Kapolri Pimpin Korprapot: 50 Pati dan 4 PNS Polri Naik Pangkat, Roycke Harry Langie Jadi Komjen

Kapolri Pimpin Korprapot: 50 Pati dan 4 PNS Polri Naik Pangkat, Roycke Harry Langie Jadi Komjen
Kapolri Pimpin Korprapot: 50 Pati dan 4 PNS Polri Naik Pangkat, Roycke Harry Langie Jadi Komjen

Cakrawala News – 28 September 2026 | Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat (Korprapot) bagi 50 Perwira Tinggi (Pati) dan 4 PNS Polri di Rupattama Mabes Polri, Jakarta. Dalam upacara tersebut, Kapolri pimpin korprapot kenaikan pangkat 50 pati dan 4 PNS Polri, 34 kombes pecah bintang, sementara satu personel lain menerima pangkat Komjen Pol. dan 15 personel menjadi Irjen Pol.

Kenaikan pangkat itu diberikan sebagai penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja personel selama menjalankan tugas. Selain itu, pangkat baru dinilai menjadi amanah untuk meningkatkan tanggung jawab kepada institusi dan masyarakat.

Dari 50 Pati Polri yang naik pangkat, satu personel memperoleh pangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.), 15 personel menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.), dan 34 personel menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.).

Pati yang memperoleh kenaikan pangkat menjadi Komjen Pol. adalah Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H., yang menjabat sebagai Astamaops Kapolri. Nama Roycke Harry Langie menjadi sorotan karena mengisi posisi strategis di jajaran perwira tinggi bintang tiga Polri.

Daftar Pati yang Naik Pangkat

Sejumlah Pati yang naik pangkat menjadi Irjen Pol. antara lain Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H. selaku Kadivhubinter Polri, Yudo Hermanto, S.I.K., M.M. selaku Kapolda Sulawesi Utara, serta Dr. Wawan Muliawan, S.H., S.I.K., M.H. selaku Wakabaintelkam Polri.

Kenaikan pangkat juga diberikan kepada 34 Pati Polri menjadi Brigjen Pol. Beberapa di antaranya ialah Dally Achmad Mutiara, S.I.K., Zefanja Honpry Dapas, S.I.K., M.Si., dan Dr. Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H.

Selain Pati Polri, empat PNS Polri turut menerima kenaikan pangkat dalam Korprapot tersebut. Rinciannya, tiga PNS naik pangkat menjadi Pembina Utama dan satu PNS menjadi Pembina Utama Madya.

Penghargaan dan Amanah

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan institusi terhadap personel yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan kinerja selama melaksanakan tugas.

“Setiap kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja personel. Namun, di balik kenaikan pangkat tersebut terdapat amanah dan tanggung jawab yang semakin besar untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi institusi, bangsa, dan masyarakat,” ujar Johnny.

Menurut Johnny, kenaikan pangkat tidak hanya berkaitan dengan pencapaian pribadi. Pangkat baru juga membawa amanah dan tanggung jawab yang lebih besar agar personel terus memberikan kontribusi bagi organisasi, bangsa, dan masyarakat.

Ia menambahkan, kenaikan pangkat merupakan bagian dari pembinaan karier personel sekaligus bentuk kepercayaan organisasi. Para personel yang menerima kenaikan pangkat diharapkan dapat terus menjaga kehormatan institusi dan menjadi teladan dalam pelaksanaan tugas.

“Harapannya, kenaikan pangkat ini tidak hanya menjadi pencapaian secara pribadi, tetapi juga menjadi energi baru untuk terus berkarya, memberikan kontribusi positif, dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin profesional dan humanis,” tutup Johnny.

Bagian dari Pembinaan Karier

Upacara Korprapot tersebut menjadi bagian dari pembinaan karier personel Polri. Mutasi dan promosi di lingkungan korps Bhayangkara dinilai penting untuk menjaga regenerasi kepemimpinan serta memastikan sejumlah posisi strategis di jajaran komando taktis nasional terisi oleh personel yang berpengalaman.

Dalam konteks organisasi, kenaikan pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri menandai perombakan di sejumlah jabatan. Kapolri pimpin korprapot kenaikan pangkat 50 pati dan 4 PNS Polri, 34 kombes pecah bintang, yang secara tidak langsung memperlihatkan arah pembinaan karier di tubuh Polri.

Publik menantikan bagaimana para perwira tinggi yang menerima pangkat baru menjalankan amanah, terutama dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional dan humanis. Sejauh ini, Humas Polri menegaskan bahwa kenaikan pangkat diberikan berdasarkan rekam jejak dedikasi, loyalitas, dan kinerja personel selama menjalankan tugas.

Perkembangan berikutnya yang perlu diperhatikan adalah pelaksanaan tugas para Pati di jabatan masing-masing, termasuk Astamaops Kapolri, Kadivhubinter, Kapolda Sulawesi Utara, dan Wakabaintelkam, seiring tanggung jawab yang semakin besar setelah kenaikan pangkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *