Cakrawala News – 22 Oktober 2026 | Keputusan kontroversial seusai laga real madrid vs sevilla akhirnya bergulir ke meja Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Komite tersebut memutuskan tidak mengabulkan alegasi Sevilla FC terkait kartu kuning yang diterima pemain Portugal, Félix Correia, pada laga yang digelar di Santiago Bernabéu, Minggu, 18 Oktober 2026. Sevilla sebelumnya mempersoalkan dugaan kesalahan identitas oleh wasit Busquets Ferrer, yang diyakini menghukum orang yang salah.
Dalam pertandingan itu, Busquets Ferrer mengeluarkan kartu kuning kepada Correia dengan alasan “berdebat dengan lawan”, sebagaimana tercatat dalam laporan pertandingan. Sevilla menilai pemain yang seharusnya dihukum adalah Lucien Agoumé, bukan Correia. Klub asal Andalusia itu pun mengajukan alegasi resmi ke Komite Disiplin, namun upaya tersebut kandas.
Alasan Komite Menolak Alegasi
Komite Disiplin RFEF menyatakan bahwa kesalahan materiil yang nyata sebagaimana didalilkan Sevilla tidak terbukti. Dalam pertimbangannya, komite merujuk pada laporan wasit yang secara eksplisit mengidentifikasi Félix Alexander Andrade Sanches Correia, pemain bernomor punggung 20, sebagai pihak yang mendapat kartu kuning pada menit ke-23.
Menurut komite, perilaku tersebut masuk dalam kategori pelanggaran menurut Pasal 118.1.i Kode Disiplin RFEF, yakni berdebat dengan lawan tanpa disertai hinaan atau ancaman. Komite juga menegaskan bahwa gambar-gambar yang diperiksa tidak cukup membuktikan secara meyakinkan bahwa wasit mengalami kekeliruan identitas, dan tidak pula menyanggah perilaku yang tercatat dalam laporan pertandingan.
Komite menambahkan, keterlibatan pemain lain dalam insiden tersebut, termasuk pemain bernomor punggung 6 yang disebut Sevilla, tidak serta-merta meniadakan kemungkinan bahwa pemain yang dihukum memang berdebat dengan lawan. Tidak adanya dorongan fisik dari Correia juga dinilai bukan faktor penentu, karena perilaku itulah yang menjadi dasar hukuman.
Sevilla Sebut Correia Tak Melakukan Apa Pun
Sevilla sebelumnya menilai hukuman tersebut tidak masuk akal. Menurut klub, berdasarkan rekaman yang beredar, Correia tidak melakukan tindakan apa pun yang pantas diganjar kartu kuning. Usai menerima kartu, pemain sayap itu disebut meminta penjelasan kepada wasit, tetapi tidak mendapatkannya.
Insiden bermula dari keributan antara gelandang Real Madrid, Arda Güler, dan pemain Sevilla yang dikenal dengan julukan Peque. Dalam upaya melepaskan diri dari pegangan lawan, Güler melakukan gerakan siku yang mengenai Peque. Wasit tidak menghukum Güler, tetapi justru memberi kartu kuning kepada Huijsen karena menarik lengan lawan agar berdiri, dan kemudian kepada Correia.
Menariknya, sejumlah pemain Real Madrid sendiri sempat memberi tahu wasit bahwa ia keliru. Dalam rekaman yang diambil kamera yang dikenakan wasit, terlihat Federico Valverde bersikeras bahwa pelanggar sebenarnya adalah Agoumé. Namun, hal itu tidak mengubah keputusan di lapangan maupun di meja komite.
Sevilla juga Memprotes Produksi Audiovisual
Polemik real madrid vs sevilla tidak berhenti pada kartu kuning. Sevilla FC melayangkan reklamasi resmi kepada Departemen Kompetisi LaLiga, yang ditandatangani Presiden José María del Nido Carrasco. Klub menyatakan ketidaksetujuan mendalam atas produksi audiovisual pertandingan dan keprihatinan atas pernyataan yang dilontarkan penanggung jawab penyiaran dan editorial LaLiga (GFP/HBS/NVP), Sergio Carranza Lezcano, dalam program El Partidazo de COPE.
Dalam pengaduan itu, Sevilla menyoroti apa yang disebutnya sebagai perlakuan tidak seimbang dalam penayangan dan pengulangan aksi-aksi krusial. Klub mengklaim aksi Cucurella terhadap Peque yang berpotensi menjadi penalti tidak ditayangkan dengan pengulangan memadai. Siku Güler terhadap Peque yang berpotensi berujung kartu merah disebut hanya ditampilkan dari sudut jauh tanpa bantuan alat pembesaran.
Sevilla juga mempersoalkan pelanggaran Konaté terhadap Robbie Ure sebelum terjadinya gol kedua Real Madrid, yang dinilai kurang dianalisis secara televisi. Sebaliknya, penalti untuk Real Madrid atas Mbappé disebut mendapat banyak pengulangan dari berbagai sudut. Klub menuduh tiga aksi pertama sengaja dihilangkan dari ringkasan resmi pertandingan meski gambarnya tersedia dan kemudian beredar melalui operator seperti Movistar Plus+ dan DAZN.
Sebagai tindak lanjut, Sevilla meminta LaLiga memberikan jawaban terperinci dan terdokumentasi soal rencana produksi, kamera yang dikerahkan, titik buta, serta personel yang bertanggung jawab atas keputusan penyiaran. Klub juga meminta penyerahan materi audiovisual, pemeliharaan rekaman, penyerahan protokol, serta peninjauan dan pembersihan tanggung jawab.
Konteks dan Langkah Berikutnya
Di sisi lain, Komite Teknisi Wasit (CTA) menyatakan bahwa tidak semua kamera dalam pertandingan bisa digunakan untuk VAR. Menurut sumber CTA, aksi siku Güler terjadi di belakang wasit, di area di luar bola, dan kamera tidak mengarah ke sana. Hanya kamera dengan sudut sangat lebar yang menangkap kejadian itu, itupun tanpa detail yang cukup untuk memastikan bagian tubuh mana yang mengenai wajah Peque. Karena tidak ada bukti konklusif, VAR dinilai tidak dapat melakukan intervensi.
Keputusan Komite Disiplin mempertahankan kartu kuning Correia menutup salah satu babak dari rangkaian kontroversi seusai real madrid vs sevilla, tetapi tidak serta-merta meredakan ketegangan antara Sevilla dan otoritas kompetisi. Reklamasi audiovisual yang diajukan Sevilla ke LaLiga masih menunggu jawaban, dan hasilnya berpotensi memengaruhi cara klub memandang netralitas penyiaran pertandingan.
Bagi Correia, kartu kuning tersebut tetap tercatat dalam rekam jejak disiplinnya, sementara Sevilla harus menerima bahwa jalur hukum olahraga melalui Komite Disiplin sudah tertutup untuk kasus ini. Perhatian kini beralih ke bagaimana LaLiga menanggapi permintaan transparansi produksi yang diajukan klub, sekaligus apakah akan ada langkah lanjutan dari Sevilla terkait keputusan komite.
