Usia 68 Tahun, Pesantren Baitul Arqom Jember Jaga Kemandirian Lewat 12 Hektare Sawah Produktif

Usia 68 Tahun, Pesantren Baitul Arqom Jember Jaga Kemandirian Lewat 12 Hektare Sawah Produktif
Usia 68 Tahun, Pesantren Baitul Arqom Jember Jaga Kemandirian Lewat 12 Hektare Sawah Produktif

Cakrawala News – 29 Oktober 2026 | Pondok Pesantren Baitul Arqom di Balung, Jember, Jawa Timur, menegaskan komitmennya menjaga kemandirian pesantren saat memasuki usia ke-68 tahun. Kemandirian itu ditopang oleh lahan pertanian, dengan 12 hektare dari total 16 hektare kawasan pesantren dimanfaatkan sebagai sawah produktif. Pesantren yang disebut sebagai alumni Gontor pertama ini juga menyambut kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memenuhi kebutuhan gizi para santri.

Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom, KH Izzat Fahd, menyatakan lahan pertanian menjadi salah satu penopang kemandirian pesantren. Dari total 16 hektare lahan, empat hektare digunakan untuk kawasan pendidikan, sedangkan sisanya diolah sebagai sawah produktif. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis pada Selasa (27/10/2026).

“Alhamdulillah, hingga usia 68 tahun ini, kami mohon doa agar Pondok Pesantren Baitul Arqom senantiasa dapat memberikan sumbangsih dan semangat perjuangan kepada anak-anak dalam pendidikan, karena anak-anak inilah masa depan kita,” ujar Izzat.

Berawal dari Dua Hektare Lahan Wakaf

Perjalanan Baitul Arqom tidak lepas dari sejarah panjangnya. Pesantren ini berdiri pada 1958 dan disebut sebagai pesantren alumni Gontor pertama. Kala itu, cikal bakal pesantren hanya berupa lahan sawah wakaf seluas dua hektare. Kini, kawasan pesantren telah berkembang menjadi 16 hektare, dengan mayoritas lahan tetap difungsikan untuk pertanian.

Pertumbuhan lahan itu mencerminkan cara pesantren merawat fondasi pendidikannya. Sawah produktif tidak sekadar aset ekonomi, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pesantren agar tetap mandiri dalam membiayai kebutuhan pendidikan dan operasional sehari-hari.

Program Makan Bergizi Gratis Disambut Syukur

Memasuki usia ke-68 tahun, Baitul Arqom menyambut kehadiran program Makan Bergizi Gratis. Program tersebut dinilai penting, terutama bagi santri yang berasal dari keluarga petani, pedagang, dan anak-anak yatim dengan latar belakang ekonomi beragam. Menurut Izzat, kehadiran program ini disambut dengan rasa syukur karena membantu memenuhi kebutuhan gizi para santri.

“Kami berterima kasih karena anak-anak kami mendapatkan makanan bergizi. Di antara mereka ada anak-anak yatim, anak-anak petani, dan anak-anak pedagang,” kata dia.

Izzat menegaskan pesantren berkomitmen menyediakan pendidikan yang dapat diakses berbagai kalangan tanpa mengesampingkan mutu. Kebijakan pembiayaan dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan keluarga santri agar kesempatan menuntut ilmu tetap terbuka. Pendekatan itu sejalan dengan latar belakang santri yang tidak seragam secara ekonomi.

Kemandirian sebagai Fondasi Pendidikan

Bagi Baitul Arqom, kemandirian bukan sekadar slogan. Pengelolaan lahan pertanian secara produktif menjadi salah satu cara pesantren memastikan keberlanjutan pendidikan tanpa sepenuhnya bergantung pada pihak lain. Lahan sawah yang diwariskan sejak awal berdiri pun terus dirawat hingga kini.

Dengan luas 16 hektare, pesantren memiliki ruang untuk memisahkan kawasan pendidikan dan area pertanian. Pembagian itu memungkinkan kegiatan belajar mengajar berjalan berdampingan dengan aktivitas pengelolaan sawah yang menjadi penopang ekonomi pesantren.

Di usia ke-68 tahun, tantangan yang dihadapi pesantren tetap berkaitan dengan upaya menjaga mutu pendidikan sekaligus keterjangkauan biaya bagi santri dari berbagai kalangan. Dukungan program gizi dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan menjadi dua hal yang perlu terus diperhatikan ke depan.

Langkah Baitul Arqom menunjukkan bahwa pesantren dapat membangun kemandirian melalui sektor pertanian yang dikelola sejak lama. Bagi santri dari keluarga petani, pedagang, dan anak yatim, kombinasi pendidikan yang inklusif dan dukungan gizi menjadi bekal penting untuk masa depan mereka.

Exit mobile version