Cakrawala News – 08 Oktober 2026 | Letjen Iwan Setiawan promosi jadi Pangkostrad menggantikan Letjen TNI Mohammad Fadjar dalam mutasi strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat. Promosi Letjen Iwan Setiawan promosi jadi Pangkostrad ini dibenarkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Rabu (7/10/2026). Sebelumnya, Iwan Setiawan menjabat sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) TNI AD.
“Kemarin baru ada surat, bareng dengan Pangdam baru,” kata Maruli saat ditemui di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/10/2026), seperti dikutip dari keterangan yang disampaikan kepada media.
Mutasi dan promosi ini berbarengan dengan pelantikan sejumlah Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) baru. Sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI AD mengalami pergantian, mulai dari Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) hingga sejumlah posisi Pangdam.
Rekam Jejak Iwan Setiawan
Letjen TNI Iwan Setiawan merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun angkatan 1992. Sepanjang karier kemiliterannya, ia lebih banyak menghabiskan waktu di lingkungan Korps Kopassus. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya di satuan pasukan khusus tersebut.
Sejak tahun 1995 hingga 1996, Iwan Setiawan menjabat sebagai Komandan Sub Tim 5/2/13 Grup 1/Parako Kopassus. Jabatan itu diembannya selama satu tahun. Setelahnya, ia menjabat sebagai Komandan Tim 5/2/13 Grup 1/Parako Kopassus dari tahun 1996 hingga 1998.
Kariernya terus menanjak. Iwan Setiawan kemudian mendapat promosi sebagai Komandan Kompi 1/12 Grup 1/Parako Kopassus hingga tahun 2000. Pada 5 Februari 2000, ia mendapat amanat menjabat sebagai Perwira Latihan Seksi Pengamanan Detasemen Markas (Denma) Grup 1 Kopassus.
Dua tahun berselang, pada 2002, dirinya menjabat sebagai Kepala Seksi Operasional Grup 1/Parako Kopassus. Pada 2004, Iwan Setiawan dipercaya menjadi Wakil Komandan Batalyon 12 Grup 1 Kopassus, jabatan yang diembannya hingga 2007.
Iwan Setiawan juga sempat menempuh pendidikan Seskoad. Saat menjalani pendidikan tersebut, ia menjabat sementara sebagai perwira menengah Denma Kopassus. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia kemudian menjabat sebagai Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus.
Selain itu, Iwan Setiawan diketahui menjadi salah satu peserta Tim Ekspedisi yang digagas oleh Prabowo Subianto pada 1997. Dirinya berhasil mencapai puncak Gunung Everest melalui Jalur Selatan bersama Misirin dan Asmujiono. Saat itu, Iwan Setiawan masih berpangkat Letnan Satu (Lettu).
Wakasad dan Sejumlah Pangdam Ikut Berganti
Selain posisi Pangkostrad, pergantian juga terjadi di kursi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat. Letjen M Saleh Mustafa digantikan Letjen Tri Budi Utomo sebagai Wakasad. Saleh memasuki masa pensiun, sementara Tri Budi meninggalkan jabatan sebelumnya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Sementara itu, Pangkostrad sebelumnya, Letjen M Fajar, akan menempati posisi baru sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Stafsus KSAD).
Menurut KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, rotasi jabatan di lingkungan TNI AD merupakan hal yang biasa dalam sebuah organisasi. Ia menyebut pergantian dilakukan setelah perwira bersangkutan bertugas selama dua tahun.
“Biasa kan organisasi, sudah bertugas dua tahun. Kita biasa pergantian,” ujar Maruli.
Selain jabatan strategis di tingkat pusat, TNI AD juga melakukan rotasi sejumlah Pangdam. Sedikitnya 11 Pangdam mengalami pergantian, termasuk pengisian jabatan untuk memimpin sejumlah Kodam baru. Berikut daftar sebagian Pangdam yang mengalami rotasi serta perwira tinggi TNI AD yang dipercaya memimpin Kodam baru:
- Pangdam Iskandar Muda: dari Mayjen Joko Hadi kepada Brigjen Mahesa Fitradi.
Mutasi ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi di tubuh TNI AD. Pergantian di posisi-posisi strategis seperti Pangkostrad dan Wakasad dinilai penting karena keduanya memegang peran sentral dalam pembinaan satuan dan operasi militer.
Dengan promosi Letjen Iwan Setiawan promosi jadi Pangkostrad, ia kini dipercaya memimpin salah satu komando utama TNI AD yang memiliki peran strategis. Pengalaman panjangnya di Kopassus dan berbagai jabatan di lingkungan pasukan khusus menjadi modal utama dalam menjalankan tugas barunya.
Publik masih menantikan detail lengkap susunan mutasi serta pelantikan resmi sejumlah pejabat baru di lingkungan TNI AD. Perkembangan berikutnya akan menjadi perhatian, terutama terkait arah pembinaan satuan dan kesiapan operasional di bawah kepemimpinan baru.
