Cakrawala News – 07 Oktober 2026 | Insiden bocah tenggelam saat main di Dramaga Bogor bukan kali pertama, orang tua diminta awas. Dua anak berusia 3,5 tahun dan 5 tahun ditemukan mengapung di sebuah kolam ikan di Dramaga, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (4/10) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Keduanya dinyatakan telah meninggal dunia dan kini telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa kawasan permainan anak di sekitar kolam ikan perlu mendapat pengawasan serius dari orang tua.
Kapolsek Dramaga, Iptu Agripinus Motani Zalukhu, membenarkan kejadian tersebut. Menurut keterangannya, korban adalah anak berusia 3,5 tahun berinisial R dan anak berusia 5 tahun berinisial A.
“Betul, kejadiannya kemarin sore. Korban meninggal anak usia 3,5 tahun inisial R, kemudian yang satu inisialnya A usianya 5 tahun,” kata Zalukhu saat dimintai konfirmasi, Senin (5/10/2026).
Zalukhu menjelaskan, jasad kedua korban ditemukan warga dalam kondisi mengambang di kolam ikan. Sebelumnya, kedua anak tersebut sempat dicari-cari oleh orang tuanya karena tak kunjung pulang hingga sore hari.
“Setelah dicari-cari oleh orang tua kedua anak tersebut, ditemukan dua anak tersebut sudah mengapung di kolam ikan,” ujar Zalukhu.
Ia menambahkan, peristiwa itu terjadi ketika kedua anak kecil sedang bermain di kolam ikan lalu tenggelam. Jasad keduanya sempat dibawa ke rumah sakit, namun tim dokter menyatakan mereka sudah meninggal dunia.
“Dua anak kecil tersebut sudah diduga meninggal di tempat. Karena penasaran, korban anak kecil tersebut dibawa oleh orang tua ke Rumah Sakit Medika. Setelah diketahui meninggal dunia, dua korban anak kecil tersebut dibawa ke rumah masing-masing dan dimakamkan,” jelas Zalukhu.
Kronologi dan Respons Aparat
Berdasarkan keterangan kepolisian, kronologi bermula saat kedua anak bermain di sekitar kolam ikan pada Minggu sore. Karena merasa anaknya tak kunjung pulang, orang tua mulai mencari ke sekitar lokasi. Pencarian berakhir tragis ketika warga menemukan kedua bocah mengambang di kolam.
Pihak kepolisian menyatakan kedua korban diduga meninggal di tempat sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit. Setelah dinyatakan meninggal, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai langkah lanjutan dari aparat terkait insiden ini.
Peristiwa di Dramaga ini menambah daftar panjang kecelakaan yang melibatkan anak-anak di wilayah Bogor dan sekitarnya. Insiden bocah tenggelam saat main di Dramaga Bogor bukan kali pertama, orang tua diminta awas, terutama karena kolam ikan dan genangan air kerap berada dekat dengan area permainan anak tanpa pengamanan memadai.
Kecelakaan Lain di Bogor pada Hari yang Sama
Pada hari yang sama, Senin (5/10/2026) dini hari, sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Narogong, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Kecelakaan melibatkan motor roda tiga dengan dump truck dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta lima lainnya luka-luka.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Arif Rahman, menyatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.45 WIB. Korban terdiri dari pengemudi dan penumpang motor roda tiga. Kendaraan yang terlibat adalah motor roda tiga F-3053-FJF dengan dump truck B-9657-SO.
“Korban laka dua orang meninggal dunia, satu luka berat, dan empat luka ringan,” kata Arif Rahman, Senin (5/10).
Anggota Subnit Laka Cileungsi, Aipda Jaja, mengungkapkan bahwa tujuh orang yang menaiki motor roda tiga tersebut merupakan rombongan remaja yang tengah dalam perjalanan pulang menuju Pondok Rangon, Jakarta Timur. Mereka sempat membeli mi di kawasan Cibubur sebelum kembali ke Jakarta.
“Jadi mereka naik satu kendaraan itu, motor yang tiga roda yang semacam Viar itu loh, yang ada bak belakangnya,” kata Jaja.
Jaja menyebut para korban masih berusia remaja dan saling berteman, bukan satu keluarga. Ada yang berusia 16 tahun dan 15 tahun. Ia menegaskan rombongan tersebut bukan sedang berwisata, melainkan hendak pulang setelah membeli mi di dekat Citra Grand Cibubur.
Keselamatan Anak dan Pengawasan Orang Tua
Deretan peristiwa ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap anak, baik di ruang bermain maupun di jalan raya. Kolam ikan yang berada di sekitar permukiman, tanpa pagar atau penutup, menjadi lokasi berisiko tinggi bagi anak usia balita yang belum memahami bahaya air.
Kepolisian mengimbau agar orang tua lebih waspada terhadap keberadaan anak, terutama saat bermain di luar rumah. Insiden bocah tenggelam saat main di Dramaga Bogor bukan kali pertama, orang tua diminta awas, sehingga langkah pencegahan seperti memastikan lokasi bermain aman dan mengawasi anak secara langsung menjadi krusial.
Dari sisi lalu lintas, kecelakaan di Cileungsi juga menjadi peringatan tentang bahaya mengangkut banyak penumpang dengan kendaraan yang tidak dirancang untuk itu. Motor roda tiga dengan bak belakang seharusnya tidak digunakan untuk mengangkut tujuh orang sekaligus, terlebih saat melintasi jalan raya yang ramai.
Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga kedua korban tenggelam telah memakamkan jenazah. Masyarakat diharapkan dapat mengambil pelajaran dari dua peristiwa yang terjadi dalam waktu berdekatan di wilayah Bogor tersebut. Pengawasan orang tua, keamanan area bermain, dan kepatuhan berlalu lintas menjadi tiga hal yang perlu terus diperhatikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
