Pemerintahan Trump Kecam Ford atas Kerja Sama Bisnis dengan Tiongkok, Ford Merespons Keras

Pemerintahan Trump Kecam Ford atas Kerja Sama Bisnis dengan Tiongkok, Ford Merespons Keras
Pemerintahan Trump Kecam Ford atas Kerja Sama Bisnis dengan Tiongkok, Ford Merespons Keras

Cakrawala News – 13 September 2026 | Pemerintahan Trump kecam Ford atas kerja sama bisnis dengan Tiongkok [titlebase] dalam sebuah surat resmi yang menyoroti kedekatan produsen otomotif asal Dearborn itu dengan sejumlah perusahaan Tiongkok. Kecaman tersebut diungkapkan Menteri Transportasi Amerika Serikat Sean P. Duffy melalui surat kepada CEO Ford Jim Farley tertanggal 3 September yang baru-baru ini dipublikasikan, sebagaimana dilaporkan Carscoops, Jumat (11/9) waktu setempat. Ketegangan ini muncul hanya beberapa waktu sebelum pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada akhir bulan ini.

Dalam suratnya, Duffy menyampaikan “keprihatinan mendalam” mengenai “arah strategis Ford”. Ia mengeklaim bahwa merek otomotif bersejarah tersebut “secara aktif mengaitkan masa depannya dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang didukung negara”. Tudingan itu memicu respons keras dari Ford, yang selama ini terus menyebut dirinya sebagai “produsen otomotif paling Amerika”.

Hubungan dengan CATL dan Geely Jadi Sorotan

Hubungan Ford dengan produsen baterai Tiongkok CATL tampaknya menjadi salah satu hal yang membuat pemerintahan Trump keberatan. Kesepakatan lisensi yang pertama kali ditandatangani pada 2023 itu memungkinkan Ford memproduksi baterai kendaraan listrik (EV) menggunakan teknologi kimia milik CATL. Namun, penurunan permintaan EV baru-baru ini di AS mendorong Ford mulai merakit sel lithium iron phosphate (LFP) menggunakan teknologi CATL untuk sistem penyimpanan energi.

Duffy menilai langkah tersebut tetap bermasalah meski kapasitasnya telah dikurangi. “Prioritas terhadap keahlian teknis dan pengetahuan operasional Tiongkok yang diimpor, bahkan dalam kapasitas yang telah dikurangi, menantang semangat kebijakan keamanan nasional dan ekonomi Amerika serta kebijakan kemandirian rantai pasok,” tulis Duffy dalam suratnya.

Menteri Transportasi AS itu juga mempersoalkan kesepakatan terbaru Ford dengan Geely di Spanyol. Menurut Duffy, kerja sama tersebut “membantu lawan strategis mendapatkan pijakan penting di pasar Barat”. Surat itu juga menyinggung pembicaraan yang masih berlangsung antara Ford dan BYD untuk berbagi komponen kendaraan hibrida.

“Ketika sebuah perusahaan dengan sengaja memilih untuk memperdalam ketergantungan operasional pada pesaing strategis, perusahaan tersebut gagal bertindak sebagai mitra yang dapat diandalkan oleh masyarakat Amerika dan Departemen Transportasi AS (DOT),” tambah Duffy.

Trump Isyaratkan Sikap Terbuka, tapi Bersyarat

Menariknya, sikap pemerintahan Trump terhadap keterlibatan perusahaan Tiongkok di pasar otomotif AS tidak sepenuhnya tertutup. Dalam wawancara televisi yang ditayangkan Jumat (11/9), Presiden Donald Trump mengatakan sebuah perusahaan otomotif Tiongkok dapat memproduksi kendaraan listrik di Amerika Serikat dengan syarat mempekerjakan tenaga kerja Amerika.

Trump menegaskan perlunya melanjutkan kebijakan efektif untuk membatasi masuknya mobil Tiongkok impor. Namun, ia menyampaikan bahwa jika Tiongkok ingin masuk dan membuka pabrik untuk memproduksi mobil mereka di AS, dia tidak keberatan.

“Jepang melakukannya, tetapi mereka mempekerjakan tenaga kerja kami. Yang terpenting adalah mereka mempekerjakan tenaga kerja kami,” kata Trump kepada Fox News, sebagaimana dikutip Antara.

Dalam wawancara tersebut, Trump mengatakan hal yang tidak diinginkannya adalah perusahaan Tiongkok memproduksi kendaraan dengan biaya murah di Meksiko kemudian mengirimkannya ke Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan sekitar dua pekan sebelum rencana pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Washington.

Penolakan dari Produsen dan Anggota Parlemen AS

Pernyataan Trump muncul di tengah penolakan kuat dari produsen otomotif dan anggota parlemen AS terhadap pembukaan pasar Amerika bagi BYD Co., produsen kendaraan listrik terbesar China, serta perusahaan sejenis lainnya. Sekitar tiga bulan lalu, Departemen Pertahanan AS memasukkan BYD dan sejumlah perusahaan China terkemuka lainnya ke dalam daftar panjang entitas yang diyakini bekerja sama dengan militer China.

Di sisi lain, Trump kembali menegaskan bahwa ia memiliki hubungan yang sangat baik dengan Xi Jinping. “Fakta bahwa kami dapat berhubungan baik merupakan hal yang baik. Kami sekarang memiliki hubungan yang sangat baik dengan China. Dulu kami memiliki hubungan yang tidak menyenangkan dengan China, tetapi sekarang kami memiliki hubungan yang baik dengan China,” katanya.

Dinamika ini menunjukkan bahwa isu kerja sama bisnis dengan Tiongkok menjadi salah satu titik sensitif dalam hubungan Washington dan Beijing menjelang pertemuan puncak kedua pemimpin. Pemerintahan Trump kecam Ford atas kerja sama bisnis dengan Tiongkok [titlebase] sebagai bagian dari tekanan politik terhadap perusahaan-perusahaan AS yang dinilai terlalu bergantung pada rantai pasok Tiongkok.

Dampak bagi Industri Otomotif dan Hubungan AS-Tiongkok

Ketegangan antara pemerintahan Trump dan Ford menyoroti persoalan yang lebih luas: bagaimana perusahaan otomotif AS menyeimbangkan efisiensi biaya dan teknologi dengan tekanan politik untuk mengurangi ketergantungan pada Tiongkok. Ford, yang memposisikan diri sebagai produsen otomotif paling Amerika, kini berada di posisi sulit karena strategi elektrifikasinya membutuhkan teknologi baterai yang saat ini dikuasai perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Surat Duffy menyoroti bahwa kebijakan keamanan nasional dan ekonomi AS menjadi dasar keberatan pemerintah. Namun, pernyataan Trump yang terbuka bagi investasi pabrik Tiongkok di AS asalkan mempekerjakan tenaga kerja lokal menunjukkan bahwa pendekatannya tidak sepenuhnya menutup pintu, melainkan bersyarat.

Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah hasil pertemuan Trump dan Xi Jinping pada akhir bulan ini. Apakah isu kerja sama bisnis Ford dengan perusahaan Tiongkok akan menjadi salah satu topik pembahasan, dan bagaimana respons Ford selanjutnya terhadap tekanan dari pemerintahan Trump. Pemerintahan Trump kecam Ford atas kerja sama bisnis dengan Tiongkok [titlebase] menjadi salah satu indikator bagaimana kebijakan ekonomi dan keamanan AS diuji di tengah persaingan teknologi dengan Beijing.

Bagi industri otomotif global, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa tekanan geopolitik semakin memengaruhi keputusan bisnis perusahaan-perusahaan besar. Keputusan Ford untuk tetap melanjutkan kemitraan teknologi dengan CATL, Geely, dan potensi kerja sama dengan BYD akan terus menjadi sorotan publik AS maupun pasar internasional dalam beberapa bulan mendatang.

Exit mobile version