Energi  

SPBU Shell Kini Beroperasi Lagi di Bawah Pemilik Baru, SEFAS Group

SPBU Shell Kini Beroperasi Lagi di Bawah Pemilik Baru, SEFAS Group
SPBU Shell Kini Beroperasi Lagi di Bawah Pemilik Baru, SEFAS Group

Cakrawala News – 01 November 2026 | SPBU Shell akhirnya beroperasi lagi, pemilik sudah ganti yang baru. PT Shell Indonesia resmi merampungkan pengalihan kepemilikan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tanah Air kepada SEFAS Group pada Jumat, 30 Oktober 2026. Setelah transaksi tuntas, seluruh jaringan ritel bahan bakar minyak (BBM) tersebut akan dijalankan oleh PT Isla Energy Indonesia, entitas usaha yang kini dimiliki SEFAS Group.

“Bisnis tersebut akan beroperasi melalui PT Isla Energy Indonesia yang saat ini dimiliki oleh SEFAS Group,” tulis manajemen Shell dalam keterangan resmi di laman perusahaan, seperti dikutip pada Sabtu (31/10/2026).

Meski kendali bisnis berpindah tangan, pelanggan dipastikan tidak akan merasakan perubahan mendasar. Berdasarkan perjanjian lisensi merek yang telah disepakati kedua pihak, seluruh jaringan SPBU yang dikelola PT Isla Energy Indonesia tetap beroperasi menggunakan merek Shell.

“Berdasarkan perjanjian lisensi merek, merek Shell akan tetap digunakan di seluruh jaringan SPBU PT Isla Energy Indonesia dan pelanggan akan terus memiliki akses untuk menggunakan produk BBM berkualitas tinggi Shell,” jelas manajemen Shell.

Cakupan Transaksi dan Jaringan SPBU

Pengalihan kepemilikan ini mencakup sekitar 200 SPBU Shell yang tersebar di Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 160 gerai berstatus milik perusahaan atau company-owned. Selain jaringan SPBU, transaksi juga meliputi kegiatan pasokan dan distribusi terkait, serta terminal BBM yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur.

Shell menyebut penyelesaian transaksi dilakukan berdasarkan perjanjian jual beli yang telah direvisi bersama SEFAS Group. Langkah ini menjadi penanda berakhirnya proses akuisisi yang sebelumnya diumumkan SEFAS Group pada Agustus 2026.

Kala itu, SEFAS Group menyatakan akan mengakuisisi 100 persen bisnis SPBU Shell di Indonesia, dengan tetap tunduk pada persetujuan regulator dan persyaratan umum lainnya. CEO SEFAS Group, Ricky Roesli, menegaskan komitmen perusahaan untuk memastikan transisi berjalan mulus.

“Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, SEFAS bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya, dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia,” kata Ricky dalam keterangan resminya, Rabu (19/8/2026).

Ia menambahkan, kepemilikan SPBU ini akan menjadi landasan kuat bagi fase pengembangan bisnis grup ke depan, yakni membangun jaringan ritel energi di Indonesia. “Prioritas utama SEFAS adalah memastikan proses transisi berjalan lancar dengan tetap menjaga kegiatan operasional yang aman dan andal,” ujarnya.

Stok BBM Masih Terbatas

Kendati operasional kembali berjalan, ketersediaan produk di lapangan belum sepenuhnya normal. Berdasarkan pengumuman terbaru di Instagram Story Shell Indonesia, jenis BBM yang tersedia untuk sementara waktu baru Shell V-Power Diesel. Artinya, stok BBM di sejumlah SPBU Shell masih terpantau terbatas.

Kondisi ini menjadi hal yang perlu dicermati pelanggan yang terbiasa menggunakan produk lain dari Shell. Namun, manajemen memastikan akses terhadap produk BBM berkualitas tinggi Shell akan tetap tersedia melalui jaringan yang kini dikelola PT Isla Energy Indonesia.

Bagi pelanggan setia, perubahan struktur kepemilikan ini disebut tidak akan mengubah identitas visual di lapangan. Plang nama Shell dipastikan tetap menghiasi seluruh gerai, sehingga pengalaman mengisi bahan bakar tidak jauh berbeda dari sebelumnya.

Bisnis Pelumas Tetap di Tangan Shell

Yang tak kalah penting, aksi korporasi ini hanya berfokus pada lini bisnis ritel SPBU beserta infrastruktur pendukungnya. Pengalihan kepemilikan tidak mencakup bisnis pelumas Shell di Indonesia, yang tetap dipegang penuh oleh perusahaan.

Shell Indonesia menegaskan akan terus mempertahankan dan memperkuat lini bisnis pelumasnya yang memiliki rekam jejak kuat di pasar domestik. Komitmen itu dibuktikan melalui pengoperasian pabrik pelumas Lubricants Oil Blending Plant (LOBP) di Marunda, Bekasi, dengan kapasitas produksi hingga 300 juta liter per tahun.

Selain itu, pada September 2026 Shell Indonesia resmi memulai produksi Pabrik Manufaktur Gemuk atau Grease Manufacturing Plant berkapasitas hingga 12 kiloton per tahun. Fasilitas baru tersebut melengkapi jaringan produksi pelumas perusahaan di Tanah Air.

Dengan rampungnya transisi ini, kepemimpinan baru di bawah SEFAS Group diharapkan mampu membawa fase pertumbuhan bisnis ritel energi yang lebih optimal. Sementara itu, Shell tetap fokus mengembangkan bisnis manufaktur dan distribusi pelumas di Indonesia.

Bagi publik, perkembangan ini menandai babak baru bagi SPBU Shell akhirnya beroperasi lagi, pemilik sudah ganti yang baru, dengan merek yang tetap sama namun pengelola yang berbeda. Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah kesiapan pasokan BBM di seluruh gerai serta kelancaran layanan bagi pelanggan, karyawan, dan mitra usaha selama masa transisi.

Exit mobile version