Jawa  

Breaking News: Jenazah Aldo Korban KM Virgo Tiba di Rumah Duka Karanganyar, Tangis Keluarga Pecah

Cakrawala News – 24 September 2026 | Breaking news: Jenazah Aldo korban KM Virgo tiba di rumah duka Karanganyar, tangis keluarga pecah [titlebase]. Jenazah Aldo, salah satu korban meninggal dalam tragedi kecelakaan KM Virgo Transport 8, akhirnya tiba di rumah duka di Karanganyar, Jawa Tengah, pada Rabu (23/9/2026), setelah melalui proses identifikasi DNA yang panjang dan penuh kecemasan bagi keluarga.

Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga yang telah menunggu dengan penuh harap. Suasana haru menyelimuti rumah duka saat peti jenazah tiba, menandai berakhirnya penantian yang melelahkan bagi orang tua dan saudara-saudara almarhum.

Paman Aldo, Suyono, mengungkapkan bahwa kepastian identitas almarhum baru diperoleh pada Selasa malam (22/9/2026) melalui proses pencocokan DNA. “Tadi malam dipastikan bahwa itu almarhum Aldo, berasal dari Surakarta lewat Basarnas dan hari ini jenazah diterbangkan dari Banjarmasin,” kata Suyono saat dihubungi awak media, Rabu (23/9/2026).

Menurut Suyono, pihak keluarga sebelumnya diminta menjalani tes DNA di Klinik Bhayangkara. Sampel DNA tersebut kemudian dikirim ke Banjarmasin untuk dicocokkan dengan jenazah yang ditemukan. Proses ini menjadi syarat mutlak sebelum jenazah dapat diserahkan kepada keluarga.

Proses Identifikasi DNA yang Panjang

“Orang tua dan saudara kandungnya tes DNA di Klinik Bhayangkara. Sehari sebelumnya diberi tahu supaya ahli waris atau keluarga ke klinik untuk tes DNA sehubungan diketemukannya almarhum Aldo, cuma perlu identifikasi yang pasti,” jelas Suyono.

Hasil tes DNA tersebut dikirimkan Klinik Bhayangkara ke Banjarmasin. Setelah hasilnya memastikan jenazah yang ditemukan adalah Aldo, surat keterangan kematian pun diterbitkan. Jenazah kemudian diterbangkan dari Banjarmasin menuju Bandara Semarang, lalu dibawa melalui jalur darat ke rumah duka di Karanganyar.

“Dari Semarang lewat darat menuju rumah almarhum,” ujar Suyono. Ia menambahkan bahwa keluarga sebelumnya sempat mendapat informasi mengenai temuan jenazah yang memiliki ciri-ciri mirip Aldo. Namun, keluarga memilih menunggu hasil identifikasi resmi untuk memastikan. “Ada (kabar). Cuma kita perlu data yang akurat. Sana sendiri juga minta data yang akurat,” katanya.

Sejumlah ciri fisik menjadi petunjuk dalam proses identifikasi, di antaranya pakaian yang dikenakan, rambut yang dicukur hingga gundul, bentuk wajah, serta tanda pada tubuh almarhum.

Kepala Korps Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan bahwa setiap korban yang dievakuasi langsung menjalani proses identifikasi. Petugas mencocokkan data ante mortem dari keluarga dengan hasil pemeriksaan post mortem jenazah.

“Polri melalui DVI terus memberikan pelayanan identifikasi kepada korban KM Virgo Transport 8. Setiap korban yang ditemukan dilakukan proses identifikasi dengan mengacu pada data ante mortem dan post mortem,” ujar Trunoyudo dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).

Data Korban Terus Diperbarui

Hingga Rabu, sebanyak 18 korban meninggal dalam tragedi kecelakaan KM Virgo Transport 8 berhasil ditemukan. Dari jumlah tersebut, sembilan jenazah sudah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga, sementara sembilan lainnya masih diproses Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Berdasarkan data terbaru Basarnas, hingga Rabu sebanyak 128 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 20 orang meninggal dunia. Sementara itu, berdasarkan data manifest yang mencatat 243 orang, masih terdapat 115 orang yang belum ditemukan.

Perbedaan angka korban meninggal antara data Polri dan Basarnas menunjukkan bahwa proses pendataan masih berlangsung dinamis. Tim gabungan terus bekerja melakukan pencarian dan identifikasi di lapangan.

Tragedi KM Virgo Transport 8 tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga Aldo di Karanganyar. Di Lamongan, Jawa Timur, jenazah Jumbrik (52), anak buah kapal KM Virgo, juga telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sumberejo, Kabupaten Lamongan, pada Rabu (23/9/2026).

Ketua Masjid Darush Shofa, Hanif Fakhrudin, mengatakan jenazah Jumbrik tiba di rumah duka Perumahan Made Great Resident, Desa Made, sekitar pukul 13.00 WIB setelah sebelumnya menjalani proses identifikasi oleh petugas di Kalimantan Tengah.

“Setelah diidentifikasi, jenazah dipulangkan dan tiba di rumah duka sekitar pukul 13.00 WIB,” katanya saat ditemui di Lamongan, Rabu. Setibanya di rumah duka, jenazah Jumbrik disalatkan keluarga dan warga di Masjid Darush Shofa sebelum kemudian diantar ke TPU Desa Sumberejo untuk dimakamkan sekitar pukul 14.00 WIB.

Hanif menuturkan, sebelum musibah terjadi, Jumbrik sempat menghubungi istrinya dan mengeluhkan kesulitan tidur serta meminta keluarganya terus mendoakannya. “Almarhum sempat menelepon istrinya. Katanya tidak bisa tidur dan meminta doa. Setelah itu tidak ada kabar sampai akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal,” ujarnya.

Selama proses pencarian Jumbrik, warga perumahan rutin menggelar doa bersama dan berharap korban segera ditemukan dalam kondisi selamat. “Almarhum dikenal sebagai sosok ramah dan aktif bermasyarakat ketika berada di rumah, termasuk mengikuti kegiatan sosial dan keagamaan,” tutur Hanif.

Kepala Desa Made, Kecamatan Lamongan, Eko Widianto, membenarkan bahwa salah satu warganya menjadi korban. “Memang benar mas, itu warga kami saat ini proses pulang ke rumah dan dilakukan pemakaman,” ucapnya.

Kembali ke Karanganyar, kedatangan jenazah Aldo menjadi puncak dari rangkaian penantian panjang keluarga. Proses identifikasi yang memakan waktu menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya memastikan keakuratan data korban. Bagi keluarga, kepastian identitas menjadi dasar untuk bisa memakamkan almarhum dengan layak.

Pemerintah dan tim gabungan masih terus bekerja mencari 115 orang yang belum ditemukan. Keluarga korban yang masih menunggu pun berharap proses pencarian dan identifikasi dapat berjalan lebih cepat, meski tetap mengedepankan ketelitian.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pelayaran dan prosedur operasi kapal. Duka mendalam menyelimuti keluarga korban, sementara upaya evakuasi dan identifikasi terus menjadi perhatian publik. Setiap jenazah yang berhasil teridentifikasi dan dipulangkan membawa cerita tersendiri, termasuk Aldo yang akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya di Karanganyar untuk dimakamkan oleh keluarga tercinta.

Exit mobile version