Raphinha ke Timnas Brasil di Tengah Kekhawatiran Barcelona dan Absennya dari Nominasi Ballon d’Or 2026

Raphinha ke Timnas Brasil di Tengah Kekhawatiran Barcelona dan Absennya dari Nominasi Ballon d'Or 2026
Raphinha ke Timnas Brasil di Tengah Kekhawatiran Barcelona dan Absennya dari Nominasi Ballon d'Or 2026

Cakrawala News – 22 September 2026 | Penyerang Barcelona, Raphinha, bergabung dengan Timnas Brasil untuk rangkaian tiga laga amfif di Asia dalam kondisi performa terbaiknya, tetapi justru meninggalkan Barcelona yang dilanda kekhawatiran. Bersama Brasil, ia akan menjalani perjalanan sekitar 35.000 kilometer untuk menghadapi Australia dua kali dan India, sementara Barcelona cemas kehilangan pemain paling menentukan mereka akibat kelelahan atau cedera.

Brasil dijadwalkan menghadapi Australia di Townsville pada 25 September dan di Brisbane pada 29 September, sebelum menutup tur di Kolkata melawan India pada 3 Oktober. Rangkaian pertandingan ini digelar pada jeda internasional yang diperpanjang dan, menurut laporan, memiliki tujuan komersial yang jelas untuk menghasilkan pendapatan.

Kekhawatiran Barcelona bukan tanpa alasan. Raphinha sedang menikmati performa terbaik dalam kariernya dengan torehan 14 gol dan tiga assist pada awal musim ini. Ia menjadi motor utama lini serang Blaugrana dan kehilangan sosoknya karena kelelahan atau cedera akan menjadi pukulan besar bagi rencana klub.

Barcelona baru akan kembali bermain pada 10 Oktober melawan Getafe. Secara teori, ada waktu bagi Raphinha untuk pulih dari perjalanan panjang ke Asia sebelum menghadapi jadwal padat pada Oktober. Namun, pengalaman pahit di masa lalu membuat klub tetap waspada.

Raphinha pernah mengalami cedera hamstring pada akhir Maret saat Brasil menghadapi Prancis dalam laga persahabatan di Boston. Cedera itu membuatnya absen pada momen krusial musim lalu, termasuk perempat final Liga Champions. Barcelona tersingkir dari kompetisi tersebut dan kehilangan sosok yang selama tiga tahun terakhir menjadi nyawa tim.

Performa Kontras dengan Vinicius Junior

Pemanggilan Raphinha juga menyoroti kontras antara dirinya dan Vinicius Junior. Keduanya merupakan penyerang Brasil paling menonjol di Eropa saat ini, tetapi datang ke Timnas dengan kondisi yang berlawanan. Vinicius tampil sebagai pemain utama Brasil di Piala Dunia dengan empat gol dan satu assist, namun produksinya menurun drastis bersama Real Madrid. Di semua kompetisi yang dijalani klubnya, ia baru mencetak satu gol dan tiga assist, sementara Kylian Mbappe mengambil alih peran utama di lini serang Madrid.

Sebaliknya, Raphinha justru mencatatkan rekor ofensif bersama Barcelona. Ia memimpin statistik di liga nasional dan disebut sebagai pemain dengan keterlibatan gol terbanyak di seluruh Eropa pada awal musim ini. Perjalanan kariernya berbanding terbalik dengan Vinicius: gagal bersinar di Piala Dunia karena cedera, lalu meledak bersama klub.

Absen dari Nominasi Ballon d’Or 2026

Di tengah performa gemilangnya, Raphinha tidak masuk dalam nominasi Ballon d’Or 2026. Keputusan itu dinilai sulit dipahami karena ia baru saja mencetak hat-trick ke gawang Sevilla dan mengoleksi 12 gol dalam tujuh pertandingan awal musim. Namun, penilaian Ballon d’Or 2026 didasarkan pada performa sepanjang musim 2025-26 dan Piala Dunia 2026, bukan penampilan pada awal musim baru.

Raphinha memasuki musim 2025-26 dengan modal luar biasa setelah mencatat 60 kontribusi gol dalam 57 pertandingan pada 2024-25 dan finis di posisi kelima pemilihan sebelumnya. Akan tetapi, masalah hamstring mengganggu perjalanannya. Ia hanya menghasilkan 29 kontribusi gol dalam 33 pertandingan dan melewatkan 24 laga bersama Barcelona maupun Brasil.

Dampaknya terasa pada pertandingan besar. Ia hanya bermain 29 menit dalam El Clasico dan absen saat Barcelona menghadapi Atletico Madrid di perempat final Liga Champions. Piala Dunia 2026, yang menjadi faktor penting dalam penentuan Ballon d’Or, juga tidak berjalan sesuai harapan. Raphinha hanya tampil dalam dua pertandingan pertama Brasil sebelum cedera kambuh saat menghadapi Haiti, dan Brasil tersingkir di babak 16 besar setelah kalah dari Norwegia.

Meski mengakui keputusan itu terasa tidak adil, Raphinha tetap memberikan dukungan kepada rekan setimnya, Lamine Yamal, yang masuk dalam daftar kandidat dan dianggap memiliki alasan kuat untuk memenangkan penghargaan tersebut.

Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya

Bagi Barcelona, prioritas utama adalah memastikan Raphinha kembali dari tur Asia dalam kondisi fit. Jadwal Oktober yang berat menanti, dan pengalaman cedera hamstring pada Maret lalu menjadi peringatan bahwa bebannya tidak bisa diabaikan.

Bagi Raphinha sendiri, tiga laga amfif melawan Australia dan India menjadi peluang menjaga ketajaman sekaligus menegaskan bahwa performa terbaiknya bukan sekadar kebetulan. Jika ia mampu melewati rangkaian pertandingan ini tanpa masalah fisik, Barcelona dan Timnas Brasil sama-sama akan menuai keuntungan dari sosok yang tengah berada di puncak kariernya.

Exit mobile version