Cakrawala News – 26 September 2026 | Bangkai KM Virgo masih di dasar Laut Jawa, perusahaan kapal ungkap alasan belum diangkat menjadi sorotan utama dalam perkembangan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari ke-12 kecelakaan KM Virgo Transport 8. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengonfirmasi bahwa sebanyak 93 korban dari total 243 orang dalam manifes kapal masih dalam proses pencarian dan diduga berada di dalam bangkai kapal yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Hingga Kamis, 24 September 2026, pukul 22.00 WITA, tim SAR telah menemukan 150 korban, terdiri atas 108 orang selamat dan 42 orang meninggal dunia.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko, menjelaskan bahwa posisi bangkai KM Virgo yang masih miring di dasar laut menjadi kendala utama dalam proses evakuasi. Menurutnya, tim penyelam memaksimalkan pencarian dari bagian atas dan sisi kanan bangkai kapal, sementara sisi lambung bawah dihindari karena berisiko tinggi bagi keselamatan penyelam.
“Tim SAR terus memaksimalkan pencarian dari bagian atas dan sisi kanan bangkai kapal karena posisi KM Virgo di bawah laut masih miring, penyelam menghindari sisi lambung bawah karena berisiko,” kata Yudhi dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis malam, 24 September 2026.
Yudhi menambahkan bahwa tim penyelam juga mempertimbangkan hasil pemantauan menggunakan teknologi remotely operated vehicle (ROV) yang masih mendeteksi adanya pergerakan pada badan kapal. Temuan itu membuat keselamatan penyelam dan rescuer menjadi prioritas utama selama operasi bawah air berlangsung.
Kondisi Bawah Laut Mendukung Penyelaman
Meski bangkai KM Virgo masih di dasar Laut Jawa dan perusahaan kapal ungkap alasan belum diangkat, kondisi bawah laut pada hari ke-12 operasi SAR dinilai cukup mendukung pelaksanaan penyelaman. Jarak pandang di dalam air relatif jernih dan arus tergolong rendah, meskipun angin serta gelombang di permukaan laut cukup kuat.
Kondisi tersebut memungkinkan penyelam melanjutkan pembukaan kaca di sejumlah ruangan yang sebelumnya telah dipecahkan. Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses menuju bagian dalam kapal agar korban yang berada di dalam ruangan dapat ditarik keluar.
“Penyelam yang kemarin mungkin sudah sempat memecah kaca-kaca ruangan, tadi dilanjutkan lagi beberapa kaca dipecah sehingga bisa menarik korban yang ada di dalam ruangan,” tutur Yudhi.
Pada operasi SAR hari ke-12, tim penyelam gabungan dari Basarnas Special Group (BSG), TNI AL, dan potensi SAR lainnya berhasil mengevakuasi 14 korban meninggal dunia dari dalam bangkai kapal. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke KN SAR Pacitan sebelum diterbangkan menggunakan Helikopter HR-3604 Basarnas dan Helikopter Panther TNI AL menuju Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan bahwa seluruh korban yang telah dievakuasi langsung diserahkan ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Ia menegaskan pencarian akan terus dilakukan secara maksimal melalui jalur udara dan laut.
Rincian Korban dan Fokus Pencarian
Berdasarkan data Basarnas hingga Kamis, 24 September 2026, pukul 18.30 WITA, sebanyak 150 dari 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8 telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara 42 orang meninggal dunia. Sebanyak 93 korban lainnya masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian melalui unsur laut dan udara, termasuk penyelaman di dalam badan kapal untuk menemukan korban yang kemungkinan masih berada di dalam bangkai KM Virgo Transport 8. Keberlanjutan pencarian di bawah air sangat bergantung pada kondisi alam, khususnya situasi di bawah permukaan laut.
“Tim penyelam gabungan terdiri atas Basarnas Special Group (BSG), TNI AL, dan unsur SAR lainnya berhasil mengevakuasi 14 korban meninggal dari dalam kapal yang tenggelam di perairan Laut Jawa,” ujar Syafii.
Posisi bangkai KM Virgo yang masih miring di dasar Laut Jawa membuat proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Basarnas menegaskan bahwa keselamatan penyelam menjadi pertimbangan utama, sehingga pencarian difokuskan pada area yang dinilai paling aman dan memungkinkan untuk dijangkau.
Hingga kini, operasi SAR masih berlanjut dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas Special Group, TNI AL, hingga potensi SAR lainnya. Masyarakat, khususnya keluarga korban, masih menantikan kepastian atas 93 orang yang belum ditemukan.
Perkembangan berikutnya yang perlu diperhatikan adalah kondisi cuaca dan arus bawah laut, karena kedua faktor tersebut sangat menentukan kelancaran proses penyelaman. Jika kondisi alam membaik, tim penyelam diharapkan dapat memperluas akses ke bagian dalam kapal dan mempercepat evakuasi korban yang masih berada di dalam bangkai KM Virgo Transport 8.
