung, serta menambah tenaga operator untuk mempercepat pelayanan. Perluasan pelayanan serupa direncanakan menyusul di kawasan Tabanan dan Gianyar dalam satu hingga dua hari ke depan.
Seusai rapat, jajaran Pertamina juga dijadwalkan meninjau lokasi kapal tanker yang bersandar untuk memastikan penanganan pasokan berjalan optimal. Upaya pertama dilakukan dengan meningkatkan pasokan melalui kapal-kapal yang melayani kebutuhan BBM di Bali.
Profil dan Harta Kekayaan Simon Aloysius Mantiri
Simon Aloysius Mantiri lahir di Tomohon, Sulawesi Utara, pada 3 Oktober 1979. Ia merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara sebelum melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB) dan menyelesaikan sarjana di jurusan Teknik Kelautan pada 2003. Ia kemudian meraih gelar MBA dari School of Business and Management ITB.
Pada 2023, Simon mengikuti program Rising Public Leaders di Blavatnik School of Government, University of Oxford, serta pernah menempuh pendidikan eksekutif di Tsinghua University, China. Setelah lulus dari ITB, ia memulai karier sebagai engineer di China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) dan terlibat dalam berbagai proyek industri migas seperti eksplorasi, eksekusi, dan manajemen migas.
Simon diangkat resmi menjadi Direktur Utama Pertamina sejak 4 November 2024 melalui putusan Rapat Umum Pemegang Saham oleh Menteri BUMN Erick Thohir dengan nomor surat SK-258/MBU/11/2024, menggantikan Nicke Widyawati. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina sejak Juni 2024.
Di balik posisinya sebagai pimpinan perusahaan energi milik negara, harta kekayaan Simon tercatat mencapai Rp 42,29 miliar. Angka tersebut menjadi bagian dari profil dan harta Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri, minta maaf terkait BBM langka di Bali yang ramai diperbincangkan publik.
Isu Kursi Menteri ESDM
Nama Simon juga sempat dikaitkan dengan kabar akan dilantik menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
“Reshuffle itu hak prerogatif Bapak Presiden,” ujar Bahlil ketika ditemui setelah acara Bantuan Pasang Baru Listrik di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10).
Bahlil yang saat ini merangkap sebagai Menteri ESDM menyatakan akan menyerahkan keputusan tersebut kepada presiden. Ketika disinggung mengenai kabar Simon yang akan dilantik menjadi Menteri ESDM, ia mengaku tidak mengetahui informasi itu. Pada Kamis (1/10), Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Bahlil sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang merangkap Menteri ESDM.
Kabar mengenai kursi menteri tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Publik perlu menunggu keputusan resmi dari Presiden sebelum menyimpulkan lebih jauh.
Yang Perlu Diperhatikan ke Depan
Permintaan maaf dan sejumlah langkah percepatan distribusi menjadi penanda bahwa persoalan pasokan BBM bersubsidi masih menjadi tantangan tersendiri bagi Pertamina. Bagi masyarakat Bali dan Malang Raya, kelancaran pasokan Pertalite dalam beberapa hari ke depan akan menjadi indikator apakah penanganan yang dilakukan berjalan efektif.
Profil dan harta Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri, minta maaf terkait BBM langka di Bali juga menunjukkan bagaimana tekanan publik terhadap kinerja perusahaan energi negara semakin besar. Ke depan, transparansi mengenai penyebab gangguan pasokan, jadwal pemulihan, serta kesiapan infrastruktur distribusi akan menjadi hal yang dinanti masyarakat dan pelaku usaha yang bergantung pada ketersediaan bahan bakar.
