Cakrawala News – 18 Oktober 2026 | Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan Gibran silaturahmi ke kiai Pasuruan, minta doakan Prabowo diberi kekuatan dalam menjalankan amanah pemerintahan. Kunjungan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Kedatangan Wapres disambut langsung oleh pimpinan PP Dalwa, Abuya Al Habib Zain Hasan Baharun, beserta jajaran pengasuh pesantren. Dalam pertemuan itu, Gibran bersilaturahmi dengan para kiai sepuh, ibu nyai, dan pengasuh pesantren setempat.
Gibran menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto. Ia kemudian memohon doa dari para ulama agar kepala negara dan jajaran pemerintahan diberi kekuatan dalam menjalankan tugas.
“Mohon doa Kyai dan Bu Nyai, semoga Bapak Presiden selalu diberikan kekuatan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa saat ini,” kata Gibran, sebagaimana dikutip dari keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta.
Selain memohon doa bagi Presiden Prabowo, Gibran berharap pemerintah dan masyarakat Indonesia senantiasa diberi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa. Permintaan doa itu disampaikan sebagai bagian dari silaturahmi dengan para tokoh agama di lingkungan pesantren.
Doa untuk Penanganan Karhutla
Dalam kesempatan yang sama, Gibran secara khusus meminta doa untuk penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Sumatra Selatan dan Kalimantan. Ia berharap bencana tersebut segera teratasi.
“Mendapatkan kembali ini, salam hangat dari Bapak Presiden Prabowo. Kita doakan bersama ya Abuya ya, agar beliau bisa menjalankan tugas-tugas dengan baik dan lancar. Dan kita doakan juga saudara-saudara kita yang ada di Sumsel, Kalimantan, agar bencana karhutla ini segera diselesaikan,” ujar Wapres Gibran dalam tayangan Primetime News Metro TV, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Melalui silaturahmi ini, diharapkan dukungan serta doa dari kiai sepuh dan tokoh agama dapat memperkuat sinergi bangsa dalam menghadapi krisis bencana alam sekaligus menjalankan tugas-tugas pemerintahan.
Tinjau Pelatihan AI dan Robotik Santri
Kunjungan Gibran ke PP Dalwa juga dalam rangka meninjau pelatihan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dan robotik bagi para santri maupun tenaga pengajar. Dalam pertemuan tersebut, Gibran menyampaikan apresiasi kepada para pengasuh pesantren atas dukungan mereka terhadap penyelenggaraan pelatihan teknologi tersebut.
“Alhamdulillah pelatihan AI dan robotic bagi para santri bisa terlaksana berkat dukungan Kyai dan Bu Nyai,” ujarnya.
Menurut keterangan yang sama, PP Dalwa memiliki lebih dari 20.000 santri. Gibran menilai dukungan kiai dan ibu nyai telah membantu memperluas akses pembelajaran teknologi bagi para santri di pesantren tersebut.
Gibran juga berharap para tenaga pengajar terus meningkatkan kapasitas di bidang teknologi. Menurutnya, peningkatan kemampuan pengajar penting agar dapat mendampingi santri menghadapi tantangan saat ini dan masa depan.
“Saya berharap para pengajar juga terus meningkatkan kapasitas terkait teknologi, sehingga bisa terus mendampingi santri menghadapi gencarnya disrupsi yang terjadi,” katanya.
Salat Jumat dan Ziarah
Selain bersilaturahmi dan berdialog dengan jajaran pengasuh pesantren, Gibran melaksanakan salat Jumat bersama para santri, pengajar, dan pimpinan PP Dalwa di Masjid Baitul Ghoffar. Setelah itu, ia berziarah ke makam pendiri pesantren, Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun.
Dalam momen tersebut, Abuya Al Habib Zain Hasan Baharun menyampaikan harapan agar kunjungan Wapres membawa keberkahan bagi pesantren, Wapres, dan bangsa Indonesia.
“Mudah-mudahan jadi tambah keberkahan untuk Dalwa, untuk Pak Wapres, dan juga untuk negeri ini,” katanya.
Rangkaian kunjungan ini menunjukkan upaya Gibran silaturahmi ke kiai Pasuruan, minta doakan Prabowo diberi kekuatan sekaligus mendorong penguatan pendidikan berbasis teknologi di lingkungan pesantren. Silaturahmi ke kiai Pasuruan, minta doakan Prabowo diberi kekuatan itu juga menjadi penegasan dukungan moral dari kalangan ulama terhadap jalannya pemerintahan.
Ke depan, dukungan doa dan sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dinilai penting, terutama dalam menghadapi persoalan bangsa seperti bencana karhutla yang masih melanda sejumlah wilayah. Perhatian juga tertuju pada kelanjutan program penguatan kapasitas teknologi bagi santri dan tenaga pengajar di pesantren.
