Hukum  

Karyawan Warung Mi Babi Sukoharjo Tetap Bekerja, Was-was Pelaku Belum Tertangkap

Karyawan Warung Mi Babi Sukoharjo Tetap Bekerja, Was-was Pelaku Belum Tertangkap
Karyawan Warung Mi Babi Sukoharjo Tetap Bekerja, Was-was Pelaku Belum Tertangkap

Cakrawala News – 20 September 2026 | Karyawan warung mie babi di Sukoharjo tetap bekerja, akui masih was-was pelaku belum tertangkap. Meski warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, masih tertutup dan diselimuti garis polisi, sejumlah karyawan tetap menjalani aktivitas seperti biasa. Namun mereka mengaku masih diliputi rasa was-was karena orang-orang yang diduga membakar warung tersebut belum juga ditangkap.

Peristiwa pembakaran itu terjadi pada Sabtu dini hari, 12 September 2026. Sejumlah orang tak dikenal mendatangi warung yang berada di tepi sawah tersebut, lalu membakar bagian gudang dan kamar karyawan. Aksi itu juga disertai perusakan sejumlah barang serta penodongan senjata tajam terhadap karyawan yang sedang beristirahat.

Kronologi dan Kerugian

Berdasarkan keterangan saksi, kejadian berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB. Ada sekitar empat orang yang berada di lokasi sebelum dan saat kejadian. Salah seorang saksi bernama Ali, 32 tahun, mengaku berhadapan langsung dengan para pelaku. Ia mengatakan salah satu di antaranya mendobrak kamar yang ditempatinya sebelum menariknya keluar.

Ali mengaku ditodong menggunakan senjata tajam dan diminta tidak melihat ke arah orang tersebut. Kejadian berlangsung cepat dalam kondisi lokasi yang gelap. “Saya waktu itu di kamar. Tiba-tiba kamar saya didobrak dan ditarik keluar. Saya ditodong sajam,” kata Ali.

Pemilik warung, Jodi Sutanto, mengatakan dirinya baru mengetahui warungnya terbakar sekitar pukul 05.00 WIB. Menurut informasi yang diterimanya, para pelaku menyuruh karyawan keluar dari kamar dan berjongkok di depan warung. Satu orang disebut merusak barang, sementara yang lain membakar gudang dan tempat tidur.

“Yang terbakar itu satu gudang, dan satu tempat tidur, dan atap. Gudang penyimpanan rongsok lah ya, barang-barang bekas, bukan barang penyimpanan produk,” kata Jodi kepada awak media di lokasi kejadian.

Selain membakar bangunan, pelaku juga merusak kaca etalase dapur dan membakar sepeda motor. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta.

Penyelidikan Libatkan Densus 88

Kepolisian Resor Sukoharjo tidak bekerja sendiri dalam mengusut kasus ini. Polres Sukoharjo menggandeng Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI serta Subdirektorat III Kejahatan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

Kepala Polres Sukoharjo, Ajun Komisaris Besar Anggaito Hadi Prabowo, mengatakan kedua satuan tersebut membantu proses pendalaman kasus. “Kami bekerja sama Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Subdit Jatanras Polda Jateng untuk membantu proses pendalaman,” kata Anggaito saat dikonfirmasi, Selasa, 15 September 2026.

Anggaito menyebut penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Sukoharjo telah memeriksa 12 saksi. Pemeriksaan dilakukan untuk menyusun rangkaian kejadian, mengidentifikasi orang-orang yang diduga terlibat, serta mencari tahu motif pembakaran.

“Penyidik masih terus melakukan penyelidikan dan belum dapat menyimpulkan motif maupun keterlibatan pihak tertentu sebelum seluruh rangkaian pemeriksaan selesai,” ujar dia.

Sebelumnya, polisi menyisir rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Dari penelusuran itu, polisi mendeteksi dua pelaku yang menggunakan sepeda motor. “Untuk penyelidikan masih berlangsung dengan menyisir CCTV dan mendeteksi 2 pelaku menggunakan motor,” kata Anggaito.

Polisi juga masih menunggu hasil penanganan teknis dari Tim Laboratorium Forensik. Hasil sementara pemeriksaan titik lokasi menunjukkan indikasi kuat adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran tersebut. “Kami masih menunggu hasil labfor yang menyebutkan ada 3 titik awal api,” kata Anggaito.

Warung Tutup Sementara

Hingga kini, warung Mi dan Babi Tepi Sawah masih tutup sementara. Jodi mengatakan pihaknya belum bisa melakukan pembersihan maupun perbaikan karena lokasi masih menjadi objek olah tempat kejadian perkara dan masih dipasangi garis polisi.

“Tutup sementara, karena masalahnya kita enggak bisa apa-apa. Kan kita mau bersih-bersih, mau instalasi dan sebagainya tidak diperbolehkan karena masih olah TKP, permasalahannya di situ. Dan masih ada garis police line-nya,” ungkap Jodi.

Meski warung di Sukoharjo belum bisa beroperasi, Jodi menyebut pihaknya tetap menjalankan usaha di tempat lain. Untuk sementara waktu, ia mengikuti sejumlah event, termasuk pameran di Bali.

“Nah, sambil ini selesai, tapi kita pindah ke Bali dulu untuk pameran. Ya kan, dengan berjalannya kita pameran siapa tahu ini sudah selesai dan bisa segera kita renovasi dan kita buka kembali seperti itu,” terangnya.

Sementara itu, karyawan warung mie babi di Sukoharjo tetap bekerja, akui masih was-was pelaku belum tertangkap. Mereka berharap polisi segera mengungkap pelaku dan motif di balik aksi tersebut agar rasa aman kembali pulih.

Imbauan Pemerintah Daerah

Pelaksana tugas Bupati Sukoharjo, Eko, meminta semua pihak menahan diri dan tidak berspekulasi terkait kasus ini. Ia menegaskan persoalan tersebut telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

“Hendaknya semua pihak menahan diri dan tidak berspekulasi,” kata Eko, Senin, 14 September 2026. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo akan menghormati setiap proses hukum yang berlaku. “Diserahkan ke pihak yang berwenang, kita hormati proses hukum,” ucapnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama karena menyangkut keselamatan pekerja dan keamanan usaha. Penyidik masih mendalami berbagai kemungkinan, mulai dari identitas para pelaku hingga motif di balik pembakaran.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai penangkapan tersangka. Polisi memastikan penyelidikan terus berjalan dan akan menyampaikan perkembangan kepada publik setelah proses pemeriksaan saksi dan hasil laboratorium forensik rampung. Karyawan warung berharap pengungkapan kasus ini tidak berlarut-larut, mengingat mereka masih harus bekerja dalam situasi yang belum sepenuhnya aman.

Exit mobile version