Lamine Yamal Rebut Trofeul Kopa Ketiga, Dedikasikan untuk Pau Cubarsí

Lamine Yamal Rebut Trofeul Kopa Ketiga, Dedikasikan untuk Pau Cubarsí
Lamine Yamal Rebut Trofeul Kopa Ketiga, Dedikasikan untuk Pau Cubarsí

Cakrawala News – 28 Oktober 2026 | Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, kembali menorehkan sejarah dalam dunia sepak bola dunia. Dalam gala Ballon d’Or 2026 yang digelar di London Palladium Theatre, London, Inggris, ia dinobatkan sebagai pemain muda terbaik dan meraih Trofeul Kopa untuk ketiga kalinya secara beruntun. Namun, momen paling mencuri perhatian justru datang saat ia menyebut nama rekannya di Barcelona, Pau Cubarsí, yang menurutnya lebih layak menerima penghargaan tersebut.

Kemenangan Yamal pada Senin malam (26/10/2026) itu menjadikannya sebagai pemain pertama yang mampu meraih Trofeul Kopa dalam tiga edisi berturut-turut. Sebelumnya, ia meraih trofi yang sama pada 2024 saat masih berusia 17 tahun, lalu kembali mengukuhkannya pada 2025. Trofeul Kopa sendiri merupakan penghargaan yang diberikan kepada pemain terbaik dunia di bawah usia 21 tahun.

Prestasi Gemilang Yamal Musim Ini

Penghargaan tersebut tidak datang tanpa alasan. Sepanjang musim 2025-2026, Yamal tampil impresif dengan mencatatkan 16 gol dan 11 assist di La Liga, sekaligus membawa Barcelona meraih gelar juara untuk kedua kalinya secara beruntun. Berkat performa tersebut, ia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik La Liga. Di ajang Liga Champions, pemain berusia 19 tahun itu menambah enam gol sebelum Barcelona melangkah hingga babak perempat final.

Cedera hamstring pada April sempat membuat peluangnya tampil di Piala Dunia 2026 diragukan. Namun, ia berhasil masuk dalam skuad 26 pemain Spanyol yang akhirnya menjuarai turnamen tersebut. Meski hanya mencetak satu gol di Piala Dunia, tepatnya saat kemenangan 4-0 atas Arab Saudi, Yamal berperan penting dengan memenangkan penalti pada kemenangan 2-0 atas Prancis di semifinal. Spanyol kemudian mengalahkan Argentina asuhan Lionel Messi dengan skor 1-0 di partai final untuk meraih gelar juara dunia kedua mereka.

Secara keseluruhan, termasuk laga internasional, Yamal mencatatkan 25 gol dan 20 assist dalam 57 pertandingan sepanjang musim, berdasarkan statistik yang dipublikasikan di situs resmi Ballon d’Or.

Dedikasi untuk Pau Cubarsí

Dalam pidato penerimaannya di atas panggung, Yamal justru mengalihkan sorotan dari dirinya sendiri kepada rekannya di Barcelona. Ia menyebut bahwa Pau Cubarsí, bek tengah muda yang menjadi runner-up Trofeul Kopa tahun ini, seharusnya menjadi pemenang.

“Saya pikir penghargaan ini seharusnya diberikan kepada Pau Cubarsí. Saya pikir dialah yang paling pantas mendapatkannya,” ujar Yamal, seperti dikutip BBC Sport.

Ia juga menambahkan bahwa ini adalah tahun ketiga baginya naik ke panggung untuk menerima trofi tersebut. “Merupakan suatu kehormatan bisa berada di sini dan menerima penghargaan ini. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada klub saya dan tim nasional,” kata Yamal.

Pernyataan tersebut menunjukkan betapa besar rasa hormat Yamal terhadap Pau Cubarsí. Bek berusia 19 tahun itu memang tampil menonjol di jantung pertahanan Barcelona dan menjadi pilihan utama pelatih Hansi Flick. Ia dikenal karena ketenangan serta kualitas teknisnya dalam mengawal lini belakang.

Pujian dari Legenda Sepak Bola

Momen di atas panggung semakin menarik ketika Thierry Henry, mantan bintang Arsenal dan tim nasional Prancis yang memandu sebagian acara gala, bertanya kepada Yamal tentang koleksi penghargaan individunya yang terus bertambah. Henry ingin mengetahui apakah Trofeul Kopa masih menjadi target utama bagi seorang pesepak bola yang telah meraih begitu banyak prestasi di usia yang masih sangat muda.

Di sisi lain, Pau Cubarsí sendiri telah menorehkan prestasi tersendiri di level internasional. Ia dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian yang menegaskan kualitasnya sebagai salah satu bek muda paling menjanjikan saat ini.

Kepribadian Cubarsí di Luar Lapangan

Di balik penampilannya yang matang di lapangan, Pau Cubarsí dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan dekat dengan kampung halamannya. Ia kerap kembali ke Estanyol, sebuah desa kecil dekat Girona tempat keluarganya memiliki usaha pertukangan kayu dan tempat ia pertama kali belajar bermain sepak bola.

“Estanyol adalah salah satu tempat perlindungan saya. Kadang-kadang saya ingin lebih tidak diperhatikan dan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan anak berusia 19 tahun,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Meski harus meninggalkan rumah sejak dini untuk bergabung dengan La Masia, hal itu justru membantunya tumbuh dan matang lebih cepat. Mereka yang mengenalnya dekat menilai Cubarsí tetap menjadi pribadi yang tenang, sederhana, dan ramah seperti sebelum namanya melambung. Ia bahkan masih menyempatkan diri menempuh pendidikan tinggi di bidang administrasi dan manajemen bisnis, meski jadwalnya padat bersama Barcelona.

Mantan Bek Barcelona Ikut Memuji

Pujian terhadap Pau Cubarsí juga datang dari mantan bek Barcelona dan Alavés, Abelardo Fernández, yang akrab disapa Pitu Abelardo. Dalam wawancara di program ‘Què t’hi Jugues!’ di Cadena SER, ia menyebut Cubarsí sebagai pemain yang istimewa dalam segala hal.

“Ia sangat baik dalam mengeluarkan bola, tetapi yang terpenting menurut saya ia sangat bagus dalam bertahan: ia tidak pernah dilewati di belakang, selalu fokus, dan melakukan penutupan ruang yang sangat baik meski tidak terlalu cepat atau punya permainan udara yang luar biasa,” kata Abelardo.

Bahkan, mantan bek tim nasional Spanyol itu berani memberikan prediksi besar. “Jika ia beruntung, ia akan menjadi bek tengah terbaik dalam sejarah Katalonia dan Spanyol,” ujarnya.

Dedikasi Yamal kepada Pau Cubarsí menjadi pengingat bahwa di balik persaingan meraih penghargaan individu, solidaritas dan rasa saling menghormati antar pemain muda Barcelona tetap terjaga. Keduanya kini menjadi pilar penting bagi masa depan klub maupun tim nasional Spanyol.

Ke depan, publik sepak bola tentu akan menantikan apakah Pau Cubarsí mampu membuktikan prediksi Abelardo dan mewujudkan pengakuan yang menurut Yamal sudah seharusnya ia terima, termasuk mungkin trofi individu bergengsi pada musim-musim mendatang.

Exit mobile version