PSSI Kolaborasi dengan Ajax Amsterdam, Fokus Pertukaran Pelatih dan Talenta Muda

PSSI Kolaborasi dengan Ajax Amsterdam, Fokus Pertukaran Pelatih dan Talenta Muda
PSSI Kolaborasi dengan Ajax Amsterdam, Fokus Pertukaran Pelatih dan Talenta Muda

Cakrawala News – 14 September 2026 | PSSI kolaborasi dengan Ajax Amsterdam, fokus pertukaran pelatih menjadi salah satu agenda utama dalam kerja sama strategis yang resmi diperkenalkan pada rangkaian Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dilakukan oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi bersama CEO AFC Ajax Menno Geelen, didampingi Head of Football Partnerships AFC Ajax Corne Groenendijk.

Kerja sama ini membuka jalan bagi pelatih dan talenta muda Indonesia untuk menimba ilmu di Amsterdam. Menurut Erick Thohir, program tersebut akan lebih diarahkan pada pengembangan pelatih dan pemain level elite, berbeda dengan kerja sama PSSI bersama Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) yang selama ini menyasar sepak bola akar rumput.

Fokus pada Pelatih dan Talenta Elite

Erick menjelaskan, PSSI akan mengidentifikasi pelatih potensial di Tanah Air untuk kemudian mengikuti program pengembangan bersama Ajax. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki perspektif yang berbeda karena menyasar tim elite.

Tentu kerja sama dengan Ajax ini perspektifnya agak berbeda. Kerja sama ini lebih ke tim elite-nya, di mana nanti kita akan mencari pelatih-pelatih yang baik, nanti akan dikerjasamakan ke Ajax.

Selain pelatih, sejumlah pemain muda Indonesia juga berpeluang diterbangkan ke Amsterdam untuk menjalani latihan bersama klub berjuluk De Godenzonen tersebut. Menurut Erick, Ajax nantinya dapat memilih pemain-pemain tersebut untuk masuk ke dalam talent pool mereka.

Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemain muda Indonesia ke depan. Erick menilai Ajax memiliki pengalaman panjang dalam pembangunan talenta dan kepelatihan, dengan banyak pelatih serta pemain lulusan klub itu yang mendunia bahkan menjadi legenda di berbagai negara.

Sinergi dengan Jordi Cruyff

Erick juga menyoroti keterlibatan Direktur Teknik Ajax Jordi Cruyff yang saat ini menjadi salah satu penasihat teknis Timnas Indonesia. Menurutnya, hal tersebut memperkuat sinergi antara kedua pihak dalam pengembangan sepak bola nasional.

Dan kebetulan juga Jordi Cruyff sama-sama menjadi penasihat teknis Timnas kita. Jadi ini sinergi yang saya rasa sangat positif dan baik.

Sementara itu, CEO Ajax Amsterdam Menno Geelen menyambut positif kerja sama dengan PSSI. Ia merasa terhormat bisa bekerja sama dan menilai Indonesia memiliki banyak talenta potensial yang bisa dikembangkan. Sejauh ini, Ajax telah menjalin kolaborasi serupa dengan sejumlah klub dari Meksiko, Austria, Italia, Spanyol, Yunani, Uzbekistan, hingga Jepang.

Durasi Kerja Sama dan Pemantauan Pemain

Kerja sama antara PSSI dan Ajax Amsterdam akan berlangsung mulai Januari 2027 dengan durasi kontrak selama satu tahun. Erick menyatakan bahwa kesepakatan tersebut akan dievaluasi sebelum kemungkinan diperpanjang dengan kerja sama yang lebih panjang.

Menurut Erick, Ajax akan memantau pemain muda Indonesia yang nantinya akan dikembangkan ke Belanda. PSSI juga disebut telah menjalin kolaborasi dengan Ajax sejak awal Januari 2026, meski prosesi penandatanganan baru dilaksanakan dalam ajang ISS 2026.

Dalam konteks yang lebih luas, PSSI kolaborasi dengan Ajax Amsterdam, fokus pertukaran pelatih dan pembinaan talenta muda ini melengkapi hubungan yang telah terbangun dengan KNVB. Kedua program tersebut disebut saling melengkapi, dengan KNVB menyasar pembibitan pemain muda di level akar rumput, sedangkan Ajax menyasar pengembangan pelatih dan pemain pada level elite.

Langkah ini menjadi salah satu upaya PSSI memperluas jejaring pengembangan sepak bola nasional. Dengan melibatkan klub yang memiliki tradisi panjang dalam pembinaan, Indonesia berharap dapat mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di dunia sepak bola, baik di jajaran pelatih maupun pemain.

Ke depan, perhatian akan tertuju pada proses identifikasi pelatih potensial, mekanisme pemilihan pemain muda yang akan dikirim ke Amsterdam, serta bagaimana program yang berjalan mulai Januari 2027 tersebut dievaluasi. Keberhasilan kerja sama ini akan sangat bergantung pada implementasi di lapangan dan kesinambungan program dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *