Cakrawala News – 26 September 2026 | Seorang komandan senior IRGC tewas dalam perang di perbatasan Iran–Pakistan setelah Brigadir Jenderal Hossein Zarifi gugur dalam bentrokan dengan milisi pemberontak di Saravan, Provinsi Sistan dan Balochistan, pada Rabu, 23 September 2026. Zarifi menjabat sebagai Komandan Markas Operasional Shahid Sajjad IRGC di Saravan, wilayah yang berbatasan langsung dengan Pakistan dan Afghanistan. Kabar kematiannya pertama kali dilaporkan media Iran, Tasnim News Agency, dan menjadi pukulan berat bagi Korps Garda Revolusi Iran.
Hingga kini, identitas milisi pemberontak yang terlibat dalam bentrokan tersebut belum diketahui secara pasti. IRGC hanya menyebut mereka sebagai teroris. Meski demikian, organisasi militer itu menyatakan akan melakukan investigasi untuk mengungkap siapa saja yang menjadi anggota kelompok tersebut.
Dalam pertukaran serangan itu, IRGC mengklaim lima anggota milisi pemberontak turut tewas. Sejumlah anggota lainnya berhasil ditangkap dan kini dibawa ke aparat berwenang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. IRGC menegaskan bahwa kematian Zarifi tidak akan membuat pasukan yang dipimpinnya vakum atau tidak aktif.
Pukulan Berat bagi IRGC
Kematian Zarifi langsung mendapat respons dari IRGC. Dalam pernyataannya, IRGC memuji Zarifi sebagai prajurit yang tangguh dan menghargai pengabdian panjangnya kepada organisasi tersebut. IRGC menyebut kepergiannya sebagai pukulan berat bagi mereka.
Zarifi dijadwalkan dimakamkan di Saravan pada Jumat, 25 September 2026. IRGC juga memastikan operasi Markas Operasional Shahid Sajjad di Saravan tetap berjalan seperti biasa untuk mengamankan wilayah perbatasan antara Iran dan Pakistan.
Peristiwa yang menewaskan komandan senior IRGC dalam perang di perbatasan Iran-Pakistan ini bukan insiden pertama di wilayah tersebut. Provinsi Sistan dan Balochistan secara administratif termasuk wilayah Iran dan berbatasan langsung dengan Pakistan serta Afghanistan. Mayoritas penduduk di sana menganut kepercayaan Islam Sunni, dan sebagian di antaranya merupakan anggota kelompok separatis Balochistan yang ingin memisahkan diri dari Pemerintah Iran.
Wilayah itu dihuni banyak milisi separatis yang kerap melakukan serangan terhadap angkatan bersenjata Iran yang bertugas di sana. Pada 12 September 2026, misalnya, kelompok pemberontak di wilayah tersebut terlibat perang dengan IRGC. Ketika itu, IRGC melakukan operasi militer bersama Kementerian Intelijen dan para penegak hukum Iran untuk menyerang mereka. Dalam operasi tersebut, IRGC mengklaim berhasil menewaskan empat anggota milisi pemberontak dan menemukan banyak persediaan senjata yang digunakan untuk melakukan serangan dan teror.
Ketegangan yang Lebih Luas
Kematian komandan senior IRGC dalam perang di perbatasan Iran-Pakistan terjadi di tengah ketegangan yang lebih luas antara Iran dan Amerika Serikat. Washington dilaporkan tidak hanya meningkatkan tekanan terhadap Teheran melalui operasi militer dan sanksi ekonomi, tetapi juga menyoroti hubungan Iran dengan Tiongkok.
Perkembangan terbaru muncul menjelang dan selama pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Washington pada 24 September 2026. Iran menjadi salah satu isu yang dibahas kedua pemimpin, di samping perdagangan, kecerdasan buatan, dan Taiwan.
Perhatian Washington terhadap Beijing semakin besar setelah muncul laporan mengenai pengiriman komponen berteknologi ganda atau dual-use dari Tiongkok ke Iran. Berdasarkan laporan yang mengutip data bea cukai Iran, sekitar 1.300 pengiriman komponen berteknologi ganda dari Tiongkok tercatat masuk ke Kementerian Pertahanan Iran sepanjang 1 Januari hingga akhir Juni 2026.
Barang-barang tersebut bukan berarti 1.300 pengiriman senjata jadi. Sebagian merupakan komponen yang dapat digunakan untuk kepentingan sipil maupun militer, antara lain perangkat GPS, motor listrik, komponen mesin pesawat, serta perangkat elektronik yang berpotensi digunakan dalam produksi drone dan sistem pemandu rudal.
Salah satu pengiriman bahkan dilaporkan tiba di Teheran pada hari ketika Amerika Serikat dan Iran mencapai gencatan senjata sementara pada Juni 2026, ketika Beijing secara terbuka mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Dua hari kemudian, lebih dari selusin pengiriman tambahan dilaporkan tiba dengan membawa komponen yang dapat digunakan untuk drone senilai lebih dari 6 juta dolar AS.
Perhatian juga tertuju kepada Mahan Air, maskapai Iran yang telah dikenai sanksi Amerika Serikat. Data pelacakan penerbangan menunjukkan frekuensi penerbangan Mahan Air dari Beijing, Shanghai, dan Guangzhou menuju Teheran meningkat tajam setelah perang berlangsung. Pada awal Maret 2026, frekuensinya sekitar empat penerbangan per minggu, lalu meningkat menjadi sekitar 27 penerbangan per minggu menjelang akhir April.
Kematian komandan senior IRGC dalam perang di perbatasan Iran-Pakistan menambah daftar tantangan keamanan yang dihadapi Teheran, baik di wilayah perbatasan maupun dalam menghadapi tekanan internasional. IRGC memastikan operasi pengamanan di Sistan dan Balochistan tetap berjalan, sementara investigasi terhadap kelompok milisi yang terlibat masih berlangsung.
Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah hasil penyelidikan IRGC atas identitas milisi pemberontak serta perkembangan situasi keamanan di wilayah perbatasan. Selain itu, isu hubungan Iran-Tiongkok yang dibahas dalam pertemuan Trump dan Xi Jinping berpotensi memengaruhi dinamika tekanan internasional terhadap Teheran dalam waktu dekat.
