Istana Buckingham Bantah Klaim Adik Putri Diana soal Raja Charles III

Cakrawala News – 26 September 2026 | Adik Putri Diana ungkap alasan tak percaya sang kakak dibunuh dalam buku terbarunya yang berjudul “Swan Song: Diana, My Sister”. Klaim Charles Spencer, Earl Spencer ke-9, itu dibantah tegas oleh Istana Buckingham. Melalui pernyataan resmi pada Rabu (16/9/2026), istana menyebut bahwa duka akibat kehilangan saudara dapat mengaburkan nalar, memengaruhi penilaian, dan mengubah ingatan seseorang. Bantahan ini menjadi babak terbaru dari perseteruan panjang antara keluarga Spencer dan pihak kerajaan yang seolah tak pernah benar-benar sembuh.

Dalam buku tersebut, Charles Spencer mengenang kembali hari-hari penuh trauma setelah Diana tewas dalam kecelakaan mobil di Paris pada 1997 dalam usia 36 tahun. Ia mengaku sempat berselisih dengan Raja Charles III, yang saat itu masih bergelar Pangeran Charles, mengenai rencana istana agar Pangeran William dan Pangeran Harry berjalan di belakang peti jenazah ibu mereka dalam prosesi pemakaman. William ketika itu berusia 15 tahun, sedangkan Harry 12 tahun.

Earl Spencer mengatakan kepada Charles bahwa Diana tidak akan menginginkan kedua putranya menjalani pengalaman berat tersebut. Menurut Earl Spencer, Charles kemudian menjawab, “Tenang saja, kita akan segera melupakannya.” Pernyataan itu menjadi salah satu klaim paling kontroversial dalam buku tersebut.

Earl Spencer juga menuduh Charles memandang rendah mantan istrinya dan terdengar “sangat gembira” setelah Diana meninggal. Sejumlah cuplikan buku Spencer dimuat tabloid Inggris Daily Mail menjelang penerbitannya pekan depan. Klaim-klaim itu memicu reaksi keras dari pihak istana yang jarang menanggapi buku secara terbuka.

Bantahan Tegas Istana Buckingham

Menanggapi klaim dalam buku tersebut, Istana Buckingham mengeluarkan pernyataan pada Rabu (16/9/2026). “Meski pada prinsipnya kami tidak mengomentari buku, Yang Mulia memahami bahwa duka akibat kehilangan saudara dapat mengaburkan nalar, memengaruhi penilaian, dan memengaruhi ingatan seseorang dengan cara yang mungkin tidak disadari orang lain, bahkan bertahun-tahun setelah kehilangan itu,” demikian pernyataan Istana Buckingham seperti dilaporkan Associated Press.

Ingrid Seward, pemimpin redaksi Majesty Magazine, menilai pernyataan istana itu sangat keras. Menurutnya, istana jarang menanggapi buku secara langsung, sehingga pernyataan tersebut menunjukkan bahwa klaim Earl Spencer dianggap serius. Adik Putri Diana ungkap alasan tak percaya sang kakak dibunuh melalui buku itu, namun pihak istana memilih merespons dengan menyoroti dampak duka terhadap ingatan seseorang.

Pernyataan istana tidak secara eksplisit membantah peristiwa tertentu yang disebut Earl Spencer. Istana memilih menekankan bahwa kesedihan mendalam dapat memengaruhi cara seseorang mengingat dan menilai peristiwa, bahkan bertahun-tahun setelah kejadian. Pendekatan itu dinilai sebagai cara halus untuk meragukan akurasi ingatan Earl Spencer tanpa harus berdebat secara terbuka mengenai detail peristiwa tahun 1997.

Luka Lama yang Tak Pernah Sembuh

Buku “Swan Song: Diana, My Sister” dijadwalkan terbit pekan depan. Cuplikan yang beredar lebih dulu di Daily Mail telah memicu perhatian luas, terutama karena menyentuh momen paling sensitif dalam sejarah keluarga kerajaan Inggris, yakni kematian Diana dan prosesi pemakamannya. Prosesi pemakaman Diana pada 6 September 1997 menjadi salah satu momen paling dikenang publik, ketika Pangeran Philip, Pangeran William, Earl Spencer, Pangeran Harry, dan Pangeran Charles berjalan di luar Westminster Abbey.

Perselisihan mengenai keputusan agar kedua putra Diana berjalan di belakang peti jenazah ibu mereka memang telah lama menjadi sorotan. Earl Spencer dalam bukunya mengungkapkan keberatannya saat itu. Ia menilai pengalaman tersebut terlalu berat bagi anak-anak yang baru kehilangan ibu mereka. Namun, pihak istana saat itu memutuskan hal berbeda.

Melalui buku terbarunya, adik Putri Diana seolah menegaskan satu hal: luka lama antara keluarganya dan pihak istana tidak pernah benar-benar sembuh. Klaim tentang perkataan Charles dan sikapnya setelah Diana meninggal menjadi bagian dari narasi yang mencoba menggambarkan hubungan yang penuh ketegangan di balik layar kerajaan.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Raja Charles III secara pribadi maupun dari Pangeran William dan Pangeran Harry mengenai isi buku tersebut. Penerbitan buku pekan depan diperkirakan akan kembali memantik diskusi publik tentang bagaimana keluarga kerajaan menangani masa-masa sulit setelah kepergian Diana. Adik Putri Diana ungkap alasan tak percaya sang kakak dibunuh dalam narasi yang menyoroti perselisihan keluarga, dan bantahan istana menunjukkan bahwa perdebatan mengenai peristiwa 1997 belum berakhir.

Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah apakah pihak istana akan memberikan tanggapan lebih lanjut setelah buku tersebut resmi beredar, serta bagaimana reaksi publik Inggris terhadap klaim-klaim baru dalam “Swan Song: Diana, My Sister”. Bagi banyak pengamat, pernyataan Buckingham kali ini menegaskan bahwa isu seputar Diana masih menjadi wilayah sensitif yang mampu mengguncang hubungan antara keluarga Spencer dan kerajaan, bahkan hampir tiga dekade setelah kepergiannya.

Exit mobile version