de Red FC Resmi Rekrut Dimitri Lima, Mantan Gelandang Persis Solo dengan 1 Gol dan 5 Assist

de Red FC Resmi Rekrut Dimitri Lima, Mantan Gelandang Persis Solo dengan 1 Gol dan 5 Assist
de Red FC Resmi Rekrut Dimitri Lima, Mantan Gelandang Persis Solo dengan 1 Gol dan 5 Assist

Cakrawala News – 19 September 2026 | de Red FC datangkan mantan gelandang Persis Solo, pernah cetak 1 gol dan 5 assist, setelah Dimitri Lima Souza resmi menandatangani kontrak bersama klub asal Surabaya tersebut. Gelandang serang asal Brasil itu menjadi pemain asing ketiga de Red FC pada musim ini, melengkapi kuota impor tim yang sebelumnya diisi Keven Alleson dan Fellipe Veloso. Proses teken kontrak berlangsung pada Kamis, 17 September 2026, dan Dimitri saat itu sudah berada di Surabaya untuk menyelesaikan seluruh administrasi kepindahannya.

Pelatih de Red FC, Aji Santoso, mengonfirmasi bahwa dirinya turut mendampingi proses penandatanganan kontrak tersebut. Menurut Aji, kehadiran Dimitri membuat komposisi pemain asing timnya genap, sehingga manajemen tidak lagi mencari tambahan pemain impor untuk mengarungi kompetisi mendatang.

“Tadi (kemarin) saya ikut mendampingi proses teken kontrak. Jadi, sekarang kami sudah memiliki tiga pemain asing,” kata Aji Santoso kepada Jawa Pos.

Alasan utama Aji memilih Dimitri bukan tanpa dasar. Pelatih berpengalaman itu menilai rekam jejak Dimitri di sepak bola Indonesia, khususnya saat berseragam Persis Solo, menjadi pertimbangan penting. Selain itu, Aji mengaku membutuhkan sosok pemain dengan karakter permainan agresif seperti Dimitri untuk memperkuat lini tengah dan serangan timnya.

“Karena dia pernah bermain di Indonesia bersama Persis Solo. Saya juga butuh pemain bertipe (agresif) seperti Dimitri. Semoga dia bisa maksimal bersama de Red FC,” jelas Aji.

Catatan Statistik Dimitri Bersama Persis Solo

Bersama Persis Solo pada musim lalu, Dimitri didatangkan pada putaran kedua dan langsung menjadi bagian dari rotasi tim. Selama memperkuat Laskar Sambernyawa, ia tampil dalam 14 pertandingan dan mencatatkan satu gol serta lima assist. Kontribusi tersebut menunjukkan peran gandanya sebagai pengatur serangan sekaligus penyuplai bola bagi para penyerang.

Angka satu gol dan lima assist itu menjadi salah satu alasan mengapa de Red FC datangkan mantan gelandang Persis Solo, pernah cetak 1 gol dan 5 assist tersebut, sebagai pemain asing terakhir mereka. Pengalaman Dimitri berkompetisi di Indonesia dinilai lebih menguntungkan dibandingkan mendatangkan pemain asing yang belum pernah merasakan atmosfer sepak bola nasional.

Kepindahan Dimitri ke de Red FC juga menandai babak baru dalam kariernya setelah sebelumnya memperkuat klub asal Kota Bengawan itu. Meski hanya setengah musim berseragam Persis Solo, ia sempat tampil dalam laga-laga penting, termasuk saat Persis Solo meraih kemenangan atas Bhayangkara FC. Dokumentasi pertandingan itu bahkan menjadi foto yang menyertai pengumuman resmi kepindahannya ke de Red FC.

Dinamika di Persis Solo dan Konteks Kompetisi

Kepergian Dimitri bertepatan dengan sejumlah perubahan di tubuh Persis Solo. Klub yang bermarkas di Stadion Manahan itu baru saja menambah jajaran asisten pelatih untuk mengarungi Pegadaian Championship 2026/2027. Laskar Sambernyawa merekrut Dedy Gusmawan, asisten pelatih yang sebelumnya membantu Nova Arianto di Timnas Indonesia U-19, termasuk ketika tim tersebut lolos dari babak Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.

Dedy Gusmawan, pria berusia 40 tahun, mengaku antusias bergabung dengan Persis Solo. Ia menyebut klub tersebut sebagai tim besar dengan basis suporter yang besar di Indonesia, sehingga menjadi kehormatan tersendiri bisa bekerja di sana.

“Saya sangat senang karena kita tahu Persis Solo tim besar dengan basis suporter besar. Jadi, ini menjadi suatu kehormatan bisa bekerja untuk Persis Solo,” ujar Dedy melalui keterangan resmi, Jumat (18/9/2026).

Dedy juga berharap dapat membantu Persis Solo bersaing di musim 2026/2027. Ia menyadari Laskar Sambernyawa memiliki ambisi besar untuk merebut tiket promosi ke kasta tertinggi. Menurutnya, tim dengan basis suporter fanatik seperti Persis Solo sangat layak kembali ke ajang Super League.

“Jika berbicara target, pasti saya ingin membawa Persis Solo kembali ke kasta tertinggi karena antusiasme suporter sangat besar di Liga 1,” kata pelatih kelahiran Tanjung Morawa, 27 Desember 1985 itu.

Sementara itu, di sisi kompetisi, Persis Solo tengah mempersiapkan diri menghadapi pertandingan pekan kedua Pegadaian Championship 2026/27. Laskar Sambernyawa akan menjamu PSBS Biak di Stadion Manahan, Solo, pada Minggu (20/9) malam. Pelatih Kepala Persis Solo, Ricky Nelson, memastikan kondisi skuadnya baik dan tidak ada pemain yang mengalami cedera.

Meski demikian, Ricky belum menentukan komposisi pemain yang akan diturunkan. Ia menyebut pilihan akhir akan ditentukan berdasarkan kesiapan masing-masing pemain menjelang pertandingan.

“Kondisi semua baik tidak ada cedera. Semua siap bermain tinggal bagaimana nanti saya memilih yang lebih siap bermain melawan Biak,” ujar Ricky saat sesi latihan di Lapangan Sriwaru, Solo, Kamis (17/9).

Dalam sepekan terakhir, Persis Solo fokus meningkatkan aspek teknik dan taktik permainan. Ricky ingin para pemain memanfaatkan masa persiapan tersebut untuk membangun kesiapan sebelum menghadapi PSBS Biak. Persis juga membawa misi penting pada pertandingan kandang pertama musim ini, yakni meraih kemenangan setelah hasil kurang maksimal pada laga pembuka.

Pada laga pembuka, Persis Solo menelan kekalahan dari Persela. Kekalahan itu membuat tim bertekad bangkit saat menjamu PSBS Biak. Pelatih Persela, Bima Sakti, sebelumnya menyoroti dua masalah jelang menghadapi Persiba, sementara kubu Persis berusaha menutup celah yang membuat mereka kehilangan poin di laga pertama.

Dampak bagi de Red FC dan Persis Solo

Bagi de Red FC, kedatangan Dimitri melengkapi kebutuhan pemain asing yang telah lama mereka cari. Manajemen dan tim pelatih berharap kombinasi tiga pemain impor, yakni Keven Alleson, Fellipe Veloso, dan Dimitri Lima Souza, mampu meningkatkan daya saing tim di kompetisi musim ini. Karakter agresif Dimitri dinilai cocok dengan gaya permainan yang ingin diterapkan Aji Santoso.

Di kubu Persis Solo, kehilangan Dimitri menjadi bagian dari dinamika skuad yang terus berubah. Manajemen memilih memperkuat staf pelatih dengan mendatangkan Dedy Gusmawan untuk mendampingi Ricky Nelson. Langkah itu menunjukkan keseriusan Laskar Sambernyawa dalam mengejar target promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional.

Yang perlu dicermati selanjutnya adalah bagaimana Dimitri beradaptasi dengan skema de Red FC dan seberapa cepat ia kembali menemukan performa terbaiknya. Sebaliknya, Persis Solo harus membuktikan bahwa perubahan di jajaran pelatih dan skuad tidak mengganggu stabilitas tim, terutama saat menghadapi PSBS Biak di kandang sendiri. Duel tersebut akan menjadi ujian awal bagi ambisi Persis untuk bangkit sekaligus menegaskan bahwa kepergian pemain seperti Dimitri tidak mengurangi kekuatan mereka di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *