Cakrawala News – 03 Oktober 2026 | Proyek Transit Oriented Development (TOD) Blok M segera dimulai, Pramono akan bangun dua tower baru di kawasan tersebut. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan peletakan batu pertama atau groundbreaking penataan kawasan Blok M Hub, Jakarta Selatan, akan berlangsung pekan depan. Rencana ini menjadi penanda dimulainya transformasi kawasan simpul transit ibu kota yang akan memadukan hunian, hotel, pusat perbelanjaan, dan ruang aktivitas publik.
“Untuk Blok M sebenarnya sudah ada kesepakatan antara MRT dengan developer yang ada. Dan dalam minggu depan ini saya akan hadir untuk launching sekaligus groundbreaking di tempat itu,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan Pramono usai melakukan kunjungan ke Mal Pelayanan Publik di Jalan Epicentrum, Jakarta Selatan. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini akan dijalankan bersama pengembang yang telah dipilih.
Dua Tower Baru dan Fasilitas Terpadu
Pramono menjelaskan, proyek TOD Blok M akan mencakup pembangunan dua menara atau tower baru. Namun, ia belum mengungkapkan secara rinci spesifikasi maupun ketinggian bangunan yang akan didirikan.
“Akan ada dua tower baru di tempat itu yang tingginya nanti pas launching atau groundbreaking akan saya sampaikan,” ujarnya.
Selain dua tower tersebut, kawasan ini nantinya juga akan dilengkapi apartemen, hotel, mal, hingga ruang untuk aktivitas publik. Menurut Pramono, konsep kawasan terpadu itu dirancang agar tidak hanya menjadi area hunian, tetapi juga pusat kegiatan warga.
“Sehingga dengan demikian, selain ada apartemen, ada hotel, ada mal, ada tempat untuk aktivitas publik, dan sebagainya,” jelas Pramono.
Ia menambahkan, pengembang yang terlibat dinilai memiliki pengalaman dan kontribusi dalam pembangunan di Jakarta. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih mitra pengembangan kawasan.
“Tapi yang jelas TOD itu dikembangkan bersama dengan developer yang profesional dan kredibel, yang sudah selama ini juga mempunyai kontribusi banyak dalam pembangunan di Jakarta,” papar Pramono.
Kolaborasi Pemprov DKI dan PT MRT Jakarta
Pengembangan kawasan Blok M Hub dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta bersama mitra pengembang. Kesepakatan antara MRT dan pengembang disebut telah tercapai, sehingga tahap konstruksi fisik dapat segera dimulai.
Menurut Pramono, konsep desain transisi kawasan Blok M Hub telah dibahas dalam rapat dan mendapat persetujuannya. Dengan demikian, pelaksanaan proyek di lapangan tinggal menunggu agenda resmi peluncuran dan peletakan batu pertama.
Proyek TOD Blok M segera dimulai, Pramono akan bangun dua tower yang diharapkan memperkuat keterhubungan antara kawasan dengan jaringan transportasi publik. Pendekatan berbasis transit ini menempatkan akses terhadap moda transportasi massal sebagai salah satu pertimbangan utama dalam penataan ruang.
Blok M Dinilai Siap Dikembangkan
Pramono menilai Blok M menjadi salah satu kawasan yang siap dikembangkan sebagai TOD. Menurutnya, kawasan tersebut sudah didukung transportasi publik dan telah berkembang sebagai pusat aktivitas di Jakarta Selatan.
“Sehingga dengan demikian salah satu hal kenapa kemudian di Blok M dilakukan itu, karena Blok M memang sudah siap untuk itu,” kata Pramono.
Pengembangan Blok M menjadi TOD juga akan menjadi acuan bagi pembangunan kawasan serupa di wilayah lain Jakarta. Pemprov DKI menyiapkan pengembangan TOD di sejumlah lokasi, antara lain Harmoni, Pasar Baru, Glodok Pecinan, Kota Tua, Kelapa Gading, dan Manggarai.
Pramono mengatakan, pengembangan kawasan akan difokuskan pada lokasi yang memiliki keterhubungan dengan jaringan transportasi publik. Lahan di sekitar jalur LRT, termasuk Kelapa Gading dan Manggarai, juga dinilai memiliki ruang yang cukup untuk dikembangkan.
Dengan skema ini, Pemprov DKI memperluas pengembangan kawasan berbasis transportasi publik di ibu kota. Blok M menjadi salah satu proyek yang paling dinantikan karena posisinya sebagai simpul transit yang telah lama menjadi pusat pergerakan warga.
Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya
Sejumlah detail teknis proyek masih menunggu pengumuman resmi. Selain ketinggian dua tower, informasi mengenai jadwal konstruksi, target penyelesaian, serta pembagian peran antara PT MRT Jakarta dan pengembang belum dipaparkan secara rinci.
Pramono menyatakan akan menyampaikan rincian tersebut pada momen peluncuran atau groundbreaking. Karena itu, agenda pekan depan menjadi titik penting untuk mengetahui gambaran utuh proyek TOD Blok M segera dimulai, Pramono akan bangun dua tower, termasuk fasilitas yang akan tersedia bagi publik.
Bagi warga Jakarta, perkembangan ini berpotensi mengubah wajah kawasan Blok M sebagai pusat aktivitas yang lebih terintegrasi dengan transportasi publik. Namun, dampaknya terhadap mobilitas, tata kota, dan aktivitas ekonomi sekitar akan sangat bergantung pada pelaksanaan proyek dan pengelolaan kawasan setelah konstruksi selesai.
