Cakrawala News – 14 September 2026 | Persebaya hari ini menjadi sorotan setelah menetapkan target tinggi menjuarai BRI Super League 2026/2027 bertepatan dengan perjalanan menuju usia 100 tahun klub. Ambisi itu disampaikan Direktur Operasional Persebaya, Candra Wahyudi, di tengah momentum kemenangan tipis 1-0 atas PSIM Yogyakarta pada laga kandang di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (13/9/2026) malam.
Kemenangan tersebut mengunci tiga poin bagi Bajol Ijo lewat gol tunggal Alex Martins pada menit ke-81. Hasil ini membuat Persebaya belum terkalahkan sampai pekan kedua dengan koleksi empat poin dari sekali menang dan sekali imbang, menempatkan mereka di posisi ketujuh klasemen sementara. Sementara PSIM berada di peringkat ke-12 dengan satu poin.
Ambisi Satu Abad Persebaya
Dalam sesi Champions Stage rangkaian Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Center, Candra Wahyudi menegaskan manajemen tidak ingin mengulang pencapaian dua musim terakhir yang hanya berhenti di empat besar. Menurutnya, musim ini menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan usia ke-100 tahun Persebaya.
“Musim ini akan jadi musim yang sangat fenomenal bagi Persebaya karena akan menjadi musim ke-100 tahun usia Persebaya. Kami di manajemen punya target tinggi tahun ini,” kata Candra.
Ambisi tersebut mendapat suntikan kepercayaan diri setelah Persebaya mengangkat trofi Piala Presiden 2026. Gelar pramusim itu dinilai menjadi sinyal positif kesiapan skuad asuhan Bernardo Tavares. Namun Candra mengingatkan bahwa keberhasilan di turnamen pramusim belum bisa dijadikan tolok ukur mutlak untuk kompetisi panjang.
“Minimal di hasil Piala Presiden kemarin, kami bisa mengukur kemampuan kami. Seharusnya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. Dalam forum tersebut, Persebaya berbagi panggung dengan perwakilan klub lain seperti Persib Bandung, Bogor Hornbills, Jakarta LavAni, dan Jakarta Pertamina Enduro.
PR yang Dibongkar Tavares
Meski meraih kemenangan, Pelatih Bernardo Tavares menilai timnya belum tampil sempurna. Ia menyoroti sejumlah pekerjaan rumah mulai dari kondisi fisik pemain, efektivitas serangan, distribusi bola, hingga pengambilan keputusan ketika sudah unggul.
“Ini pertandingan kandang pertama kami di Super League. Saya melihat hal-hal positif, tetapi saya juga melihat hal-hal yang perlu kami benahi agar menjadi tim yang lebih baik,” ujar Tavares seusai pertandingan.
Sorotan utama tertuju pada kondisi Alex Martins. Penyerang tersebut baru pulih dari cedera dan belum berada pada level kebugaran 100 persen. Meski mampu menjadi pembeda dengan mencetak gol, performanya mulai menurun setelah sekitar 30-35 menit.
“Alex baru pulih dari cedera. Kondisi fisiknya belum 100 persen. Kami perlu melakukannya secara bertahap,” kata Tavares. Ia bahkan menyebut Alex mulai merasakan ketegangan pada ototnya sehingga tidak ingin memaksakan sprint, dan pelatih memilih mengambil langkah hati-hati agar kondisi sang pemain tidak kembali bermasalah.
Pemain anyar Persebaya, Saddil Ramdani, juga dinilai masih membutuhkan waktu. Saddil belum mendapatkan banyak menit bermain bersama Persib sebelumnya dan hanya tampil beberapa menit bersama Timnas Indonesia.
“Saddil juga belum 100 persen. Dia sekarang sedang mengenal rekan-rekan timnya, mengenal tim, serta memahami skema permainan,” jelasnya.
Kesulitan Menembus 10 Pemain PSIM
Masalah lain terlihat ketika Persebaya menghadapi PSIM yang bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-50. Gelandang PSIM, Adrian Purzycki, terkena kartu merah. Secara matematis Bajol Ijo memiliki keunggulan jumlah pemain, tetapi justru kesulitan membongkar pertahanan lawan.
Menurut Tavares, PSIM memilih mempersempit ruang dan menumpuk pemain di area pertahanan. Situasi itu membuat Persebaya harus bekerja ekstra keras untuk menemukan celah.
“Kadang lebih sulit bermain melawan 10 pemain. Tim yang menyisakan 10 pemain akan menutup ruang dan fokus bertahan,” ungkapnya.
Kemenangan ini juga memperpanjang rekor pertemuan kedua tim menjadi enam kali. Persebaya kini mencatatkan empat menang, sekali kalah, dan sekali imbang saat melawan PSIM. Gol Alex Martins menjadi kontribusi perdana baginya di laga resmi untuk Persebaya.
Ke depan, Persebaya akan kembali bersaing pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. Klub-klub dengan basis suporter besar seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya, PSM Makassar, dan Arema FC dijadwalkan kembali turun ke lapangan. Setiap hasil pekan ketiga berpotensi memengaruhi posisi klub dalam persaingan klasemen sementara.
Konteks Naturalisasi Taisei Marukawa
Di luar lapangan, nama mantan pemain Persebaya, Taisei Marukawa, ikut mencuat. Winger Dewa United asal Jepang itu dikabarkan sedang menjalani proses naturalisasi untuk mendapatkan status Warga Negara Indonesia (WNI). Proses tersebut disebut dikebut agar Marukawa bisa didaftarkan sebagai pemain lokal.
Peluang Marukawa mengajukan naturalisasi telah terbuka sejak akhir musim 2025/2026. Dari sisi masa tinggal, pemain kelahiran Hiroshima itu telah berkarier di Indonesia lebih dari lima tahun sejak bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 2021.
Bersama Persebaya pada musim 2021/2022, Marukawa mencetak 17 gol dan 10 assist dari 32 pertandingan. Ia lalu melanjutkan karier di PSIS Semarang dengan torehan tujuh gol dan tujuh assist dari 33 laga pada 2022/2023, serta empat gol dan 11 assist dari 30 pertandingan pada 2023/2024. Performanya menurun bersama Dewa United dengan empat gol dan delapan assist dari 34 laga pada 2024/2025, lalu tiga gol dan empat assist dari 28 pertandingan pada 2025/2026.
Dari sisi administratif, Marukawa disebut telah memenuhi salah satu persyaratan naturalisasi biasa berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, yakni telah bertempat tinggal di wilayah Indonesia paling singkat lima tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut.
Bagi Persebaya, kombinasi ambisi juara, pekerjaan rumah yang diakui Tavares, dan dinamika pemain di sekitarnya menjadi gambaran bahwa perjalanan menuju musim ke-100 tidak akan berjalan mudah. Konsistensi di laga-laga berikutnya, terutama saat menghadapi tim yang bertahan rapat, akan menjadi ujian nyata bagi keseriusan target yang telah dicanangkan manajemen.








