Hukum  

Polisi Kantongi Dugaan Pemicu Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan, Diduga Human Error

Polisi Kantongi Dugaan Pemicu Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan, Diduga Human Error
Polisi Kantongi Dugaan Pemicu Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan, Diduga Human Error

Cakrawala News – 12 September 2026 | Polisi terus mengusut kecelakaan maut BYD M6 di Kembangan, polisi kantongi dugaan pemicunya berupa kelalaian pengemudi atau human error. Kecelakaan beruntun yang menewaskan tiga orang dan melukai empat orang itu terjadi di Jalan Kembang Kerep, Kembangan, Jakarta Barat, pada Sabtu, 5 September 2026. Dugaan awal ini disampaikan pihak kepolisian setelah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan awal dari sejumlah pihak.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, Komisaris Polisi Reza Hafiz Gumilang, menyatakan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih didalami. Menurutnya, dugaan sementara mengarah pada faktor manusia dan kendaraan yang lepas kendali.

“Dugaan awal, human error, out of control. Namun masih perlu didalami kembali,” kata Reza saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Pernyataan senada juga disampaikan dalam keterangan terpisah. Polisi menyebut dugaan human error masih bersifat sementara dan belum bisa dijadikan kesimpulan akhir. Penyidik belum menetapkan tersangka karena proses pemeriksaan terhadap para pihak yang terlibat belum dapat dilakukan secara intensif.

Korban Luka Masih Dirawat, Pemeriksaan Tertunda

Reza menjelaskan bahwa empat korban luka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kondisi tersebut membuat polisi belum bisa meminta keterangan secara mendalam dari para korban maupun pihak lain yang terlibat dalam kecelakaan.

“Saat ini masih menunggu para pihak yang terlibat laka, karena masih dirawat di RS. Setelah dinyatakan sehat oleh dokter, akan kami periksa intensif,” tutur Reza.

Polisi menegaskan bahwa penetapan status hukum, termasuk kemungkinan tersangka, baru akan dilakukan setelah seluruh pihak menjalani pemeriksaan. Selama proses itu berjalan, penyidik mengumpulkan bukti dari lokasi kejadian, keterangan saksi, serta data pendukung lainnya.

Kronologi Kecelakaan Beruntun

Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula ketika minibus BYD bernomor polisi B 2703 BNA yang dikemudikan Karsono melaju dari arah selatan menuju utara. Saat tiba di dekat turunan Jembatan Kembang Kerep, kendaraan tersebut menabrak bagian belakang minibus Kijang Innova B 1277 UIH yang dikemudikan Hadi Wibawa.

Kerasnya benturan membuat Kijang Innova terdorong ke depan hingga menghantam Toyota Fortuner L 1021 BAD. Fortuner yang terkena dampak kemudian bergerak ke kanan, dan bagian sisi kirinya mengenai sepeda motor Honda Vario yang melaju di sisi kiri jalan.

Setelah menghantam kendaraan di depannya, mobil listrik itu disebut sempat terpental ke arah kanan hingga menabrak tiang lampu jalan sampai roboh. Insiden ini melibatkan tiga mobil dan dua sepeda motor, dengan tiga korban meninggal dunia yang merupakan satu keluarga pengendara motor.

BYD Buka Suara

PT BYD Motor Indonesia menyatakan turut prihatin atas kecelakaan tersebut. Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan bahwa penyebab kecelakaan masih dalam proses investigasi kepolisian. Ia meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Perihal penyebab kejadian, kami belum mendapatkan informasi terbaru. Namun menurut informasi saat ini masih dalam proses investigasi di kepolisian setempat,” kata Luther.

Luther juga menyampaikan belasungkawa dan meminta publik menunggu hasil investigasi. Pernyataan ini disampaikan menyusul beredarnya rumor di media sosial mengenai dugaan gangguan sistem pada mobil listrik tersebut.

Rumor di Media Sosial dan Sikap Kepolisian

Sebelumnya, kecelakaan ini menjadi perbincangan di media sosial. Sebuah akun X menarasikan bahwa MPV listrik BYD M6 mengalami error sehingga rem tidak berfungsi, kendaraan terus melaju, lalu menabrak trotoar dan tiang listrik. Narasi itu juga menyebut jumlah korban yang tidak sesuai dengan data kepolisian.

Namun, penuturan saksi mata di sekitar lokasi belum bisa memastikan penyebab utama kecelakaan, apakah akibat kegagalan fungsi rem, kesalahan manusia, atau kendala teknis pada mobil. Polisi belum memastikan adanya masalah pada sistem kendaraan listrik tersebut.

Dalam mengusut kecelakaan maut BYD M6 di Kembangan, polisi kantongi dugaan pemicunya, tetapi penyidik menekankan bahwa dugaan itu masih perlu diuji melalui pemeriksaan saksi, korban, dan ahli. Masyarakat diimbau tidak menyimpulkan sendiri berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya

Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka. Pemeriksaan intensif baru akan dilakukan setelah para korban luka dinyatakan sehat oleh dokter. Selain itu, penyidik masih mendalami kemungkinan faktor teknis pada kendaraan yang terlibat.

Perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan para pihak, keterangan saksi, serta analisis teknis kendaraan. Publik diharapkan mengikuti informasi dari sumber resmi agar tidak terjebak hoaks yang dapat memperkeruh suasana.

Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan mobil listrik dan menimbulkan korban jiwa. Apa pun hasil akhirnya, proses hukum yang transparan dan berbasis bukti menjadi kunci untuk memastikan keadilan bagi para korban dan keluarga.

Exit mobile version