PAN Dukung Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, Zulhas Bicara Keadilan Akses Pendidikan

PAN Dukung Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, Zulhas Bicara Keadilan Akses Pendidikan
PAN Dukung Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, Zulhas Bicara Keadilan Akses Pendidikan

Cakrawala News – 22 September 2026 | Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menegaskan bahwa PAN dukung Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, Zulhas bicara keadilan akses pendidikan sebagai hak setiap warga negara. Pernyataan itu disampaikan Zulhas dalam sambutannya pada puncak perayaan HUT ke-28 PAN di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat malam, 18 September 2026, yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pidatonya, Zulhas menyoroti kesenjangan akses pendidikan yang masih terjadi di Indonesia. Menurutnya, pendidikan berkualitas tidak boleh menjadi barang mewah yang hanya bisa dinikmati kelompok tertentu.

“Pendidikan berkualitas tidak boleh menjadi kemewahan. Tidak boleh hanya menjadi milik mereka yang lahir di kota-kota besar, atau keluarga yang mampu saja. Tidak boleh ada diskriminasi dalam pendidikan. Pendidikan adalah hak untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa,” ujar Zulkifli Hasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas dalam kerangka menjawab pertanyaan tentang siapa yang akan memimpin Indonesia saat republik ini berusia 100 tahun pada 2045. Menurut dia, jawabannya ada pada generasi muda yang hari ini masih duduk di bangku sekolah dan kuliah.

Zulhas menilai masa depan Indonesia ditentukan oleh perlakuan negara terhadap generasi muda pada hari ini. Karena itu, ia menyebut pendidikan sebagai kunci utama untuk membangun kualitas manusia-manusia unggul, cerdas, inovatif, kreatif, dan mandiri.

“Kuncinya adalah pendidikan, membangun kualitas manusia-manusia unggul, cerdas, inovatif, kreatif, dan mandiri. Generasi yang mencintai bangsa dan negaranya, generasi yang memiliki integritas pribadi yang kuat,” katanya.

Dalam pidato yang sama, Zulhas menyapa para pelajar yang menerima beasiswa dari PAN. Ia menyebut mereka sebagai pemimpin masa depan. Menurutnya, pendidikan penting untuk membangun generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan, Zulhas menyatakan PAN mendukung program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Transformasi. Menurut dia, kedua program itu sejalan dengan cita-cita partai untuk memastikan anak muda Indonesia tidak hanya menjadi penonton perubahan dunia, melainkan menjadi pelakunya.

“Untuk itulah kita dukung Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda Transformasi. Kami ingin anak muda Indonesia tidak hanya menjadi penonton perubahan dunia. Mereka harus menjadi pelakunya. Muda, berdaya, dan mengubah Indonesia,” tuturnya.

Data dan Capaian Program

Dukungan PAN terhadap Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda disampaikan di tengah berjalannya kedua program tersebut. Sekolah Rakyat yang dijalankan Kementerian Sosial saat ini beroperasi di 166 titik rintisan di 34 provinsi dengan 15.954 siswa dari keluarga desil satu dan dua. Pada 2026, program ini ditargetkan menerima lebih dari 32.000 siswa baru menuju target 500 sekolah pada 2029.

Adapun Sekolah Garuda yang dijalankan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2025 telah menetapkan 42 SMA Unggul Garuda Transformasi hingga 2026. Rinciannya, 12 sekolah pada 2025 dan 30 sekolah baru pada 2026, dengan target 80 sekolah pada 2029.

Program ini juga menyalurkan Beasiswa Garuda kepada 379 penerima pada Gelombang I 2026 untuk melanjutkan studi sarjana di perguruan tinggi terbaik dunia. Beasiswa tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi pelajar berprestasi.

Selain membahas program pendidikan, Zulhas juga menyampaikan keluhan masyarakat mengenai tingginya biaya masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur mandiri. Menurutnya, laporan yang masuk kepada partai menyebut angka yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per mahasiswa.

Pada acara tersebut, Zulhas memperkenalkan siswa SMA Kebangsaan yang hadir sebagai tamu undangan. Para siswa tersebut pernah bertugas sebagai Paskibraka dan seluruhnya menerima beasiswa dari PAN. Kehadiran mereka ditampilkan sebagai bentuk konkret keberpihakan partai pada akses pendidikan, di luar dukungan terhadap program pemerintah.

Prabowo Puji Kepemimpinan Zulhas

Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam acara itu mengucapkan selamat ulang tahun kepada PAN. Ia mengaku merasa terhormat diundang untuk memperingati 28 tahun perjuangan partai tersebut.

“Saya merasa sangat terhormat diundang untuk memperingati 28 tahun perjuangan Partai Amanat Nasional. Selamat ulang tahun ke-28 Partai Amanat Nasional,” ujarnya.

Prabowo menyebut dirinya sulit berbicara karena hadir di tengah kawan seperjuangan yang setia. Ia lantas berterima kasih kepada PAN yang selalu setia mendukungnya. Dalam acara itu, Prabowo membacakan dua pantun yang menyinggung kiprah Zulhas sebagai Ketua Umum PAN serta perjalanan partai selama 28 tahun.

Pantun pertama berbunyi, “Matahari terbit cahayanya terang, burung bernyanyi di atas dahan, bersama Zulhas PAN terus berjuang, 28 tahun jaga amanah dan harapan.” Pantun kedua, “Pergi ke Lampung membeli mangga, singgah sebentar bertemu kawan, Partai PAN hebat Zulhas ketua umumnya, gerak cepat bantu rakyat untuk kemajuan.”

Dukungan PAN terhadap Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda menjadi bagian dari perdebatan yang lebih luas tentang pemerataan akses pendidikan di Indonesia. Program-program tersebut menyasar kelompok masyarakat yang selama ini kurang terjangkau layanan pendidikan berkualitas, mulai dari keluarga berpenghasilan rendah hingga pelajar berprestasi dari berbagai daerah.

Sejumlah pihak masih menantikan bagaimana implementasi kedua program itu di lapangan, terutama terkait pemerataan kualitas pengajaran, kesiapan tenaga pendidik, dan keberlanjutan pendanaan. Pertemuan tertutup antara Universitas Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Selasa malam, 15 September 2026, salah satunya membahas rencana pengalihan pengelolaan Sekolah Unggul Garuda yang saat ini berada di bawah Kemendiktisaintek ke URI.

Dengan dukungan politik yang dinyatakan PAN, isu keadilan akses pendidikan diproyeksikan tetap menjadi salah satu agenda utama menjelang periode Indonesia Emas 2045. Publik akan mencermati sejauh mana komitmen tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan dan anggaran yang berpihak pada perluasan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *