Cakrawala News – 29 Oktober 2026 | Fluminense meraih kemenangan dramatis atas Internacional dengan skor 2-1 pada laga pekan ke-33 Campeonato Brasileiro Série A 2026 di Stadion Maracanã, Rio de Janeiro, Rabu (28/10/2026) malam. Tertinggal lebih dulu, tim tuan rumah bangkit lewat gol Hércules dan Lucho Acosta yang tercipta pada menit-menit akhir, memastikan tiga poin penting di hadapan pendukung sendiri.
Kemenangan ini menjadi obat setelah periode sulit yang dialami Fluminense. Sebelumnya, tim asuhan pelatih Marcão itu menelan dua kekalahan beruntun di liga domestik dan tersingkir dari Copa Libertadores, sehingga hasil di Maracanã terasa krusial untuk menjaga asa finis di zona kualifikasi kompetisi antarklub Amerika Selatan musim depan.
Jalannya Pertandingan
Laga berjalan alot sejak awal. Internacional membuka keunggulan pada awal babak kedua lewat gol Alan Patrick, memanfaatkan celah di lini belakang tuan rumah. Gol tersebut sempat membuat tekanan bertambah bagi Fluminense, yang pada saat bersamaan sudah menuai kritik dari tribun penonton terhadap sejumlah pemainnya.
Namun, Fluminense tidak menyerah. Pada menit ke-33 babak kedua, Hércules mencetak gol penyama kedudukan lewat tembakan dari luar kotak penalti. Gol itu membangkitkan semangat tim dan mengubah jalannya pertandingan.
Pelatih memasukkan Lucho Acosta pada menit ke-13 babak kedua menggantikan Ganso. Pergantian tersebut terbukti menentukan. Di masa injury time, tepatnya menit ke-51, Guga menerima bola di sisi kanan dan mengirim umpan silang rendah. Rodrigo Castillo melepaskan tembakan yang ditepis kiper Kauan, dan bola muntah disambar Lucho Acosta untuk memastikan kemenangan tuan rumah.
Dampak bagi Klasemen
Dengan tambahan tiga poin, Fluminense mengoleksi 54 poin dan menempati posisi kelima klasemen, sama dengan perolehan Cruzeiro dan Athletico-PR meski dengan jumlah pertandingan berbeda. Posisi tersebut menjaga peluang tim untuk tetap bersaing di jalur kualifikasi Libertadores 2027.
Sementara itu, Internacional tertahan di angka 35 poin. Kekalahan ini membuat Colorado berada di ambang zona degradasi, hanya berjarak satu poin dari rival sekota, Grêmio, sehingga tekanan di akhir musim semakin besar bagi tim asuhan pelatih Baptista.
Reaksi dan Sorotan
Kemenangan ini juga tidak lepas dari sorotan terhadap performa para pemain depan tuan rumah. Hulk, yang diganti pada awal babak kedua saat tim masih tertinggal, mendapat sorotan dari sebagian pendukung dan sempat terlibat adu mulut dengan seorang penonton. Selain Hulk, Savarino, Canobbio, dan Ganso juga mendapat keluhan dari tribun saat meninggalkan lapangan.
Di sisi lain, Hércules sebelum pertandingan menyatakan optimisme bahwa timnya mampu bangkit setelah tersingkir dari Libertadores. Ia menegaskan bahwa skuad tetap fokus mengejar tiket kompetisi antarklub dan menjadikan laga melawan Internacional sebagai momentum untuk kembali meraih kemenangan di kandang.
Kubu Internacional sendiri memprotes kepemimpinan wasit. Pelatih Baptista menilai hasil pertandingan berubah akibat keputusan perangkat pertandingan, sementara manajemen klub menyampaikan keberatan secara resmi. Perselisihan soal keputusan wasit ini masih menjadi perhatian setelah laga berakhir.
Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya
Bagi Fluminense, konsistensi menjadi kunci. Jadwal sisa musim menuntut tim menjaga performa agar tetap berada di jalur perebutan tiket Libertadores. Sementara bagi Internacional, situasi klasemen yang kian mendesak menuntut respons cepat pada laga-laga berikutnya untuk menjauh dari ancaman degradasi.
Dengan empat pertandingan tersisa, persaingan di papan atas dan bawah klasemen diprediksi berlangsung ketat. Kemenangan dramatis di Maracanã setidaknya memberi Fluminense modal moral dan kepercayaan diri untuk menghadapi rangkaian pertandingan penentuan berikutnya.
