Starlink Ukraina Terganggu, Elon Musk Malah Minta Zelensky Mundur

Starlink Ukraina Terganggu, Elon Musk Malah Minta Zelensky Mundur
Starlink Ukraina Terganggu, Elon Musk Malah Minta Zelensky Mundur

Cakrawala News – 17 Oktober 2026 | Starlink Ukraina terganggu, Elon Musk malah minta Zelensky mundur. Seruan itu muncul setelah Kyiv mempersoalkan pembatasan layanan komunikasi satelit yang dikembangkan SpaceX, perusahaan milik miliarder teknologi Amerika Serikat tersebut. Gangguan konektivitas itu dilaporkan menghambat operasi drone militer Ukraina di tengah meningkatnya serangan Rusia.

Melalui akun media sosial X, Musk menulis pernyataan yang dikutip sejumlah media pada Kamis, 15 Oktober 2026. “Dan pembantaian itu terus berlanjut. Sudah waktunya Zelensky pergi,” tulisnya.

Pernyataan itu menjadi babak terbaru ketegangan antara Kyiv dan Washington. Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengkritik kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump terkait perang Rusia-Ukraina, termasuk pelonggaran sanksi perdagangan diesel Rusia serta ketidakpastian kelanjutan dukungan militer Amerika Serikat.

Media Jerman Der Tagesspiegel pada Kamis, 15 Oktober 2026, melaporkan bahwa Musk juga membagikan unggahan pengguna X lain yang menuduh Zelensky melakukan korupsi dan tidak sungguh-sungguh mengupayakan perdamaian. Tuduhan dalam unggahan yang dibagikan tersebut tidak disertai pembuktian independen dalam laporan itu, sehingga tidak dapat diperlakukan sebagai fakta.

Pembatasan Starshield dan Dampaknya bagi Militer Ukraina

Seruan Musk agar Zelensky mundur disampaikan setelah Presiden Ukraina itu meminta pemulihan layanan komunikasi satelit Starlink. Zelensky memperingatkan gangguan jaringan komunikasi militer dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi pasukan Ukraina maupun keselamatan penduduk sipil.

“Jika serangan terus berlanjut dan Starlink tidak berfungsi, tentu saja orang-orang akan tewas,” kata Zelensky sebagaimana dikutip Der Tagesspiegel, Rabu, 14 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut merujuk pada kebutuhan Ukraina mempertahankan komunikasi di tengah serangan rudal dan drone Rusia. Dalam perang yang sangat bergantung pada teknologi nirawak, konektivitas satelit menjadi bagian penting dari kemampuan mendeteksi ancaman, mengendalikan drone, dan mengoordinasikan satuan militer.

Namun, persoalan yang memicu kontroversi tidak berkaitan dengan penghentian seluruh jaringan Starlink di Ukraina. Gangguan terutama terjadi pada layanan Starshield, sistem komunikasi berbasis teknologi Starlink yang dirancang untuk penggunaan pemerintah dan operasi militer.

The Washington Post dalam laporan Rabu, 14 Oktober 2026, mengungkap bahwa sejumlah satuan militer Ukraina mengalami pembatasan penggunaan terminal komunikasi satelit tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pembatasan terutama berdampak pada perangkat yang dipasang pada drone atau kendaraan yang bergerak dengan kecepatan tinggi.

Penasihat Presiden Ukraina, Serhii Beskrestnov, melalui Telegram pada Rabu menyebutkan bahwa SpaceX memberlakukan pembatasan kecepatan untuk terminal Starlink di Ukraina. “Pasukan pertahanan kami tidak menerima peringatan apa pun mengenai pembatasan tersebut, dan hal ini mengakibatkan sejumlah misi terganggu,” katanya, menyiratkan bahwa langkah tersebut mungkin berkaitan dengan situasi politik saat ini.

Menanggapi hal itu, Musk menyatakan bahwa Starshield dimiliki dan dikendalikan oleh pemerintah Amerika Serikat. Menurutnya, segala pembatasan terhadap kecepatan atau penggunaan sistem tersebut diputuskan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh presiden AS.

“Sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan oleh pemerintah AS. Segala batasan kecepatan atau penggunaan diputuskan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh POTUS (Presiden AS),” tulisnya.

Musk juga mengatakan bahwa Starlink tidak dapat digunakan untuk tindakan militer ofensif karena hal tersebut tidak pantas dilakukan oleh sebuah perusahaan komersial. Starlink menerapkan batas kecepatan senjata pada Selasa malam waktu setempat menjadi 160 km per jam, yang berarti setiap senjata yang bergerak lebih dari kecepatan tersebut kehilangan konektivitas jaringan.

Konektivitas dipulihkan sebagian pada Rabu malam, menurut mantan Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov. “Menghapus batas kecepatan Starshield sepenuhnya kini sangat krusial bagi pertahanan Ukraina,” tulisnya di X, sembari berterima kasih pada Musk dan meminta dukungan berkelanjutan.

Zelensky mengatakan pasukan Rusia berusaha memanfaatkan gangguan Starlink tersebut dengan serangan 124 drone pada malam hari dan 145 lainnya pada siang hari. Menurutnya, perkembangan ini terjadi saat Rusia meluncurkan lebih banyak rudal dan drone ke kota-kota Ukraina, yang menghantam infrastruktur energi dan infrastruktur penting serta menyebabkan sedikitnya 600.000 orang kehilangan pasokan listrik.

Setelah aksi pengeboman semalaman di Kiev, serangan Rusia berlanjut sepanjang Rabu, dengan enam orang tewas di Kota Lutsk, Ukraina barat, kata pejabat setempat. Sementara itu, Ukraina terus melancarkan serangan jarak jauh ke Rusia, menargetkan pusat data terbesar Rusia, namun menyatakan bahwa untuk saat ini Ukraina menahan diri untuk tidak menyerang infrastruktur energi sebagai bentuk penghormatan kepada Trump. Ukraina juga menuduh AS membantu Rusia dengan tidak memperingatkan Ukraina mengenai serangan rudal yang datang.

Presiden AS Donald Trump pada Minggu, 11 Oktober 2026, mengatakan bahwa Rusia dan Ukraina telah sepakat untuk menghentikan serangan terhadap target-target energi, meski tak satu pun dari kedua pihak yang mengonfirmasi kesepakatan tersebut.

Di tengah situasi itu, pernyataan Musk menambah lapisan ketegangan baru dalam hubungan Kyiv dan Washington. Starlink Ukraina terganggu, Elon Musk malah minta Zelensky mundur, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana keputusan operasional perusahaan teknologi dapat beririsan dengan kepentingan politik dan pertahanan sebuah negara.

Yang perlu dicermati selanjutnya adalah apakah pembatasan Starshield akan dicabut sepenuhnya, bagaimana respons resmi pemerintah Ukraina maupun Amerika Serikat, serta dampaknya terhadap kemampuan pertahanan Ukraina di medan perang. Perkembangan ini juga menjadi ujian bagi posisi perusahaan swasta yang teknologinya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari infrastruktur militer modern.

Exit mobile version