Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru di HUT ke-81 TNI, Kenalkan Komandan Upacara ke SBY

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru di HUT ke-81 TNI, Kenalkan Komandan Upacara ke SBY
Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru di HUT ke-81 TNI, Kenalkan Komandan Upacara ke SBY

Cakrawala News – 08 Oktober 2026 | Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). Dalam momen puncak hut tni tahun ini, Prabowo meresmikan 204 satuan baru TNI, termasuk enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru, serta menganugerahkan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh dan perwira tinggi.

Prabowo bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara komandan upacara dijabat Letjen TNI Lucky Avianto, yang saat ini merupakan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III. Prabowo didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, para kepala staf angkatan, serta sejumlah pejabat negara lainnya.

Momen Prabowo Panggil Komandan Upacara dan Kenalkan ke SBY

Ada momen menarik di penghujung upacara. Usai sesi foto bersama, Prabowo terlihat memanggil Lucky Avianto. Presiden langsung menyodorkan tangan kanannya untuk menyalami jenderal bintang tiga tersebut.

Lucky yang tengah memegang pedang upacara buru-buru memasukkan pedangnya ke dalam sarung dan langsung memberi hormat kepada Prabowo. Setelah itu, ia menjabat tangan Presiden. Prabowo kemudian menepuk lengan kiri Lucky.

Tak berhenti di situ, Prabowo juga mengenalkan Lucky kepada Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam kesempatan itu, SBY sempat menanyakan jabatan sehari-hari Lucky, yang kemudian direspons dengan keterangan bahwa ia menjabat sebagai Pangkogabwilhan. Mendengar jawaban tersebut, SBY yang mengenakan baret berwarna hijau tua memberikan jempolnya kepada Lucky.

Setelah perkenalan itu, Prabowo terlihat berbincang akrab dengan SBY. Presiden ke-7, Joko “Jokowi” Widodo, terlihat mengikuti dari belakang. Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sempat berdiri di samping SBY, meski Jokowi tak terlihat mengajak Gibran berbincang.

Enam Kodam Baru dan 204 Satuan yang Diresmikan

Agenda utama dalam peringatan hut tni kali ini adalah peresmian 204 satuan baru TNI, yang terdiri atas enam Kodam baru beserta panglimanya. Dengan penambahan tersebut, total Kodam di seluruh wilayah Indonesia kini menjadi 27.

Enam Kodam baru itu meliputi Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah di Kepulauan Riau dengan panglima Mayjen Rionardo, Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha di Maluku Utara dengan panglima Mayjen Nefra Firdaus, Kodam XXVI/Mataram di Yogyakarta, Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah, Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Dengan mengucap bismillah, pada pagi hari ini, Senin, 5 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden RI dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI, terdiri dari atas enam komando daerah militer,” ungkap Prabowo di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap.

Selain enam Kodam baru, Prabowo turut meresmikan 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (BTP). Dengan demikian, jumlah BTP yang ada hingga Oktober 2026 telah mencapai 305 satuan. Kementerian Pertahanan menargetkan hingga 2029 nanti akan dibentuk 750 satuan.

Seragam PDU Baru Terinspirasi Beskap

Pada upacara hut tni tahun ini, TNI juga memperkenalkan Pakaian Dinas Upacara (PDU) 1 dengan desain baru yang terinspirasi dari beskap. Seragam itu dipakai oleh perwakilan tiga matra yang membacakan Sapta Marga, yakni Mayjen TNI Ahmad Fikri Musmar (Pangdiv 1 Kostrad), Laksa TNI Sumarji Bimoaji (Dankodaeral XIII), dan Marsda TNI Erwin Sugiandi (Pangkodau I).

Perbedaan mencolok terlihat pada bagian kerah dan ujung lengan. Kerah PDU baru ini memiliki garis berwarna keemasan dengan dasar merah di kanan dan kiri, sementara pada ujung lengan terdapat lingkaran emas. Warna dasar seragam tetap sama, yakni TNI AD hijau tua, TNI AL putih, dan TNI AU biru gelap.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menjelaskan filosofi di balik desain tersebut. Menurutnya, perubahan itu mengangkat kearifan lokal agar TNI memiliki ciri khas budaya Indonesia. “Filosofinya, jadi kita kebudayaan. Budaya, jadi kita lebih ke ini kan beskap ya, kearifan lokal supaya kita bisa mandirilah secara pakaian. Punya ciri khas bahwa pakaian yang digunakan oleh TNI secara budaya Indonesia mewakili, beskap kan, beskap,” kata Agus.

Agus juga menanggapi anggapan bahwa perubahan seragam PDU itu menunjukkan kemiripan dengan seragam tentara Korea Utara. Menurutnya, seragam tentara di Asia, terutama ASEAN, memang memiliki kemiripan satu sama lain. “Ya kan kita pakaian sama. Di Asia tuh pakaian hampir sama ya. Pakaian tuh hampir sama di ASEAN ya, hampir sama. Daerah-daerah lain kalau saya ke luar negeri juga hampir sama sih pakaiannya. Lagian kan dulu satu rumpun kan,” ujarnya.

Apresiasi dan Harapan untuk TNI

Peringatan hut tni tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”. Sejumlah pihak menyampaikan apresiasi atas pengabdian para prajurit.

Keluarga Besar Angkatan Muda Sisingamangaraja XII (AMS XII) mengucapkan selamat atas HUT ke-81 TNI. Ketua Umum DPP AMS XII Paulus Ronald Sinambela mengapresiasi keberanian, pengorbanan, dan pengabdian seluruh prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan bangsa serta keutuhan NKRI.

“Di usia ke-81 tahun ini, kami mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit TNI yang telah mengabdikan diri untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” kata Paulus.

Sementara itu, Sekjen DPP AMS XII Muhammad Sulton Hakim berharap TNI semakin profesional, tangguh, dan senantiasa dekat dengan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan seluruh elemen masyarakat demi menjaga persatuan dan keutuhan Indonesia.

Rangkaian peresmian satuan baru dan pengenalan seragam PDU menjadi penanda arah pengembangan organisasi TNI ke depan. Dengan target pembentukan 750 satuan hingga 2029, penambahan Kodam dan BTP akan terus menjadi sorotan publik, terutama terkait kesiapan personel, anggaran, serta dampaknya bagi pembangunan daerah di wilayah-wilayah baru.

Exit mobile version