Kualitas Udara Jambi Hari Ini Berbahaya, Kota Jambi hingga Muaro Jambi Terdampak Kabut Asap

Kualitas Udara Jambi Hari Ini Berbahaya, Kota Jambi hingga Muaro Jambi Terdampak Kabut Asap
Kualitas Udara Jambi Hari Ini Berbahaya, Kota Jambi hingga Muaro Jambi Terdampak Kabut Asap

Cakrawala News – 10 Oktober 2026 | Kualitas udara Jambi hari ini berada pada kategori berbahaya akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat dalam beberapa pekan terakhir. Data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan kualitas udara di Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, dan Kabupaten Tebo berada pada kategori berbahaya pada Sabtu (10/10/2026). Kondisi ini memaksa berbagai pihak mengambil langkah antisipasi, mulai dari pembagian masker hingga imbauan keselamatan berkendara.

Berdasarkan pantauan ISPU/AQI per Jumat (9/10), kualitas udara di Kota Jambi mencapai angka 452 hingga menyentuh 593 pada pantauan IQAir. Sementara itu, Kabupaten Muaro Jambi tercatat di angka 389. Kedua angka tersebut masuk dalam kategori berbahaya menurut Permen LHK No. 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara.

Dalam regulasi tersebut, ISPU pada rentang 0-50 berarti kualitas udara baik, 51-100 berarti sedang, dan 101-200 berarti tidak sehat. Kualitas udara sangat tidak sehat berada pada rentang 201-300, sedangkan kategori berbahaya berada pada rentang lebih dari 300 dan dapat merugikan kesehatan secara serius sehingga perlu penanganan cepat.

Kabut Asap Pekat Selimuti Kota Jambi

Pantauan udara di kawasan Pasar Jambi pada Sabtu pagi memperlihatkan kota tertutup kabut asap karhutla. Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain di Provinsi Jambi seiring bertambah pekatnya asap dalam beberapa pekan terakhir.

Kabut asap tidak hanya berdampak pada kesehatan pernapasan warga, tetapi juga berpotensi mengganggu keselamatan berlalu lintas karena menurunkan jarak pandang pengendara. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi mengimbau masyarakat di kabupaten dan kota untuk selalu menyalakan lampu kendaraan serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.

“Waspada kabut asap di Jambi dan tetap selalu berhati-hati, saat berada di jalan raya, masyarakat kami harapkan dapat mengurangi kecepatan dan mematuhi aturan lalu lintas,” kata Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol. Adi Benny Cahyono di Jambi, Jumat.

Ia juga meminta pengguna jalan mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman, mengingat kepekatan kabut asap berpotensi menurunkan jarak pandang dan memicu kecelakaan lalu lintas. Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan, salah satunya dengan mengenakan masker.

Adi Benny menyarankan warga membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak memiliki urusan mendesak. “Jika terpaksa keluar rumah untuk bekerja atau beraktivitas, pastikan tetap menggunakan masker dan selalu waspada saat mengemudi, baik pengendara sepeda motor maupun mobil,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi di lapangan, personel Ditlantas Polda Jambi turun ke jalan raya untuk membagikan masker secara gratis kepada pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat.

Lapas Bangko Bagikan Ratusan Masker

Dampak penurunan kualitas udara juga dirasakan di lingkungan pemasyarakatan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko di Kabupaten Merangin membagikan ratusan masker kepada petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Syaikoni, dan diawali dengan apel pagi bersama jajaran petugas. Setelah itu, masker diserahkan secara simbolis kepada perwakilan petugas dan warga binaan sebelum dibagikan kepada seluruh penerima di blok hunian.

Melalui kegiatan ini, petugas dan warga binaan diimbau menggunakan masker saat beraktivitas, terutama ketika kualitas udara menurun. Penggunaan masker diharapkan dapat mengurangi paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.

“Pembagian masker ini merupakan upaya pencegahan agar petugas dapat menjalankan tugas dan warga binaan menjalani pembinaan dengan lebih aman. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memenuhi hak warga binaan atas pelayanan kesehatan,” ujar Syaikoni.

Ia menegaskan, Lapas Kelas IIB Bangko berkomitmen menjaga lingkungan pemasyarakatan agar tetap sehat, aman, dan kondusif. Menurutnya, upaya perlindungan kesehatan membutuhkan kesadaran serta partisipasi seluruh petugas dan warga binaan.

Dampak Lintas Negara

Kabut asap yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia turut berdampak ke negara tetangga. Malaysia meliburkan sekolah pada Jumat (9/10) akibat meningkatnya tingkat kabut asap, menurut Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek.

Sejumlah sekolah yang diliburkan berada di negara bagian Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan Selangor; kemudian di wilayah federal Kuala Lumpur dan Putrajaya, serta Distrik Rompin di Pahang. Menurut data Bloomberg, penutupan sekolah itu mengharuskan lebih dari 2 juta siswa belajar dari rumah.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan situasi kabut asap yang memburuk sangat mengkhawatirkan, terutama dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Anwar menyatakan pemerintahannya sedang meningkatkan upaya untuk mengatasi hal tersebut, termasuk melalui operasi penyemaian awan.

Pada September lalu, Malaysia melakukan operasi penyemaian awan selama tiga hari di negara bagian Sarawak, Malaysia sebelah timur, untuk menambah cadangan air bendungan dan mengurangi kabut asap di kawasan tersebut. Sarawak memiliki perbatasan darat dengan Indonesia di Pulau Kalimantan.

Malaysia juga telah meminta persetujuan Pemerintah Indonesia untuk melakukan operasi penyemaian awan yang melibatkan penggunaan wilayah udara Indonesia sebagai upaya menangani kabut asap yang terkait dengan kebakaran di kawasan tersebut.

Kalimantan Tengah Terburuk di Indonesia

Meski Jambi menjadi salah satu wilayah paling terdampak, data ISPU KLHK pada Sabtu (10/10/2026) pukul 08.00 WIB menunjukkan Kalimantan Tengah sebagai provinsi dengan kualitas udara terburuk di Indonesia dengan indeks 1295. Di bawahnya ada Kalimantan Selatan dengan indeks 896 dan Sumatera Selatan dengan indeks 586.

Artinya, ketiga provinsi teratas tersebut memiliki kualitas udara berbahaya. Perhitungan ISPU sendiri didasarkan pada hasil pengukuran tujuh parameter pencemar udara, yakni PM10, PM2.5, NO2, SO2, CO, O3, dan HC, yang tersebar di 72 stasiun di berbagai daerah.

Menurut Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara KLHK, ISPU merupakan angka tanpa satuan yang digunakan untuk menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu dan didasarkan pada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika, dan makhluk hidup lainnya.

Kondisi kualitas udara Jambi hari ini menegaskan bahwa kabut asap karhutla masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan cepat dan lintas sektor. Warga diimbau terus memantau perkembangan ISPU, membatasi aktivitas luar ruangan, dan menggunakan masker saat beraktivitas. Selain itu, keselamatan berkendara perlu menjadi perhatian utama selama jarak pandang masih terbatas akibat kabut asap.

Exit mobile version