Cakrawala News – 19 September 2026 | Mimpi buruk di Old Trafford, rekor 50 tahun Manchester United akhirnya terputus setelah Setan Merah tumbang 2-3 dari Brighton & Hove Albion pada putaran ketiga Carabao Cup 2026/2027, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Manchester United yang sempat unggul dua gol hanya dalam sepuluh menit pertama, sebelum akhirnya menyerah di hadapan pendukung sendiri.
Manchester United tampil meyakinkan sejak awal laga. Shea Lacey membuka keunggulan pada menit kedelapan, kemudian Mason Mount menggandakan skor dua menit berselang setelah memanfaatkan tekanan saat Brighton melakukan tendangan gawang. Keunggulan 2-0 itu membuat Old Trafford bergemuruh dan seolah menandakan laga akan berjalan mulus bagi tim tuan rumah.
Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Setelah unggul dua gol, permainan Manchester United justru kehilangan intensitas. Brighton mulai lebih agresif, memenangi sejumlah duel di lini tengah, dan perlahan mengambil kendali pertandingan. Charalampos Kostoulas memperkecil ketertinggalan pada masa tambahan waktu babak pertama, tepatnya menit 45+1, dan mengubah arah pertandingan.
Comeback Bersejarah Brighton di Old Trafford
Memasuki babak kedua, Brighton tampil semakin leluasa. Pascal Gross menyamakan kedudukan pada menit ke-65, lalu Maxim De Cuyper mencetak gol penentu empat menit kemudian. Dalam waktu singkat, keunggulan Manchester United sirna dan Brighton berbalik memimpin 3-2.
Manajer Brighton, Fabian Hurzeler, mengungkapkan rahasia di balik comeback timnya. Kepada Sky Sports, ia mengaku timnya hanya menjalankan strategi dan percaya bisa menang meski sempat tertinggal dua gol.
“Kami sebenarnya memulai laga dengan baik dan kebobolan dua gol yang seharusnya bisa dihindari,” ujar Hurzeler.
Kemenangan Brighton ini menciptakan catatan yang jarang terjadi di Old Trafford. Mengutip laporan Sports Mole, untuk pertama kalinya sejak 1976, tim tamu berhasil datang ke markas Manchester United, tertinggal dua gol, tetapi akhirnya memenangkan pertandingan. Artinya, selama sekitar 50 tahun tidak ada tim lawan yang mampu melakukan comeback seperti Brighton di Old Trafford.
Menurut catatan Sky Sports, Manchester United baru kembali mencatatkan tembakan tepat sasaran setelah menit ke-76, ketika Brighton sudah berbalik unggul. Rangkaian tersebut memperlihatkan perubahan drastis dalam pertandingan yang semula berada dalam kendali penuh Manchester United.
Tekanan Meningkat pada Michael Carrick
Kekalahan tersebut bukan sekadar membuat Manchester United tersingkir dari Carabao Cup. Setan Merah juga mencatatkan hasil yang baru terjadi lagi setelah 50 tahun, yakni kalah di Old Trafford setelah terlebih dahulu memimpin dengan selisih dua gol.
Hasil itu terasa semakin mengecewakan karena Manchester United harus mengakhiri perjalanan di Carabao Cup 2026-2027 sejak pertandingan pertama. Ini menjadi tahun kedua secara beruntun bagi Setan Merah tersingkir pada laga pembuka kompetisi tersebut.
Suasana di Old Trafford kembali memanas setelah kekalahan dari Manchester City pada akhir pekan sebelumnya. Suporter United meluapkan kekecewaan dengan cemoohan dan meninggalkan stadion sebelum para pemain menyelesaikan putaran penghormatan setelah pertandingan.
Tekanan terhadap pelatih Michael Carrick pun meningkat. Ia dipercaya menangani Manchester United secara permanen pada musim 2026/2027, tetapi awal perjalanan tim di Premier League belum berjalan sesuai harapan. Hingga empat pertandingan, MU baru meraih satu kemenangan dan berada di posisi ke-13 klasemen dengan empat poin.
Kekalahan 0-1 dari Manchester City di Old Trafford pada akhir pekan lalu semakin menambah sorotan terhadap performa tim. Kombinasi hasil buruk di liga dan tersingkirnya MU dari Carabao Cup membuat posisi Carrick menjadi sorotan publik.
Kritik Ruud Gullit soal Kualitas Manchester United
Legenda sepak bola Belanda, Ruud Gullit, sebelumnya telah memberikan pandangan mengenai kondisi Manchester United pada musim 2026/2027. Gullit menilai Setan Merah masih belum memiliki kualitas yang cukup untuk bersaing memperebutkan gelar juara.
Menurut Gullit, persoalan Manchester United bukan sekadar masalah taktik atau permainan tim. Ia menilai Setan Merah masih kekurangan kualitas individu untuk bisa bersaing dengan klub-klub papan atas.
“Manchester United? Mereka tidak bisa bersaing musim ini. Belum. Saya pikir mereka masih kekurangan sedikit kualitas karena kita bisa melihat mereka tidak mampu mengontrol pertandingan,” ujar Gullit seperti dikutip dari Tribal Football.
Gullit menambahkan bahwa Manchester United bisa unggul lebih dulu, tetapi pertandingan masih bisa berakhir ke arah mana pun. Pernyataan itu seolah terbukti dalam laga melawan Brighton, ketika MU unggul dua gol namun akhirnya kalah.
Ia juga menyoroti persaingan dengan klub-klub seperti Liverpool, Chelsea, Arsenal, dan Manchester City yang dinilainya memiliki banyak pemain berkualitas. Menurut Gullit, hal terpenting yang bisa ditunjukkan Manchester United musim ini adalah kesabaran, karena mereka tidak lagi memiliki pemain-pemain terbaik di Premier League.
Dengan tersingkirnya Manchester United dari Carabao Cup, fokus tim kini beralih sepenuhnya ke Premier League. Pertanyaan besar yang menanti adalah bagaimana Carrick dan para pemainnya merespons tekanan yang semakin besar, serta apakah mereka mampu bangkit sebelum situasi semakin sulit.
Bagi Brighton, kemenangan di Old Trafford menjadi bukti kualitas dan mentalitas tim asuhan Fabian Hurzeler. Comeback bersejarah ini tidak hanya mengantar mereka ke babak berikutnya, tetapi juga menorehkan catatan yang akan dikenang lama dalam sejarah sepak bola Inggris.
