Tijuana vs Atlas: Comeback Dramatis 3-2, Abreu Akui Salah Rakit Skuad

Tijuana vs Atlas: Comeback Dramatis 3-2, Abreu Akui Salah Rakit Skuad
Tijuana vs Atlas: Comeback Dramatis 3-2, Abreu Akui Salah Rakit Skuad

Cakrawala News – 28 September 2026 | Duel tijuana vs atlas pada jornada 10 Liga MX Apertura 2026 berakhir dramatis. Atlas mencuri kemenangan 3-2 atas Tijuana di Estadio Caliente, Jumat (25/9/2026), setelah tertinggal lebih dulu dan membalikkan keadaan pada menit-menit akhir pertandingan. Hasil ini menjadi pukulan bagi tuan rumah, sekaligus modal berharga bagi tim tamu dalam perburuan tiket Liguilla.

Laga tijuana vs atlas mempertemukan dua tim yang sama-sama mengoleksi 14 poin sebelum kickoff. Keduanya berupaya memperkuat posisi di klasemen demi menjaga peluang lolos ke fase gugur. Tijuana bermain di hadapan pendukung sendiri, sementara Atlas datang ke perbatasan setelah sebelumnya berbagi angka melawan Pumas.

Jalannya Pertandingan

Tijuana memulai laga dengan agresif dan membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Ryan Mmaee pada menit ke-15. Keunggulan tuan rumah sempat bertambah lewat aksi Ignacio Rivero dan eksekusi penalti Mourad El Ghezouani, membuat posisi Xolos tampak aman.

Namun Atlas tidak menyerah. Pada babak kedua, Luis Esteves memperkecil ketertinggalan melalui penalti yang membuat skor kembali imbang. Puncaknya, gol kemenangan lahir dari kaki Monzón pada waktu tambahan babak kedua, memicu euforia di kubu skuad asuhan Hernán Crespo.

Kemenangan ini membawa Atlas meraih tiga poin penting di kandang lawan. Bagi Tijuana, kekalahan tersebut memaksa mereka menunda ambisi mendekati papan atas klasemen.

Gangguan Cedera dan Absennya Pemain Kunci

Jalannya pertandingan tijuana vs atlas turut diwarnai persoalan komposisi pemain. Tijuana kehilangan bek Unai Bilbao yang mengalami cedera di tengah laga. Situasi itu memaksa perubahan taktis di lini belakang dan memengaruhi kestabilan tim.

Selain cedera, kedua tim juga tampil tanpa sejumlah pemain andalan karena panggilan tim nasional. Tijuana tidak diperkuat Gilberto Mora dan Jackson Porozo, sementara Atlas kehilangan Jorge Sánchez yang turut dipanggil memperkuat Meksiko.

Pelatih Tijuana, Sebastián Abreu, mengakui bahwa absennya sejumlah pemain membuat timnya kehilangan opsi saat menghadapi situasi darurat. Ia menyebut kondisi itu memaksa jajaran pelatih melakukan improvisasi di lini pertahanan.

“En el momento que se lesionó Unai, empezamos a improvisar y las improvisaciones cuestan puntos, pero no teníamos más,” ujar Abreu dalam konferensi pers.

Abreu menjelaskan bahwa Nacho harus dipasang sebagai stopper, sementara Arcia diminta bekerja keras menutup ruang. Maga kemudian masuk sebagai bek tengah kiri untuk membentuk garis pertahanan berisi tiga pemain.

Abreu Bertanggung Jawab Penuh

Pelatih asal Uruguay itu tidak menampik bahwa kekalahan menjadi tanggung jawabnya. Menurutnya, Tijuana sebenarnya sempat mengendalikan pertandingan, tetapi dua momen menentukan mengubah arah laga.

Atlas menyamakan kedudukan melalui penalti, lalu mencetak gol kemenangan lewat bola yang menyentuh pemain dan berbelok arah. Abreu menilai dua situasi itulah yang membuat timnya kehilangan momentum.

“El equipo intentó tener el resultado a favor y lamentablemente en dos situaciones nos empatan en un penal y después en un desvío,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa kemenangan Atlas layak didapat. Menurut Abreu, akar masalahnya terletak pada perencanaan skuad sejak awal tahun, yang dinilai kurang mengantisipasi skenario darurat seperti cedera dan keterbatasan pemain.

“Creo que el partido se desdibuja en lo táctico y desde las características ya no pudimos tener funcionamiento. Es mi responsabilidad en la visualización del armado del plantel a principio de año,” tegasnya.

Dampak bagi Kedua Tim

Kemenangan ini memperkuat posisi Atlas di klasemen dan menambah kepercayaan diri skuad asuhan Hernán Crespo. Tiga poin di kandang lawan menjadi bekal berharga untuk menjaga peluang bersaing di papan atas.

Sementara itu, Tijuana harus segera melakukan evaluasi menyeluruh. Kekalahan di kandang sendiri menjadi sinyal bahwa kedalaman skuad perlu dibenahi, terutama saat sejumlah pemain kunci tidak tersedia.

Sebelum laga ini, Tijuana tampil cukup kuat di Estadio Caliente dengan catatan empat kemenangan dari lima pertandingan kandang. Rekor tersebut kini ternoda oleh kekalahan yang datang di menit-menit akhir.

Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan tijuana vs atlas, hasil ini menegaskan bahwa persaingan di Apertura 2026 masih sangat ketat. Kedua tim memiliki kualitas untuk bersaing, tetapi konsistensi dan kesiapan skuad akan menjadi faktor penentu hingga akhir musim reguler.

Atlas selanjutnya berusaha mempertahankan momentum ketika kembali bermain di kandang, sedangkan Tijuana dituntut bangkit agar tidak tertinggal dalam perebutan tempat di Liguilla. Pertanyaan besarnya, apakah Abreu mampu merombak kedalaman skuadnya sebelum jendela transfer berikutnya.

Exit mobile version