Kejar Merek China, Honda Pangkas Biaya Produksi hingga Rp 158 Triliun

Cakrawala News – 13 September 2026 | Kejar merek China, Honda pangkas biaya produksi hingga Rp 158 triliun menjadi langkah besar yang tengah dijalankan pabrikan asal Jepang tersebut. Program efisiensi senilai lebih dari USD 9 miliar atau setara Rp 158 triliun itu akan berlangsung selama empat tahun ke depan hingga tahun 2030. Langkah ini diambil untuk memperbaiki kinerja bisnis otomotif Honda yang masih tertinggal dari sejumlah pesaing asal China, terutama BYD.

Laporan Reuters menyebutkan bahwa performa bisnis Honda tetap diproyeksi tertinggal dibanding rival asal Negeri Tirai Bambu tersebut. BYD belakangan mencatat pertumbuhan laba yang lebih tinggi berkat harga jual kendaraan yang jauh lebih murah. Kondisi itu membuat Honda harus mengambil langkah strategis agar tidak semakin jauh tertinggal di pasar global.

Rincian Pemangkasan Biaya

Berdasarkan perkiraan Visible Alpha, nilai pemangkasan biaya yang dilakukan Honda mencapai sekitar 2,45 miliar dolar AS atau setara Rp 43 triliun per tahun. Jika target tersebut tercapai, margin operasi bisnis mobil Honda diperkirakan bisa kembali berada di atas 5 persen pada tahun 2030. Angka itu akan mendekati kinerja terbaik Honda dalam satu dekade terakhir yang terjadi pada tahun 2017.

Untuk mewujudkan target tersebut, Honda meminta para pemasoknya memangkas harga komponen hingga 30 persen. Permintaan itu berlaku di tiga kategori utama, yakni komponen pressed and forged, komponen elektrikal, dan komponen untuk kendaraan berbasis software atau software defined vehicle (SDV). Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya efisiensi menyeluruh di rantai pasok Honda.

Masih Kalah Agresif dari Nissan

Meski terbilang besar, langkah pemangkasan biaya Honda masih kalah agresif dibanding yang dilakukan Nissan. Perusahaan itu menargetkan penghematan biaya tetap dan variabel sebesar 500 miliar yen atau sekitar Rp 57,2 triliun. Nilai tersebut hampir setara 4 persen dari proyeksi pendapatan grup Nissan.

Di sisi lain, performa Honda juga masih berjarak dengan BYD. Margin operasi BYD diperkirakan bisa menembus 7 persen pada tahun 2029. Pada periode yang sama, pasar memperkirakan BYD dapat menjual sekitar 7 juta kendaraan. Angka tersebut hampir dua kali lipat dari proyeksi penjualan Honda pada tahun fiskal yang sama.

Respons Honda: Fokus Bergeser ke Hybrid

Sebagai respons atas tekanan tersebut, Honda mengalihkan fokus pengembangan produknya dari mobil listrik murni ke mobil hybrid bensin-listrik. Perusahaan masih menghadapi tantangan dari sisi skala penjualan. Pangsa pasar Honda di sejumlah pasar utama, termasuk Asia Tenggara, terus mendapat tekanan dari merek China.

Sementara itu, BYD dan produsen kendaraan listrik asal China lainnya terus memperbesar pangsa pasar di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Eropa. Kombinasi baterai dan software yang lebih canggih, dipadukan dengan harga jual yang murah, membuat merek-merek asal China ini sulit disaingi produsen Jepang.

Tekanan di Pasar Asia Tenggara

Asia Tenggara menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak dari agresivitas merek China. Honda yang selama ini memiliki basis kuat di kawasan tersebut kini harus berhadapan dengan penawaran kendaraan listrik berharga kompetitif. Situasi ini memaksa Honda menyeimbangkan strategi produk, efisiensi biaya, dan daya saing harga.

Program pemangkasan biaya hingga Rp 158 triliun menjadi taruhan besar bagi Honda. Keberhasilan efisiensi ini akan menentukan apakah perusahaan mampu kembali mencatat margin operasi di atas 5 persen pada 2030. Selain itu, kemampuan Honda menjaga pangsa pasar di Asia Tenggara akan menjadi indikator penting dalam persaingan melawan BYD dan produsen China lainnya.

Dengan tenggat empat tahun, pasar akan mencermati realisasi target efisiensi, respons para pemasok, serta dampaknya terhadap lini produk Honda di berbagai negara. Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan industri otomotif global kini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal skala produksi dan struktur biaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *