Cakrawala News – 17 Oktober 2026 | Laga futsal Indonesia vs Brazil di Copa das Nacoes de Futsal 2026 berakhir dengan kekalahan Timnas Futsal Indonesia 0-3 dari tuan rumah Brasil. Pertandingan yang digelar di Max Ronsenmann Arena, Sao Jose dos Pinhais, Brasil, pada Jumat (16/10/2026) pagi WIB itu menjadi partai pembuka Grup A bagi skuad Garuda, sekaligus ujian berat menghadapi salah satu kekuatan terbesar futsal dunia.
Tiga gol Brasil masing-masing dicetak Cleber de Souza, Fabinho, dan Felipe Rufino. Meski menelan kekalahan, pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto mengaku cukup puas dengan penampilan anak asuhnya, terutama karena tim mampu memberikan perlawanan dalam beberapa periode pertandingan.
Pertahanan Rapat Bertahan Hingga Menit ke-15
Timnas Futsal Indonesia sebenarnya tampil disiplin sejak awal pertandingan. Skuad asuhan Hector Souto menjaga organisasi pertahanan untuk membatasi ruang gerak Brasil yang langsung mengambil inisiatif menyerang. Strategi tersebut mampu menahan tekanan tuan rumah selama hampir 15 menit pertama.
Namun, pertahanan Garuda akhirnya ditembus pada menit ke-15. Cleber membawa Brasil unggul setelah melakukan penetrasi dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan kiper Indonesia, Ahmad Habibie. Laporan pertandingan menyebut tembakan terukur Cleber dari sudut sempit itu mengubah papan skor menjadi 1-0.
Tiga menit berselang, Brasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Fabinho menunjukkan kemampuan individunya dengan melewati Andres dan Muhammad Iqbal sebelum melepaskan tembakan ke tiang dekat yang kembali gagal diantisipasi Habibie. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Dominasi Brasil Berlanjut di Babak Kedua
Memasuki interval kedua, Brasil tetap mengendalikan jalannya pertandingan. Indonesia mencoba membangun variasi serangan balik, tetapi dominasi penuh tetap dipegang tim tuan rumah. Gol penutup Brasil tercipta pada menit ke-29, berawal dari bola muntah tembakan Cleber yang langsung disambar Rufino yang berdiri bebas tanpa kawalan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Kekalahan ini membuat Indonesia belum mengoleksi poin di Grup A. Brasil memuncaki klasemen sementara dengan 6 poin sempurna dari dua laga setelah sebelumnya mengalahkan Cape Verde, sementara Indonesia berada di posisi ketiga tanpa poin.
Dalam laga futsal Indonesia vs Brazil tersebut, Souto menilai perjalanan panjang dari Indonesia ke Brasil menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain. Menurutnya, kondisi energi pemain tidak sepenuhnya prima, tetapi tim tetap mampu bersaing dengan baik pada beberapa periode pertandingan.
“Perjalanan dari Indonesia ke sini cukup panjang dan tentu saja kondisi energi mereka tidak sepenuhnya prima. Namun, menurut saya, dalam beberapa periode pertandingan, kami mampu bersaing dengan sangat baik,” kata Souto dalam wawancaranya bersama Timnas Futsal Indonesia.
Pelatih asal Spanyol itu juga memuji perjuangan tim Garuda melawan tim yang disebutnya sebagai nomor satu dunia dan enam kali juara Piala Dunia Futsal. Kendati demikian, ia menegaskan masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama pertahanan dan serangan.
Laga Penentu Melawan Tanjung Verde
Peluang Timnas Futsal Indonesia untuk menembus babak semifinal masih terbuka lebar. Skuad Garuda wajib memetik kemenangan pada laga penentu kontra Cape Verde yang dijadwalkan berlangsung Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 06.30 WIB di venue yang sama.
Souto menyadari pentingnya laga tersebut. Ia menekankan bahwa hasil baik melawan Brasil akan menjadi sia-sia apabila Indonesia tidak tampil baik pada pertandingan berikutnya.
“Hari ini kami sudah melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi jika besok kami tidak tampil baik, hasil pertandingan hari ini akan menjadi sia-sia,” ujar Souto.
Dengan demikian, laga melawan Cape Verde menjadi momen krusial bagi Indonesia untuk menjaga asa di Copa das Nacoes de Futsal 2026. Perbaikan dalam bertahan dan menyerang akan menjadi kunci jika skuad Garuda ingin mengubah hasil pada pertandingan futsal Indonesia vs Brazil menjadi pelajaran berharga, bukan sekadar catatan kekalahan.
