Cakrawala News – 22 Oktober 2026 | Kekalahan telak Cagliari 0-4 dari Monza pada laga pekan kedelapan Serie A 2025-2026 menyimpan cerita lain di kubu sang pemenang. Bagi pelatih Ivan Juric, hasil di kandang Monza itu bukan hanya soal kemenangan dan performa lini serang, tetapi juga menandai rapor bersih pertama alias clean sheet perdana Monza pada musim ini.
Sebelum menghadapi Cagliari, Monza tercatat sebagai salah satu tim dengan pertahanan terburuk. Namun setelah laga tersebut, gawang mereka akhirnya tak kebobolan, dan skor pertahanan tim asuhan Juric ikut membaik.
Sejumlah pengamat menyoroti bahwa lini belakang Monza mulai menemukan keseimbangannya. Perlahan tapi pasti, sentuhan tangan Juric sebagai pelatih mulai terlihat. Persoalannya kini sederhana: bisakah Monza mempertahankan tren positif itu?
Pertahanan Jadi Kunci Bertahan di Serie A
Dalam sepak bola Italia, soliditas pertahanan kerap menjadi faktor penentu untuk bertahan di kompetisi seketat Serie A. Menutup rapat gawang berarti membuka peluang mengumpulkan banyak poin dan memperbaiki posisi di klasemen lebih cepat dari perkiraan.
Namun untuk mencapai hal itu, Monza dituntut menjaga konsistensi di seluruh fase pertahanan, bukan hanya sesekali tampil rapi. Soliditas semacam ini disebut-sebut sebagai salah satu keunggulan Juric sebagai pelatih, sehingga wajar bila laga melawan Cagliari dianggap sebagai titik awal, bukan titik akhir.
Di sisi lain, kekalahan 0-4 menjadi pukulan berat bagi Cagliari. Tim asal Sardinia itu kini dituntut segera bangkit agar tidak kehilangan momentum di klasemen. Sebelum tumbang di Monza, Cagliari tercatat meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang dalam beberapa laga terakhir, dengan catatan lima gol dan enam kali kebobolan.
Ujian Berikutnya: Cagliari Vs Bologna
Jadwal berikutnya langsung menguji daya bangkit Cagliari. Pada Sabtu, 24 Oktober, Cagliari dijadwalkan menjamu Bologna di Stadion Sardegna Arena pada laga pekan kedelapan. Pertandingan ini akan dipimpin wasit Kevin Bonacina.
Kedua tim datang dengan modal kurang menggembirakan. Cagliari baru saja menelan kekalahan 0-4 dari Monza, sementara Bologna tumbang 1-3 di tangan Inter. Bologna pun tengah mencari bentuk terbaiknya setelah mencatat satu kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan dalam beberapa laga terakhir, dengan enam gol tercipta dan delapan kali kebobolan.
Secara klasemen, Cagliari saat ini berada di posisi ketujuh dengan 13 poin dari empat kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. Adapun Bologna berada di peringkat ke-15 dengan lima poin hasil satu kemenangan, dua imbang, dan empat kekalahan. Dalam lima pertemuan terakhir, tuan rumah mengoleksi satu kemenangan, Bologna tiga kemenangan, dan satu laga berakhir imbang. Pertemuan terakhir pada 3 Mei 2026 juga berakhir tanpa gol.
Arrigoni: Laga Tost untuk Kedua Tim
Mantan pelatih yang pernah menangani kedua klub, Daniele Arrigoni, menilai duel Cagliari melawan Bologna akan berjalan berat bagi kedua pihak. Menurutnya, kedua tim datang dengan kebutuhan berbeda: Cagliari harus bereaksi atas kekalahan telak di Monza, sedangkan Bologna ingin melanjutkan sinyal positif yang ditunjukkan pada babak pertama saat melawan Inter.
Arrigoni juga memuji Fabio Pisacane, yang dinilainya sudah membuktikan kualitasnya sejak musim lalu, serta menaruh respek pada Raffaele Palladino yang dianggap cukup mumpuni menghadapi situasi rumit. Bagi Arrigoni, laga ini punya nilai personal. Pada 2004, saat menangani Cagliari, ia menjalani laga pertamanya sebagai pelatih di Serie A justru melawan Bologna dan meraih kemenangan. Bertahun-tahun kemudian, saat menukangi tim Emilia, kekalahan 1-5 dari Cagliari di Sant’Elia pada November 2008 berujung pada pemecatannya.
Di sisi lain, Cagliari Women juga bersiap menyambut kompetisi. Klub telah mempresentasikan musim 2026/2027 tim putri, jelang debut di Eccellenza pada laga di La Maddalena, dengan fokus memperkuat pembinaan atlet muda dan keterkaitan dengan wilayah setempat.
Bagi Monza, clean sheet melawan Cagliari menjadi pijakan berharga untuk membangun konsistensi pertahanan. Bagi Cagliari, laga kontra Bologna pada akhir pekan menjadi kesempatan membuktikan bahwa kekalahan telak di Monza hanyalah insiden, bukan awal dari tren buruk.
