Cakrawala News – 03 Oktober 2026 | Sah, ketua KWP berganti dari Ariawan ke Rafiq Panjaitan dalam forum sidang pemilihan yang berlangsung di Wisma DPR RI, Kopo, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026) petang. Rafyq Panjaitan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) untuk periode 2026-2028, menggantikan Ariawan yang telah menyelesaikan dua periode kepemimpinannya.
Penetapan tersebut dibacakan langsung oleh Pimpinan Sidang Friederich Batari yang akrab disapa Fredy, didampingi Sekretaris Sidang Syaiful Alam serta tiga anggota yakni Syafril Amir, Teddy Kroen, dan Acan. Keputusan itu disambut antusias oleh sekitar 190 wartawan parlemen yang hadir dalam forum tersebut.
“Menetapkan Ketua KWP 2026-2028 Saudara Rafyq Panjaitan. Apakah setuju?” kata Fredy di hadapan peserta sidang, yang kemudian dijawab serentak dengan kata “setuju” oleh para wartawan.
Perjalanan Kepemimpinan Ariawan
Ariawan sebelumnya memimpin KWP selama dua periode berturut-turut, yakni 2022-2024 dan 2024-2026. Alumnus Universitas Sumatera Utara (USU) itu kini menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Rafyq Panjaitan yang juga dikenal sebagai jurnalis parlemen berpengalaman.
Proses serah terima pimpinan sidang dilakukan sebelum pemilihan berlangsung. Ariawan menyerahkan mandat kepada Friederich Batari sebagai Ketua Sidang, bersama Syaiful Alam sebagai Sekretaris, dan tiga anggota sidang lainnya. Forum ini menjadi mekanisme resmi organisasi untuk menentukan pemimpin periode berikutnya secara demokratis dan terbuka.
Dalam kesempatan itu, Ariawan menyampaikan pesan kepada ketua baru. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar seorang ketua bukanlah mengelola program kerja, melainkan merawat solidaritas seluruh anggota di tengah dinamika politik yang semakin dinamis.
“Saya menitipkan amanat besar ini kepada Rafyq Pandjaitan agar senantiasa menaruh perhatian ekstra pada nilai kebersamaan serta kekompakan seluruh jurnalis di lingkungan Parlemen,” ujar Ariawan.
Mantan ketua itu juga mengingatkan pentingnya komunikasi intensif dengan seluruh anggota yang memiliki latar belakang media berbeda-beda. Menurutnya, kekuatan utama organisasi wartawan tidak hanya diukur dari megahnya kegiatan, tetapi juga dari solidnya barisan anggota saat menghadapi berbagai situasi di lapangan.
“KWP hanya bisa menjadi organisasi yang disegani dan berdampak luas apabila kepemimpinan baru mampu merangkul setiap perbedaan tanpa ada kelompok yang merasa ditinggalkan,” tegasnya.
Komitmen Rafyq Panjaitan
Menanggapi harapan tersebut, Rafyq Panjaitan menyatakan kesiapannya merangkul seluruh lini wartawan untuk melanjutkan warisan positif kepengurusan sebelumnya. Ia berkomitmen menjadikan KWP sebagai ruang kolaborasi yang inklusif bagi seluruh anggota.
“Kami berkomitmen menjadikan KWP sebagai ruang kolaborasi yang inklusif, di mana soliditas antarjurnalis Senayan menjadi fondasi utama gerakan kami,” jelas Rafyq.
Ia juga menyoroti tantangan media modern yang menuntut konsolidasi internal lebih kuat agar peran wartawan parlemen tetap relevan dan kritis. Menurutnya, rekomendasi dan wejangan dari senior Ariawan akan menjadi panduan moral bagi seluruh jajaran pengurus baru dalam menjalankan roda organisasi ke depan.
Pemilihan ketua KWP kali ini menjadi penanda penting bagi keberlanjutan organisasi wartawan yang selama ini menjalankan aktivitas jurnalistik di lingkungan parlemen. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran pers dalam mengawal kebijakan publik.
Dengan terpilihnya Rafyq, KWP kini memasuki babak baru kepengurusan periode 2026-2028. Sejumlah agenda organisasi, termasuk konsolidasi internal dan penguatan solidaritas anggota, menjadi pekerjaan rumah yang menanti di depan. Publik pun akan menantikan bagaimana kepemimpinan baru ini menjawab tantangan tersebut sekaligus menjaga marwah jurnalis Senayan.
