Maruarar Sirait Akan Undang Prabowo ke Akad Massal 71 Ribu Rumah Subsidi di Malang

Maruarar Sirait Akan Undang Prabowo ke Akad Massal 71 Ribu Rumah Subsidi di Malang
Maruarar Sirait Akan Undang Prabowo ke Akad Massal 71 Ribu Rumah Subsidi di Malang

Cakrawala News – 28 Oktober 2026 | Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bakal undang Prabowo serah terima 71 ribu unit rumah subsidi serentak di Indonesia [titlebase] pada Desember 2026. Rencananya, akad massal dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) itu dipusatkan di Malang, Jawa Timur, dan pelaksanaannya akan disesuaikan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto.

Undangan tersebut disampaikan Maruarar secara langsung saat menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/10/2026). Ia mengaku sengaja datang ke istana untuk mengundang kepala negara menyaksikan proses akad yang disebutnya sebagai kegiatan serupa ketiga yang ia ikuti.

“Saya akan mengundang beliau untuk bulan Desember, nanti waktunya kita menyesuaikan. Sesudah kita akad rumah, itu kan sudah tiga kali ya,” ujar Maruarar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Menurut Maruarar, pemerintah telah menyiapkan pelaksanaan akad massal tersebut. Sebanyak 71.000 rumah subsidi akan diakadkan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, dengan Malang sebagai titik kegiatan utama.

Terbesar Dibanding Tiga Akad Sebelumnya

Rencana akad 71.000 unit pada Desember mendatang menjadi yang terbesar dibandingkan sejumlah kegiatan serupa yang telah digelar pemerintah sebelumnya. Maruarar menyebut rangkaian akad massal rumah subsidi telah berlangsung beberapa kali dalam periode terakhir.

Pada September 2025, pemerintah menggelar akad 26.000 rumah subsidi di Bogor, Jawa Barat. Selanjutnya, pada Desember 2025, sebanyak 50.000 rumah subsidi diakadkan di Serang, Banten. Kemudian, sekitar empat bulan sebelum pertemuan di istana, pemerintah kembali menggelar akad 62.000 rumah subsidi dengan skema FLPP di Batang, Jawa Tengah.

“Untuk bulan Desember di Malang, untuk 71.000 rumah yang diakadkan sekaligus di seluruh Indonesia, tapi titiknya ada di Malang,” kata Maruarar.

Selain membahas akad massal, pertemuan dengan Presiden Prabowo turut membahas perluasan akses kepemilikan rumah melalui program rumah subsidi. Pemerintah disebut terus mendorong pelaksanaan program tersebut agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah melalui skema pembiayaan yang terjangkau.

Program Bedah Rumah Naik Signifikan

Dalam laporannya kepada Presiden, Maruarar menyampaikan program bedah rumah mengalami peningkatan signifikan pada 2026. Jika tahun sebelumnya hanya 45 ribu unit, tahun ini jumlahnya ditingkatkan menjadi 400.000 rumah.

“Ini bagian program yang dibuat oleh negara, Presiden Prabowo itu, tahun lalu itu kita ada 45 ribu bedah rumah. Tahun ini ditingkatkan luar biasa menjadi 400 ribu rumah,” kata Maruarar usai pertemuan, Senin.

Peningkatan itu menempatkan program bedah rumah sebagai salah satu prioritas di sektor perumahan rakyat. Pemerintah menilai perbaikan rumah tidak layak huni menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

Genteng Majalengka dan Program Gentengisasi Asri

Dalam pertemuan yang sama, Maruarar juga melaporkan pengembangan industri genteng tanah liat berbasis UMKM di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Program ini mendorong pelaku usaha lokal meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memenuhi standar kualitas melalui pendampingan dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Menurut Maruarar, terdapat 34 UMKM yang telah lolos sertifikasi tersebut. Kelompok usaha itu menyiapkan 2,4 juta genteng tanah liat yang kualitasnya terjaga.

“Ada 34 UMKM yang sudah lolos SND, yaitu kriteria kehandalan, artinya dia sudah punya suatu sertifikasi yang kuat, lolos, uji, dan 34 ini menyiapkan 2,4 juta genteng, produk UMKM, genteng dari tanah liat sehingga kualitasnya itu terjaga,” jelas Maruarar.

Maruarar juga mengundang Presiden Prabowo untuk menyaksikan langsung proses pengiriman 2,4 juta genteng dari Majalengka pada November 2026. Pengiriman itu masuk dalam program Gentengisasi Asri dan dijadwalkan berlangsung pada 8 November dengan sekitar 600 truk.

“Untuk program Gentengisasi Asri, kita sudah siap 8 November untuk pengiriman 600 truk dan 2,4 juta genteng dari Majalengka. Dan semuanya sudah dicek dan punya sertifikasi SNI, jadi kualitasnya sudah teruji ya,” ujar dia.

Proses pengiriman genteng tersebut mendapat bantuan pendanaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB). Maruarar mengklaim pengiriman ini menjadi yang terbesar yang pernah dilakukan dan akan didistribusikan ke berbagai daerah di Jawa Barat.

“Jadi nanti teman-teman bayangkan, kalau satu truk itu kira-kira 5 meter, 5 meter dikali 600 ya 3 kilometer ya, tapi isinya adalah produk UMKM. Bisa kok UMKM kita kalau kita bina dengan baik, mereka mampu punya SNI dan berkualitas,” ungkapnya.

Pemerintah juga mendorong pemanfaatan produk lokal sesuai potensi daerah masing-masing. Langkah ini dinilai dapat memperkuat rantai pasok material perumahan sekaligus memberdayakan usaha kecil di daerah.

Yang Perlu Dicermati

Rencana Maruarar Sirait bakal undang Prabowo serah terima 71 ribu unit rumah subsidi serentak di Indonesia [titlebase] menjadi penanda bahwa program perumahan rakyat terus diperluas, baik dari sisi jumlah unit maupun cakupan wilayah. Skema FLPP disebut menjadi tulang punggung pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Ke depan, publik akan menantikan kepastian jadwal akad massal di Malang, mengingat pelaksanaannya bergantung pada agenda Presiden. Selain itu, realisasi pengiriman 2,4 juta genteng dari Majalengka pada 8 November serta konsistensi kualitas produk UMKM bersertifikat SNI akan menjadi indikator awal keberhasilan program Gentengisasi Asri.

Jika terealisasi sesuai rencana, rangkaian kegiatan ini tidak hanya berdampak pada kepemilikan rumah, tetapi juga pada penguatan industri material lokal dan pemberdayaan UMKM di daerah.

Exit mobile version