Cakrawala News – 04 Oktober 2026 | Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran menembak mati enam orang yang diduga anggota kelompok teroris dalam sebuah operasi penyergapan di Kota Zahedan, Provinsi Sistan-Baluchistan, pada Kamis (1/10/2026). Operasi yang membuat Garda Revolusi Iran tembak mati 6 anggota teroris di Zahedan itu berlangsung di permukiman Manzelab dan melibatkan baku tembak berjam-jam antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata.
Markas Quds Garda Revolusi menyatakan pasukannya berhasil memblokade ruang gerak para pelaku dengan mengerahkan kendaraan lapis baja ke lokasi. Pengerahan aparat di kawasan perbatasan tersebut disebut bertujuan melumpuhkan kelompok bersenjata sebelum menimbulkan ancaman keamanan yang lebih luas.
Baku Tembak Berjam-jam di Manzelab
Bentrokan sengit pecah sejak Kamis pagi waktu setempat. Kontak senjata yang berlangsung beberapa jam itu melibatkan penggunaan senapan otomatis dan peluncur roket. Selain kendaraan lapis baja, puluhan kendaraan militer dan sebuah tank dikerahkan ke lokasi dengan menggunakan senjata ringan hingga semi-berat.
“Puluhan kendaraan militer dan sebuah tank dikerahkan ke lokasi dengan menggunakan senjata ringan hingga semi-berat,” ujar Koordinator Lembaga Pemantau Haalvsh, Shir Ahmad Shirani, seperti dilansir Times of India.
Enam anggota kelompok bersenjata tewas di tempat. Namun, hingga laporan ini disusun, identitas mereka belum diumumkan secara resmi oleh otoritas setempat.
Situasi di kawasan tersebut dilaporkan memanas menyusul serangan di pos penjagaan Distrik Rask serta rentetan ledakan di Zahedan sehari sebelumnya. Rangkaian insiden itu menjadi latar belakang mengapa aparat bergerak cepat menyergap kelompok bersenjata di Manzelab.
Bahan Peledak Rakitan Disita
Seusai pertempuran, satuan intelijen menyisir lokasi persembunyian para pelaku dan menyita sejumlah bahan peledak rakitan siap pakai. Otoritas setempat membenarkan temuan ini, meski belum merinci target serangan yang direncanakan kelompok tersebut.
Temuan bahan peledak rakitan menambah kekhawatiran bahwa kelompok bersenjata itu tengah menyiapkan aksi lanjutan. Penyitaan barang bukti tersebut menjadi bagian penting dari upaya aparat memetakan jaringan dan rencana kelompok yang beroperasi di wilayah perbatasan.
Provinsi Sistan-Baluchistan yang berbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan dikenal sebagai kawasan rawan perlintasan ilegal. Wilayah terpencil ini sering dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan barang haram sekaligus rute pergerakan kelompok milisi.
Teheran Tuding Kelompok Separatis Bekerja Sama dengan Pihak Asing
Pemerintah Iran menuding sejumlah kelompok separatis di perbatasan bekerja sama dengan pihak asing. Tuduhan itu disampaikan di tengah meningkatnya potensi gangguan keamanan di wilayah tenggara negara tersebut.
Analis Senior International Crisis Group, Hamidreza Azizi, menilai kelompok bersenjata di kawasan itu tampaknya meningkatkan perlawanan. “Mereka sepertinya memilih untuk meningkatkan perlawanan bersenjata demi membangun kembali kekuatan pertahanan,” ujarnya.
Penumpasan kelompok bersenjata di Zahedan terjadi bersamaan dengan memanasnya geopolitik di Timur Tengah. Teheran saat ini sedang mempelajari tanggapan Amerika Serikat terkait usulan gencatan senjata tujuh hari yang ditengahi oleh Qatar.
Otoritas pertahanan Iran disebut menyiagakan pasukan secara penuh selama proses diplomasi berlangsung. Kondisi ini menunjukkan bahwa operasi keamanan di dalam negeri berjalan seiring dengan dinamika diplomasi regional yang masih berlangsung.
Peristiwa Garda Revolusi Iran tembak mati 6 anggota teroris di Zahedan menjadi salah satu perkembangan keamanan penting di kawasan perbatasan. Operasi ini menegaskan bahwa pemerintah Iran menempatkan stabilitas wilayah sebagai prioritas, terutama di provinsi yang selama ini dikenal rawan perlintasan ilegal dan pergerakan kelompok milisi.
Meski demikian, sejumlah pertanyaan masih menunggu jawaban. Identitas keenam orang yang tewas, asal kelompok mereka, serta target serangan yang direncanakan belum diungkap secara resmi. Publik juga menantikan hasil penyelidikan atas serangan di pos penjagaan Distrik Rask dan rentetan ledakan di Zahedan yang mendahului operasi tersebut.
Ke depan, perkembangan situasi di Sistan-Baluchistan akan menjadi perhatian, terutama jika ketegangan di perbatasan terus meningkat. Selain itu, hasil diplomasi terkait usulan gencatan senjata yang ditengahi Qatar berpotensi memengaruhi arah kebijakan keamanan Iran di wilayah tenggara.
