Prabowo di Gontor Sindir Oknum: Pura-Pura Ikhlas, Dikasih Jabatan Ujungnya Nyolong

Prabowo di Gontor Sindir Oknum: Pura-Pura Ikhlas, Dikasih Jabatan Ujungnya Nyolong
Prabowo di Gontor Sindir Oknum: Pura-Pura Ikhlas, Dikasih Jabatan Ujungnya Nyolong

Cakrawala News – 20 September 2026 | Pidato di Gontor, Prabowo sindir oknum: Pura-pura ikhlas, dikasih jabatan ujungnya nyolong! Itulah pesan tegas yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Dalam sambutannya, Kepala Negara menyoroti perilaku koruptor yang dinilainya kerap menampilkan sikap seolah-olah jujur dan ikhlas di depan publik, namun berubah ketika diberi kepercayaan berupa jabatan.

Prabowo menegaskan bahwa nilai berbudi tinggi, kejujuran, dan keikhlasan harus benar-benar diterapkan dalam kehidupan, bukan sekadar menjadi pencitraan. Menurutnya, nilai-nilai itu sejalan dengan Panca Jiwa Gontor yang terdiri atas keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan.

“Berbudi tinggi. Harus berbudi tinggi. Jujur, ikhlas, enggak boleh jadi koruptor. Jangan pura-pura berbudi tinggi. Pura-pura ikhlas, pura-pura jujur. Begitu dikasih kepercayaan, jabatan, nyolong,” kata Prabowo.

Pernyataan itu disampaikan di hadapan peserta resepsi kesyukuran satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor. Acara berlangsung di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur.

Panca Jiwa Gontor dan Perjuangan Bangsa

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyebut nilai-nilai Panca Jiwa Gontor memiliki kesamaan dengan semangat perjuangan membangun bangsa Indonesia. Ia bahkan menilai motto pendidikan Gontor selaras dengan nilai-nilai yang diajarkan di akademi militer.

“Panca Jiwa. Keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, kebebasan. Ya ini, sama ini perjuangan kita,” ujarnya.

Prabowo menjelaskan bahwa keikhlasan dan kesederhanaan merupakan prinsip yang selalu ingin diwujudkan dalam kehidupan berbangsa. Sementara semangat berdikari, menurutnya, mencerminkan tekad untuk membangun bangsa yang mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Kepala Negara juga menekankan pentingnya ukhuwah Islamiyah sebagai landasan persaudaraan dan kepedulian di tengah kehidupan masyarakat. Ia menyebut nilai kebebasan sebagai kebebasan berpikir yang disertai keberanian untuk melihat dan mengakui kekurangan diri sendiri.

“Saya selalu ingin ikhlas, saya selalu ingin kesederhanaan, saya ingin bangsa kita berdiri di atas kaki kita sendiri. Ukhuwah islamiyah, ini yang kita harus sadari juga. Kita prihatin, saya kira ini catatan bagi kita. Kebebasan, kebebasan berpikir, tapi juga harus ada keberanian berpikir yang benar,” kata Presiden Prabowo.

Kesehatan Fisik untuk Kerja Keras

Selain soal integritas, Prabowo menyoroti pentingnya membentuk manusia yang sehat. Menurutnya, kondisi fisik yang sehat diperlukan agar seseorang dapat bekerja keras dan berbuat baik secara maksimal. Ia menegaskan seseorang tidak bisa berbuat baik jika sakit-sakitan, dan tidak bisa bekerja keras jika badannya lemah.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengapresiasi nilai-nilai pendidikan yang selama satu abad menjadi bagian dari perjalanan Pondok Modern Darussalam Gontor. Ia berharap semangat dan nilai luhur yang ditanamkan Gontor terus berkontribusi bagi pembentukan generasi penerus bangsa yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian.

“Terima kasih. Gontor, selamat. Teruskan panggilan sejarah. Teruskan perjuanganmu. Berbuat yang terbaik untuk bangsa dan umat,” pungkas Kepala Negara.

Pesan Prabowo mengenai koruptor menjadi sorotan tersendiri dalam peringatan seabad Gontor. Ia menilai nilai kejujuran dan keikhlasan bukan sekadar bahan hafalan atau retorika, melainkan harus dibuktikan melalui tindakan nyata, terutama bagi mereka yang diberi kepercayaan memegang jabatan publik.

Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang lembaga pendidikan Islam tersebut. Dalam konteks kebangsaan, nilai-nilai yang ditekankan Prabowo menyentuh persoalan integritas pejabat publik, yang menjadi perhatian banyak pihak.

Pernyataan Kepala Negara itu juga memperlihatkan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya menyangkut penegakan hukum, tetapi juga pembentukan karakter sejak dini. Gontor, dengan tradisi pendidikannya, dipandang memiliki peran dalam menanamkan nilai kejujuran dan keikhlasan kepada generasi muda.

Ke depan, publik akan menantikan bagaimana pesan tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan dan keteladanan. Sebab, bagi Prabowo, nilai berbudi tinggi dan keikhlasan baru bermakna jika diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, bukan sekadar ditampilkan di depan publik.

Exit mobile version