Sosial  

Video Ibu Kos India Bantah Tuduhan Pelecehan ke Penyewa Kanada, Sebut Sewa Tak Dibayar

Video Ibu Kos India Bantah Tuduhan Pelecehan ke Penyewa Kanada, Sebut Sewa Tak Dibayar
Video Ibu Kos India Bantah Tuduhan Pelecehan ke Penyewa Kanada, Sebut Sewa Tak Dibayar

Cakrawala News – 13 September 2026 | Sebuah video pernyataan dari seorang ibu kos asal India yang dituduh melakukan pelecehan terhadap penyewanya asal Kanada viral di media sosial. Dalam video tersebut, perempuan yang dikenal sebagai Raj itu membantah tuduhan pelecehan dan menyampaikan versi ceritanya, termasuk klaim bahwa para penyewanya tidak membayar sewa selama beberapa bulan dan merusak propertinya.

Video berdurasi itu diunggah melalui Instagram dan disampaikan langsung oleh Raj dalam bahasa Punjabi. Ia mengaku sempat dibawa ke tahanan polisi, namun langsung dilepaskan. “Ya, polisi memang membawa saya ke tahanan. Saya tidak tahu informasi apa yang mereka terima, tetapi mereka hanya membawa saya ke rumah dan melepaskan saya saat itu juga,” ujarnya dalam video tersebut.

Raj juga menjelaskan bahwa rekaman itu sebenarnya dibuat sepuluh hari sebelumnya, tetapi baru muncul ke publik beberapa hari sebelum pernyataannya mencuat. Ia menyebut kontroversi ini berdampak pada pelanggan dan kenalannya, dan berterima kasih kepada sekitar 300 pelanggan yang datang untuk menunjukkan dukungan.

“Pelanggan saya, yang telah mendukung saya begitu besar selama empat tahun terakhir, datang mengunjungi saya kemarin,” kata Raj. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak sempat menjawab semua panggilan yang masuk.

Klaim soal Sewa dan Kerusakan Properti

Dalam video lanjutannya, Raj memberikan penjelasan mengenai sengketa penyewaan yang terjadi. Ia mengklaim para penyewa tidak membayar sewa selama beberapa bulan dan menuduh mereka melakukan pelecehan serta merusak propertinya.

“Saya sudah menangani hal ini dengan Tenancy Board, dan mereka akhirnya digusur minggu lalu. Mereka merilis video-video itu setelahnya; sementara itu, polisi dan pengacara saya sedang menangani masalah ini, dan kami menangani situasi ini dengan lancar. Apa yang sudah terjadi biarlah terjadi, tetapi semuanya baik-baik saja karena pengacara, polisi, dan Tenancy Board semuanya terlibat. Terima kasih telah membantu saya,” tambahnya.

Sengketa ini sebelumnya menarik perhatian publik setelah penyewa mengunggah video yang menuduh Raj melakukan pelecehan dan mengancam mereka. Dalam salah satu klip, Raj terlihat memasuki rumah pria tersebut dan melempar batu ke arahnya sebelum terjadi konfrontasi fisik. Pria itu berulang kali meminta Raj berhenti dan tampak menjaga jarak selama keributan berlangsung.

Penyewa juga membantah klaim Raj soal penyewaan dan terus mengunggah video yang menuduh adanya penyerangan oleh ibu kos tersebut. Dalam pembaruan terakhirnya, penyewa mengunggah video yang menunjukkan polisi tiba di rumah Raj. Petugas menyatakan, “Raj, Anda ditangkap, tolong jangan berdebat.” Tampak kebingungan, Raj menjawab, “Ini akan membuat stres. Tidak, saya harus menelepon putri saya. Bolehkah saya menelepon putri saya?”

Hingga kini, kedua belah pihak memiliki versi berbeda mengenai awal mula konflik. Raj bersikeras bahwa masalah utama adalah tunggakan sewa dan kerusakan properti yang kemudian berujung pada proses penggusuran melalui Tenancy Board. Sementara itu, penyewa menuding adanya pelecehan dan penyerangan yang dilakukan oleh Raj.

Kasus ini menjadi perhatian warganet karena kedua pihak sama-sama mengandalkan video sebagai alat untuk menyampaikan klaim masing-masing. Publik pun dihadapkan pada dua narasi yang saling bertentangan, sehingga penting untuk menunggu hasil investigasi pihak berwenang dan proses hukum yang sedang berjalan.

Sejumlah warganet menyoroti bagaimana media sosial dapat mempercepat penyebaran sebuah kasus, tetapi sekaligus mempersulit pencarian fakta ketika informasi yang beredar belum terverifikasi sepenuhnya. Baik Raj maupun penyewanya sama-sama mengklaim memiliki bukti dan pihak yang membela mereka.

Dalam pernyataannya, Raj menegaskan bahwa pengacara, polisi, dan Tenancy Board masih terlibat dalam penanganan perkara ini. Ia berharap situasi dapat segera selesai dan aktivitas usaha yang dijalankannya selama ini bisa kembali normal.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat mengenai status hukum terbaru dari kasus tersebut. Perkembangan selanjutnya, termasuk hasil pemeriksaan dan kemungkinan langkah hukum lanjutan, masih dinantikan oleh publik yang mengikuti kasus ini melalui berbagai unggahan video di media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *