Cakrawala News – 09 Oktober 2026 | Senator Republik dari North Carolina, Thom Tillis, secara terbuka mengakui bahwa keputusannya mendukung Pete Hegseth sebagai Menteri Pertahanan Amerika Serikat menjadi penyesalan terbesar sepanjang karier politiknya. Pengakuan itu muncul bersamaan dengan tekanan politik yang dihadapinya terkait suara yang pernah ia berikan untuk Robert F. Kennedy Jr sebagai Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan. Isu Tillis menyesal dukung Hegseth, ditekan soal RFK Jr mencuat setelah Associated Press melaporkan pengakuan tersebut pada 5 Oktober 2026.
Pengakuan itu tertuang dalam buku baru Tillis berjudul How to Lose Friends and Antagonize Presidents: The Trouble with Sycophants, Courage Outsourcing, and Partisan Groupthink. Buku setebal 224 halaman tersebut diterbitkan HarperCollins pada 6 Oktober 2026. Dalam buku itu, Tillis menyebut suaranya untuk Hegseth sebagai “biggest regret of my career” atau penyesalan terbesar dalam karier saya.
Pernyataan itu memiliki bobot politik besar karena suara Tillis ikut menentukan nasib Hegseth. Dalam pemungutan suara Senat pada 24 Januari 2025, pencalonan Hegseth berakhir imbang 50-50 setelah Tillis memberikan suara mendukung. Akibatnya, Wakil Presiden JD Vance harus menggunakan hak suara pemecah kebuntuan untuk mengesahkan Hegseth sebagai Menteri Pertahanan.
Peran Suara Tillis dalam Pencalonan Hegseth
Catatan resmi Senat menunjukkan Tillis berada di antara 50 senator yang memilih “ya”. Dengan demikian, satu tambahan suara penolakan dari kubu Republik pada tahap itu akan membuat Hegseth gagal mendapatkan mayoritas. Tiga senator Republik ketika itu memilih menolak Hegseth, yakni Susan Collins dari Maine, Lisa Murkowski dari Alaska, dan Mitch McConnell dari Kentucky.
AP melaporkan Tillis bahkan memperpanjang proses menjelang pemungutan suara hingga malam karena ia masih mempertimbangkan keputusannya. Ia berbicara dengan Gedung Putih, sejumlah orang yang pernah bekerja dengan Hegseth, serta Hegseth sendiri sebelum akhirnya memutuskan mendukung pencalonan tersebut. Alasannya, ia mengaku tidak dapat mengonfirmasi tuduhan paling serius yang diarahkan kepada Hegseth, yang membantah tuduhan-tuduhan tersebut.
Kini Tillis menilai keputusannya itu sebagai kesalahan besar. Dalam bukunya, ia juga mengkritik sejumlah kebijakan dan keputusan pemerintahan Presiden Donald Trump. Ia menggambarkan adanya senator Republik yang secara pribadi keberatan terhadap berbagai tindakan presiden, tetapi tidak selalu menyampaikan keberatan itu secara terbuka.
Penyesalan Soal Dukungan untuk Kennedy
Penyesalan Tillis tidak berhenti pada Hegseth. Ia juga menyoroti keputusannya mendukung Robert F. Kennedy Jr menjadi Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan pada Februari 2025. Dalam buku tersebut, Tillis menulis bahwa seharusnya dirinya menghentikan Kennedy agar tidak menjabat sebagai Menteri Kesehatan AS. Ia menyatakan harus hidup dengan konsekuensi dari suara tersebut.
Catatan resmi Senat menunjukkan Kennedy dikukuhkan pada 13 Februari 2025 dengan perolehan 52 suara mendukung dan 48 menolak. Tillis termasuk senator yang memilih mendukung, sedangkan McConnell menjadi satu-satunya senator Republik yang tercatat memberikan suara menolak dalam pemungutan suara final tersebut.
Kombinasi penyesalan atas dua suara penting di kabinet Trump itu menempatkan Tillis pada posisi politik yang rumit. Di satu sisi, ia mengakui kesalahan dalam mendukung Hegseth dan Kennedy. Di sisi lain, ia masih menjadi bagian dari Partai Republik yang harus menjaga hubungan dengan pemerintahan Presiden Trump.
Isu Tillis menyesal dukung Hegseth, ditekan soal RFK Jr juga memperlihatkan dinamika internal Senat Amerika Serikat, terutama bagaimana senator dari partai yang sama dapat memiliki penilaian berbeda terhadap pencalonan pejabat tinggi. Tekanan terhadap Tillis tidak hanya datang dari publik, tetapi juga dari rekaman jejak suaranya yang tercatat resmi dalam dokumen Senat.
Bagi pengamat politik, pengakuan dalam buku Tillis menjadi sinyal bahwa perdebatan tentang pencalonan pejabat kabinet tidak selalu selesai setelah pemungutan suara. Konsekuensi politik dari suara seorang senator dapat terus bergulir, terutama ketika keputusan tersebut berkaitan dengan jabatan strategis seperti Menteri Pertahanan dan Menteri Kesehatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Tillis di luar isi bukunya mengenai kemungkinan langkah politik lanjutan. Yang jelas, pengakuan itu menambah panjang daftar kritik internal terhadap sejumlah keputusan pemerintahan Trump, sekaligus menegaskan bahwa isu Tillis menyesal dukung Hegseth, ditekan soal RFK Jr masih akan menjadi perhatian publik Amerika Serikat dalam waktu dekat.












