Cakrawala News – 12 Oktober 2026 | Berapa harga Pindad Maung Garuda yang jadi mobil dinas menteri? Pertanyaan ini ramai dibahas setelah sejumlah menteri Kabinet Merah Putih mulai menggunakan SUV taktis buatan PT Pindad tersebut sebagai kendaraan operasional pada Oktober 2026. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya sempat menyebut angka sekitar Rp700 juta hingga Rp1 miliar untuk kendaraan yang ia gunakan, meski harga pastinya belum pernah diumumkan secara resmi oleh pemerintah maupun perusahaan.
Mobil berwarna putih itu mulai terlihat di lingkungan pemerintahan sejak 5 Oktober 2026. Beberapa menteri koordinator dan pimpinan lembaga tercatat telah memakainya, salah satunya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Penggunaan Maung Garuda sebagai mobil dinas disebut sebagai bagian dari proyek pengadaan kendaraan sesuai arahan Presiden Prabowo.
Kisaran Harga yang Disebut Presiden
Dalam sejumlah kesempatan, Presiden Prabowo pernah membuka soal nilai Pindad Maung Garuda. Ia menyebut kendaraan yang dipakainya sebagai mobil presiden dihargai sekitar Rp700 jutaan. Namun, ia juga menambahkan bahwa mobil tersebut dibekali fitur khusus seperti bodi anti peluru, sehingga kemungkinan harganya lebih tinggi.
Pernyataan lain menyebut angka sekitar Rp1 miliar, tetapi tidak mencapai Rp8 miliar. Artinya, hingga kini belum ada angka resmi tunggal yang dipublikasikan mengenai harga satuan Maung Garuda versi mobil dinas menteri. Perbedaan angka yang beredar lebih bersifat pernyataan lisan dan estimasi, bukan daftar harga resmi.
Yang perlu dipahami, harga kendaraan VVIP semacam ini tidak bisa disamakan dengan mobil penumpang biasa. Ada komponen perlindungan, material khusus, serta perangkat kabin yang membuat biayanya berbeda dari kendaraan komersial. Karena itu, pertanyaan berapa harga Pindad Maung Garuda yang jadi mobil dinas menteri masih menyisakan ruang tanya sampai ada keterangan resmi.
Spesifikasi Maung MV3 Garuda
Maung Garuda yang dipakai para menteri memiliki bentuk dan fitur yang kurang lebih sama dengan Maung MV3 Garuda Limousine. Kendaraan ini dikembangkan Pindad menggunakan platform MV3 dengan dimensi panjang sekitar 5,05 meter, lebar 2,06 meter, dan tinggi 1,87 meter. Bobotnya mencapai sekitar 2,95 ton dengan rancangan long wheelbase agar ruang kabin lebih lega.
Untuk jantung pacu, MV3 Garuda dibekali mesin berdaya maksimum 202 daya kuda. Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis delapan percepatan, dengan kecepatan maksimum hingga 100 kilometer per jam. Sebagai kendaraan operasional VVIP, aspek perlindungan menjadi bagian penting.
MV3 Garuda menggunakan bodi berbahan composite armor dan kaca antipeluru dengan perlindungan level B5/B6. Mobil ini juga memakai pelek 21 inci yang dibalut ban Run Flat Tyre (RFT), sehingga kendaraan tetap bisa berjalan saat ban kehilangan tekanan atau mengalami kerusakan.
Masuk ke kabin, tersedia captain seat dengan pengaturan elektrik dan leg rest. Pindad juga membekali kabin dengan panel kontrol, head unit 12 inci, kamera 360 derajat, LED smart TV, cooled storage, dan portable Wi-Fi. Di bagian eksterior terdapat automatic footstep yang membantu penumpang naik dan turun.
Meski demikian, unit yang digunakan para menteri tidak langsung dilengkapi sunroof sebagaimana mobil kepresidenan. Perbedaan spesifikasi ini diakui oleh pihak Danantara. Chief Technology Officer Badan Pengelola Investasi Danantara, Sigit Puji Santosa, mengatakan spesifikasi kendaraan untuk pejabat negara berbeda cukup banyak dibanding mobil yang dipakai Presiden Prabowo.
Siapa Saja yang Mendapat Maung Garuda?
Sigit memastikan seluruh menteri dan wakil menteri akan mendapatkan mobil dinas Maung Garuda. Bahkan, ia menyebut penerimanya bisa lebih dari itu, berpotensi menyasar pejabat negara lainnya. “Bahkan lebih dari itu nanti,” ujarnya saat ditemui di sela Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, Rabu (7/10).
Terkait perbedaan spesifikasi dan jadwal pembagian, Sigit meminta publik menunggu 20 Oktober. Ia menjanjikan akan ada kejutan pada tanggal tersebut. Pernyataan itu disampaikan saat ditanya soal kepastian jajaran penerima kendaraan dinas.
Sementara itu, Airlangga Hartarto menyatakan belum semua anggota Kabinet Merah Putih mendapatkan fasilitas kendaraan dinas buatan PT Pindad tersebut. Artinya, distribusi Maung Garuda sebagai mobil dinas menteri berlangsung bertahap, tidak sekaligus.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar juga terlihat menggunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas. Ia bahkan berfoto di depan mobil dinasnya, Maung MV3 Garuda Limousine, di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta.
Konteks dan Hal yang Perlu Dicermati
Penggunaan Maung Garuda sebagai mobil dinas menjadi penanda perluasan pemanfaatan kendaraan produksi dalam negeri untuk kebutuhan pejabat negara. Sebelumnya, kendaraan ini identik dengan kendaraan kepresidenan. Kini, cakupannya melebar ke jajaran menteri dan wakil menteri.
Bagi publik, pertanyaan berapa harga Pindad Maung Garuda yang jadi mobil dinas menteri penting karena menyangkut anggaran negara. Namun, sampai ada keterangan resmi soal harga satuan dan jumlah unit yang dibagikan, angka Rp700 juta hingga Rp1 miliar sebaiknya dibaca sebagai pernyataan yang belum final, bukan patokan pasti.
Yang jelas, spesifikasi mobil ini dirancang bukan sekadar kendaraan biasa. Dengan dimensi besar, perlindungan lapis baja, dan kelengkapan kabin, MV3 Garuda menjadi bagian dari pengembangan kendaraan khusus Pindad untuk mendukung mobilitas pejabat negara sekaligus memperkuat produk otomotif industri dalam negeri.
Ke depan, perhatian publik akan tertuju pada pengumuman 20 Oktober soal siapa saja yang mendapat Maung Garuda dan seperti apa spesifikasi versi menteri. Sampai saat itu, harga resmi kendaraan ini masih menjadi tanda tanya yang menunggu penjelasan dari pemerintah dan PT Pindad.








