Cakrawala News – 30 Oktober 2026 | RI terancam krisis BBM jika Singapura lakukan serangan balik, Bahlil cari dukungan ke China dan India. Kekhawatiran itu mencuat setelah pemerintah memangkas ekspor gas ke Singapura, sementara sekitar 54% hingga 59% impor bahan bakar minyak (BBM) Indonesia selama ini justru berasal dari negara tetangga tersebut. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pun mulai menjajaki sumber pasokan baru demi mengamankan stok, terutama RON 90 atau Pertalite.
Bahlil menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/10/2026). Ia menyebut pemerintah tidak ingin bergantung pada satu sumber pasokan saja, sehingga langkah mencari pemasok alternatif menjadi keharusan.
Menurut Bahlil, ia akan berangkat ke sejumlah negara untuk mendapatkan kepastian pasokan. India dan China menjadi dua negara yang disebut secara khusus dalam rencana kunjungan tersebut.
“Indonesia juga tahu bahwa kita mengimpor BBM RON 90 dari negara tetangga dan mulai besok saya akan berangkat ke beberapa negara termasuk India, Cina, dan beberapa negara untuk saya mendapatkan kepastian pasokan,” kata Bahlil.
Latar Belakang: Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura
Langkah ini dilakukan di tengah keputusan Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 billion British thermal unit per day (BBtud), atau sekitar 8% dari total pengiriman. Kebijakan tersebut menjadi pemicu kekhawatiran bahwa Singapura dapat merespons dengan mengurangi pasokan BBM ke Indonesia.
Bahlil menegaskan pemerintah telah memperhitungkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil kebijakan pemangkasan ekspor gas. Menurutnya, sektor energi telah dipertimbangkan secara menyeluruh, termasuk risiko terganggunya impor BBM.
“Kita sebelum melangkah, tidak mungkin tidak mempertimbangkan atau memperhitungkan semuanya. Sudah. Kalau di sektor energi kita sudah saya pertimbangkan semuanya,” ujarnya.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa langkah mencari pemasok alternatif bukan respons spontan, melainkan bagian dari persiapan pemerintah menghadapi potensi gangguan pasokan.
Stok dan Harga BBM Masih Aman
Di tengah kekhawatiran tersebut, Bahlil memastikan stok BBM, termasuk Pertalite, saat ini masih aman. Pemerintah juga menjamin harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir 2026.
Jaminan itu menjadi penting mengingat Pertalite merupakan salah satu jenis BBM yang paling banyak dikonsumsi masyarakat. Ketergantungan impor pada satu negara asal membuat risiko pasokan menjadi isu strategis yang perlu diantisipasi lebih awal.
Dengan sekitar 54% hingga 59% impor BBM berasal dari Singapura, upaya mendiversifikasi sumber pasokan dinilai menjadi langkah krusial. Diversifikasi tidak hanya mengurangi risiko gangguan pasokan, tetapi juga memberi pemerintah ruang negosiasi yang lebih luas dengan calon pemasok baru.
Apa yang Perlu Dicermati
Rencana kunjungan Bahlil ke India dan China akan menjadi ujian awal bagi upaya pengamanan pasokan BBM nasional. Hasil dari lawatan tersebut, termasuk kepastian volume dan skema pasokan, belum diungkap secara rinci oleh pemerintah.
Publik juga akan menantikan bagaimana pemerintah menjaga keseimbangan antara kebijakan pemangkasan ekspor gas dan kebutuhan pasokan BBM dalam negeri. Sebab, kedua kebijakan tersebut saling berkaitan dan berpotensi memengaruhi hubungan dagang energi dengan Singapura.
Yang jelas, pemerintah menegaskan bahwa stok BBM saat ini aman dan harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir 2026. Namun, jika RI terancam krisis BBM jika Singapura lakukan serangan balik, Bahlil cari dukungan ke China dan India menjadi langkah antisipasi yang perlu terus dipantau perkembangannya. Keberhasilan diversifikasi pasokan akan menentukan seberapa besar ketahanan energi Indonesia menghadapi tekanan eksternal di masa mendatang.
