Sosial  

Ed Sheeran Akui Salah dan Minta Maaf soal Gaza, Panen Kritik Publik

Ed Sheeran Akui Salah dan Minta Maaf soal Gaza, Panen Kritik Publik
Ed Sheeran Akui Salah dan Minta Maaf soal Gaza, Panen Kritik Publik

Cakrawala News – 22 September 2026 | Akui salah dan minta maaf, Ed Sheeran: Hatiku hancur lihat yang terjadi di Gaza menjadi pernyataan yang akhirnya disampaikan penyanyi asal Inggris itu di atas panggung konser solonya di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu, 19 September 2026. Pernyataan tersebut menjadi kali pertama Ed Sheeran secara langsung menyinggung situasi di Gaza, sekaligus merespons gelombang kontroversi yang menyeret namanya sepekan terakhir. Meski telah meminta maaf, pernyataannya justru menuai kritik luas dari publik di berbagai media sosial.

Dalam pembukaan konsernya, Ed Sheeran meminta izin kepada penonton untuk berbicara beberapa saat sebelum membawakan lagu. Ia menyebut situasi di Gaza sebagai sesuatu yang membawa bencana dan tidak dapat dibenarkan. Menurut laporan sejumlah media internasional, ia juga menyatakan hatinya hancur melihat besarnya kehancuran serta hilangnya nyawa warga sipil dan anak-anak.

Ed Sheeran turut menyinggung peristiwa 7 Oktober yang ia sebut sebagai kejadian mengerikan yang menambah panjang penderitaan warga Yahudi selama berabad-abad. Ia mengaku merasa ngeri dengan konflik antara Israel dan Palestina, dan menggambarkan penderitaan akibat perang tersebut sebagai tragedi kemanusiaan. Selain Gaza, ia menyoroti pula apa yang disebutnya sebagai ketidakadilan sistemik di Tepi Barat yang tidak boleh diabaikan.

Kronologi Kontroversi

Kontroversi yang menyeret Ed Sheeran berawal dari dicoretnya rapper Macklemore dari daftar penampil pembuka tur Loop di Amerika Serikat. Pencoretan itu terjadi setelah Macklemore menyerukan dukungan terhadap Palestina saat membuka konser di MetLife Stadium, New Jersey, pada 5 September 2026. Keputusan tersebut kemudian memicu gelombang pengunduran diri sejumlah artis pembuka lain, termasuk FINNEAS, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Boega, yang menunjukkan dukungan atas apa yang disampaikan Macklemore.

Dampaknya terasa pada penjualan tiket. Harga tiket tur Ed Sheeran dilaporkan anjlok hingga menyentuh angka 32 dolar AS atau sekitar Rp480 ribu di sejumlah platform. Ed Sheeran menegaskan bahwa keputusan mengeluarkan Macklemore merupakan kebijakan pihak promotor, bukan atas kehendak pribadinya. Kabarnya, ia mendapat tekanan dari pemilik New England Patriots, Robert Kraft, yang perusahaannya memiliki stadion tempat tur tersebut berlangsung.

Dalam pernyataannya di atas panggung, Ed Sheeran mengakui bahwa kritik yang muncul pekan itu menyangkut hal yang jauh lebih penting dibandingkan karya musiknya. Ia menyatakan telah mengambil sejumlah keputusan sulit dan membuat kesalahan, serta menyampaikan permintaan maaf. Ia juga menegaskan tidak pernah ingin menjadi musisi aktivis maupun komentator politik, dan berharap konsernya tetap menjadi ruang aman bagi semua penonton.

Gelombang Kritik Publik

Meski akhirnya buka suara, pernyataan Ed Sheeran dinilai publik belum memadai sebagai bentuk permohonan maaf. Sejumlah kritik menyoroti cara penyampaiannya yang membuka pernyataan dengan peristiwa 7 Oktober terlebih dahulu. Pemilihan kata konflik juga dianggap sebagian pihak terlalu netral untuk menggambarkan situasi di Gaza. Yang paling disoroti adalah tidak adanya kata genosida dalam pernyataan tersebut.

Kritik lain menyoroti sejumlah hal yang dianggap tidak dilakukan Ed Sheeran, seperti tidak secara terbuka meminta maaf kepada Macklemore atau membahas keputusan mengeluarkannya dari tur. Ia juga dinilai tidak menyebutkan ke mana donasinya akan disalurkan, tidak mengajak penonton turut berdonasi, serta tidak menyerukan Free Palestine seperti yang sebelumnya dilakukan Macklemore di atas panggung yang sama. Banyak warganet juga menuding pernyataannya tidak tulus karena terlihat dibaca dari teleprompter.

Dalam pernyataannya, Ed Sheeran menyebut dirinya berada di tengah perdebatan penting dan penuh emosi mengenai kebebasan berpendapat serta isu politik paling rumit di dunia. Ia juga berterima kasih kepada penonton yang tetap hadir ke konser setelah kontroversi berkembang dan viral.

Dukungan Taka One Ok Rock dan Klarifikasinya

Kontroversi ini turut menyeret nama vokalis band rock asal Jepang One Ok Rock, Taka. Melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu, 20 September 2026, Taka mengunggah dukungan untuk Ed Sheeran dengan menyebut apa yang dilakukan penyanyi itu sebagai tindakan berani. Unggahan tersebut langsung menuai kekecewaan dari para penggemarnya.

Menghadapi respons negatif tersebut, Taka kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui Instagram Story. Ia menjelaskan bahwa dukungannya murni karena hubungan pertemanan baik dengan Ed Sheeran, bukan karena setuju atau tidak setuju terhadap pandangan orang lain. Taka juga menegaskan dirinya menentang perang dan menolak tindakan yang menyebabkan anak-anak maupun warga sipil terluka atau kehilangan nyawa.

Ia menilai seorang artis tidak semestinya dilarang tampil hanya karena menyampaikan pandangan atau sikap pribadinya. Namun di sisi lain, Taka mengaku tidak setuju jika seorang artis dicancel karena mengambil keputusan berbeda. Ia menyatakan menghormati kebebasan Macklemore untuk menyampaikan pandangannya, sekaligus menghormati hak Ed Sheeran mengambil keputusan berdasarkan posisi dan tanggung jawabnya sendiri. Meski telah meminta maaf, klarifikasi Taka masih menuai respons negatif dari sebagian penggemar.

Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya

Pernyataan Ed Sheeran menjadi titik penting dalam perdebatan tentang sejauh mana musisi perlu bersikap terhadap isu politik global. Di satu sisi, ia menegaskan ingin panggungnya tetap menjadi ruang persatuan dan kebahagiaan. Di sisi lain, publik menuntut sikap yang lebih tegas terhadap situasi di Gaza. Perbedaan ekspektasi inilah yang membuat permintaan maafnya belum sepenuhnya diterima.

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi lebih lanjut mengenai langkah yang akan diambil Ed Sheeran, termasuk kemungkinan penyaluran donasi atau perubahan susunan tur Loop di Amerika Serikat. Perkembangan sikap para artis pembuka, respons promotor, serta reaksi publik terhadap pernyataan lanjutan Ed Sheeran akan menjadi hal yang menarik untuk diikuti, mengingat dampaknya tidak hanya pada penjualan tiket, tetapi juga pada posisi musisi dalam isu kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *