Cakrawala News – 19 Oktober 2026 | PSMS Medan gagal menang di menit akhir, Eko Purdjianto buka suara setelah timnya ditahan imbang 1-1 oleh Semen Padang dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (17/10/2026). Ayam Kinantan sudah berada di ambang kemenangan tandang, namun gol penyama kedudukan di detik-detik terakhir memaksa mereka pulang dengan satu poin saja.
Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Kedua tim tampil relatif berimbang dan sama-sama kesulitan menembus rapatnya pertahanan lawan. Kebuntuan bertahan hingga waktu normal babak kedua berakhir, sebelum drama terjadi pada masa tambahan waktu.
PSMS Medan akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-90+5 melalui Javier Siverio. Penyerang asal Spanyol itu memanfaatkan bola muntah hasil sepakan M. Zaki Alim yang membentur mistar gawang. Bola pantulan tersebut langsung disambut sundulan Siverio, sementara kiper Semen Padang, Ikram Algiffari, tidak mampu mengantisipasi laju bola.
Gol tersebut sempat membuat kubu PSMS bersorak. Keunggulan itu seharusnya menjadi modal untuk mengamankan tiga poin penuh. Namun, situasi berubah ketika Ikram Algiffari mengalami cedera dan harus meninggalkan lapangan. Karena jatah pergantian pemain sudah habis, Semen Padang terpaksa melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain.
Justru dalam kondisi itu, tuan rumah terus menggempur pertahanan PSMS. Pada menit ke-90+14, Ari Maring yang berada bebas di luar kotak penalti melepaskan tandukan spekulatif ke arah gawang. Bola meluncur masuk setelah gagal dihalau kiper PSMS, M. Natshir. Skor berubah 1-1 dan bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Perbedaan versi soal waktu gol penyama kedudukan muncul dari sejumlah laporan. Sebagian menyebut gol Ari Maring tercipta pada menit ke-90+14, sementara laporan lain mencatatnya pada menit ke-90+15. Perbedaan itu tidak mengubah hasil akhir laga yang tetap imbang 1-1.
Eko Purdjianto Soroti Hilangnya Konsentrasi
Pelatih kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap hasil tersebut. Menurutnya, hilangnya konsentrasi pemain di detik-detik krusial menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera dibenahi.
“Kita sempat unggul, pada menit akhir kita kebobolan. Sangat disayangkan, tapi inilah sepak bola,” ujar Eko seusai pertandingan.
Eko menegaskan para pemainnya wajib menjaga fokus sepanjang 90 menit, bukan hanya ketika sedang mengejar gol atau mempertahankan keunggulan. Ia mengingatkan skuadnya agar tidak mudah kehilangan konsentrasi dalam situasi apa pun di lapangan.
“Kita tanamkan ke pemain harus fokus sepanjang pertandingan sampai menit terakhir. Ke depannya akan kita perbaiki untuk menghadapi PSIS Semarang,” tambahnya.
Selain soal konsentrasi, pelatih berpengalaman itu menyoroti situasi menjelang lahirnya gol penyama kedudukan. Ia menilai jalannya pertandingan sempat terganggu karena laga terhenti cukup lama akibat insiden cedera yang melibatkan kiper Semen Padang.
“Gol terjadi saat insiden kiper cedera. Tadi pemain saat insiden pertandingan sempat berhenti lama. Makanya, di awal pertandingan itu saya selalu beritahu ke pemain bahwa harus fokus dari menit awal sampai akhir,” jelas Eko.
Kekecewaan juga disampaikan bek PSMS, Azis Hutagalung. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya sepanjang pertandingan.
“Kami mengapresiasi semua teman-teman yang berjuang dari awal hingga akhir pertandingan. Tadi kita hampir menang, tapi inilah sepak bola, menit terakhir yang menentukan,” ujar Azis.
Dampak pada Papan Klasemen
Hasil imbang ini membuat PSMS Medan gagal membawa tiga poin penuh. Tambahan satu poin tidak mengubah posisi Ayam Kinantan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan total 11 poin.
Bagi Semen Padang, hasil ini setidaknya menyelamatkan satu poin di tengah situasi sulit akibat kehilangan kiper utama mereka di akhir laga. Sementara itu, PSMS harus segera berbenah karena laga berikutnya sudah menanti melawan PSIS Semarang.
Insiden menit akhir ini menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, keunggulan tipis di masa tambahan waktu tetap menuntut kewaspadaan penuh. Konsistensi fokus hingga peluit terakhir akan menjadi kunci bagi PSMS Medan jika ingin mengamankan poin maksimal pada pertandingan selanjutnya.
