Cakrawala News – 15 September 2026 | Kualitas udara Pekanbaru hari ini kembali memburuk dan masuk kategori sangat tidak sehat pada Selasa, 15 September 2026 pagi. Indeks kualitas udara (AQI+) tercatat mencapai 219 AQI US dengan konsentrasi polutan utama PM2.5 sebesar 143,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 08.00 WIB, menurut data pemantauan yang dihimpun dari IQAir.
Angka tersebut membuat Pekanbaru menjadi salah satu kota dengan udara terburuk di Indonesia. Dalam daftar peringkat kota berdasarkan AQI US, Pekanbaru berada di urutan keempat setelah Pontianak (379), Palembang (270), dan Jambi (264). Karena sifat data AQI yang real-time, peringkat dan nilainya dapat berubah mengikuti kondisi udara dari waktu ke waktu.
Memburuknya kualitas udara Pekanbaru hari ini tidak lepas dari meningkatnya jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 96 titik panas di Riau berdasarkan pemantauan hingga Selasa pagi.
70 Titik Panas Terkonsentrasi di Indragiri Hulu
Dari 96 titik panas tersebut, sebanyak 70 titik terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Sisanya tersebar di Kota Dumai 7 titik, Pelalawan 6 titik, Kampar dan Indragiri Hilir masing-masing 4 titik, Siak 2 titik, serta Bengkalis, Kepulauan Meranti, dan Rokan Hulu masing-masing 1 titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira Mawadah, menjelaskan bahwa titik panas di Riau merupakan bagian dari ribuan titik yang tersebar di wilayah Sumatera. Menurutnya, total titik panas yang terpantau di Sumatera mencapai 4.127 titik.
“Hotspot di Riau tersebut menjadi bagian dari 4.127 titik panas yang terpantau di wilayah Sumatera,” kata Yudhistira.
Sebaran titik panas di Sumatera didominasi Provinsi Sumatera Selatan dengan 2.878 titik, disusul Lampung 468 titik, Kepulauan Bangka Belitung 318 titik, Jambi 285 titik, Riau 96 titik, Bengkulu 31 titik, Sumatera Barat 24 titik, Kepulauan Riau 15 titik, dan Sumatera Utara 12 titik.
Tingginya jumlah titik panas menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memicu munculnya kabut asap. BMKG Pekanbaru juga mengungkapkan bahwa pada hari ini tidak ada hujan di wilayah Riau. Sejak pagi hingga siang hari, kondisi udara dilaporkan kabur hingga berawan.
“Berpotensi terjadi kekaburan udara akibat asap (smoke) yang dapat menyebabkan penurunan jarak pandang dan kualitas udara,” ujar Yudhistira.
Kondisi serupa diperkirakan berlanjut pada sore hingga malam hari serta dini hari, dengan udara kabur hingga berawan dan potensi kekaburan akibat asap yang tetap perlu diwaspadai.
Fluktuasi PM2.5 Sepanjang Pagi
Data pemantauan menunjukkan konsentrasi partikulat PM2.5 di Pekanbaru berfluktuasi sejak dini hari. Pada pukul 00.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat 225 mikrogram per meter kubik, lalu turun menjadi 186,6 mikrogram per meter kubik pada pukul 01.00 WIB.
Pada pukul 03.00 WIB, angkanya kembali naik menjadi 200,7 mikrogram per meter kubik, kemudian 175,1 mikrogram per meter kubik pada pukul 04.00 WIB, dan 206,9 mikrogram per meter kubik pada pukul 05.00 WIB. Pada pukul 06.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat 178,3 mikrogram per meter kubik.
PM2.5 adalah partikel udara berukuran lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer. Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik. Partikel seukuran ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan menjadi perhatian utama ketika kualitas udara memburuk.
Selain data BMKG, pemantauan IQAir pada pukul 06.00 WIB mencatat AQI Pekanbaru berada di angka 234 AQI US dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 158,5 mikrogram per meter kubik. Pada waktu yang sama, suhu udara tercatat 23 derajat Celsius, kecepatan angin 5 km/jam, dan kelembapan 92 persen.
Perbedaan angka antara data BMKG dan IQAir menunjukkan bahwa pembacaan kualitas udara dapat berbeda tergantung waktu dan metode pemantauan yang digunakan. Karena itu, masyarakat disarankan mengecek kondisi terbaru secara berkala sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Dampak dan Respons di Daerah Terdampak
Penurunan kualitas udara akibat kabut asap karhutla juga berdampak pada aktivitas masyarakat di wilayah Riau lainnya. Di Kabupaten Siak, PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Perawang menyalurkan puluhan ribu masker kepada masyarakat di Kecamatan Tualang.
Manager Public Affairs IKPP Perawang, Armadi, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kabut asap. “Kini kondisinya menurun kualitas udara sudah tentu menjadi perhatian kita bersama karena berdampak pada aktivitas masyarakat sehari-hari. Melalui pembagian masker ini, kami ingin membantu masyarakat mengurangi paparan langsung terhadap kabut asap,” kata Armadi.
Pembagian masker dimulai di kawasan lampu lalu lintas Kilometer 5 Perawang dengan menyasar masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di salah satu ruas utama Kecamatan Tualang. Personel Satlantas Polres Siak turut membantu membagikan masker kepada pengguna jalan.
Armadi menyebutkan puluhan ribu masker disiapkan dan akan disalurkan secara bertahap di sejumlah titik dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, termasuk di sekitar wilayah operasional perusahaan. Penyaluran dilakukan dengan mencermati perkembangan kualitas udara yang terpantau melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kecamatan Tualang.
Seorang warga Kelurahan Perawang, Dina (43), mengapresiasi pembagian masker tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada IKPP Perawang yang telah memberikan bantuan masker kepada warga. Ini sangat bermanfaat bagi kami, apalagi kualitas udara saat ini semakin buruk. Semoga kabut asap ini segera berakhir,” katanya.
Warga Diminta Pantau Kondisi Udara
Masyarakat dapat memantau kualitas udara Pekanbaru hari ini secara online melalui sejumlah situs dan aplikasi pemantauan kualitas udara. IQAir, misalnya, menyediakan informasi kualitas udara secara langsung untuk berbagai wilayah, termasuk Pekanbaru, dengan data dari sejumlah kontributor seperti BMKG serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Pengecekan berkala penting dilakukan karena angka kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu. Data yang ditampilkan saat seseorang melakukan pengecekan bisa berbeda dengan data beberapa jam sebelumnya.
Dengan 96 titik panas yang masih terpantau dan potensi kekaburan udara akibat asap, kondisi kualitas udara Pekanbaru hari ini perlu menjadi perhatian bersama. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker bila harus beraktivitas di luar, serta memantau pembaruan informasi dari BMKG dan layanan pemantauan kualitas udara. Perkembangan jumlah titik panas dan arah angin dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah kabut asap di Riau akan membaik atau justru meluas.
