Cakrawala News – 18 Oktober 2026 | Gelaran festival musik Synchronize Fest 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, menjadi panggung bagi beragam ekspresi, mulai dari kenangan hingga kepedulian sosial. Pada hari pertama, Sabtu (17/10/2026), sejumlah musisi menyuarakan kritik terhadap kondisi sosial-politik, sementara panggung Forest menghadirkan momen emosional lewat pertunjukan bertajuk “Tribute to Warkop DKI” yang menghadirkan Indrodjojo Kusumonegoro alias Indro.
Dalam penampilannya, Indro mengenang dua sahabatnya, mendiang Dono dan Kasino. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas antusiasme penonton yang tetap menyambut Warkop DKI meski dua personelnya telah tiada.
“Terus terang, kami tidak akan ada di sini tanpa Anda semua. Dan itu akan selalu kami ingat. Apalagi dengan ketidakadaannya Mas Dono, Mas Kasino, Anda semua masih antusias menyambut kita semua,” tutur Indro.
Duo Bahlul dan Trio GJLS Isi Panggung Tribute
Pertunjukan “Tribute to Warkop DKI” tidak hanya diisi oleh Indro. Duo Bahlul, yakni Sahil dan Kamal, membawakan lagu “Mana Tahan” dan “Aku Anak Desa” yang diiringi Orkes Nunung CS. Panggung juga diramaikan Trio GJLS yang terdiri atas Rigen, Rispo, dan Hifdzi dengan membawakan “Ya Mustafa” serta “Bakumba Kero”, karya grup lawak legendaris tersebut.
Sepanjang pertunjukan, penonton disuguhi cuplikan video lawas Dono, Kasino, dan Indro yang ditampilkan sebagai pelengkap setiap lagu. Indro pun menyampaikan terima kasih kepada Duo Bahlul, GJLS, dan Synchronize Fest yang telah memberikan panggung bagi mereka. Suasana emosional kian terasa ketika Indro menyanyikan “Dan Aku Rindu”, lagu khusus untuk mendiang Dono dan Kasino.
Musisi Serukan Kepedulian atas Karhutla
Di sisi lain, Synchronize Fest 2026 juga menjadi ruang bagi para musisi untuk menyuarakan keresahan atas isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Vokalis Iga Massardi menyuarakan keresahan tersebut melalui visual videotron yang menampilkan kepungan api serta asap kebakaran. Ia mengaku sesak napas akibat dampak isu lingkungan itu dan berharap para pelaku pembakaran hutan segera diadili.
Tampil di Dynamic Stage, vokalis Tria Ramadhani mengajak seluruh penonton memanjatkan doa bersama untuk warga dan wilayah yang terdampak karhutla. Ia mendoakan agar bencana kebakaran hutan cepat berakhir dan wilayah terdampak segera pulih, sekaligus melontarkan kritik keras agar pihak yang sengaja membakar hutan bertanggung jawab.
Band asal Bogor juga menyoroti isu karhutla di Kalimantan di sela-sela lagu yang mereka bawakan, salah satunya lewat pesan visual bertuliskan “Dont lose focus on Karhutla”. Mereka menyatakan dampak buruk kabut asap terhadap kondisi sosial dan kesehatan masyarakat luas. The Jansen bahkan memajang ijazah personel sambil menyentil susahnya mencari kerja.
Melly Goeslaw turut mengajak pengunjung festival melayangkan doa bersama bagi daerah-daerah yang dilanda karhutla, khususnya di Kalimantan. Pada pembukaan Synchronize Fest 2026, vokalis Efek Rumah Kaca (ERK), Cholil Mahmud, juga menyuarakan keprihatinan terhadap bencana karhutla yang sedang terjadi di Kalimantan.
Wali Ajak Penonton Berdoa untuk Karhutla dan Palestina
Momen penuh makna juga hadir saat grup band Wali tampil pada hari kedua Synchronize Fest 2026, Sabtu (17/10/2026). Faank, Apoy, Tomi, dan Ovie mengajak penonton menundukkan hati, memanjatkan doa bagi warga terdampak karhutla serta rakyat Palestina. Di sela pertunjukan, Faank mengajak penonton beristighfar sebelum bersama-sama berdoa.
“Ya Allah, berikan kekuatan untuk saudara-saudara kami yang sampai hari ini masih merasakan sesaknya napas. Ya Allah, sadarkan orang-orang yang bakar hutan, ya Allah. Berikan mereka hidayah, ya Allah. Ya Rasulullah, terima kasih sudah ngumpulin kami di sini, ya Rasulullah,” ujar Faank.
Ajakan Wali itu memperlihatkan bagaimana panggung musik dapat menjadi ruang untuk menyuarakan empati, solidaritas, dan harapan. Bagi Wali, perjumpaan dengan penonton bukan semata soal hiburan, tetapi juga kesempatan mengajak banyak orang menyisihkan waktu untuk mendoakan sesama.
Ayu Ting Ting dan Kejutan di Atas Panggung
Kemeriahan Synchronize Fest 2026 juga diwarnai penampilan penyanyi dangdut Ayu Ting Ting yang tampil energik di Dynamic Stage. Ia membawakan deretan lagu seperti “Minyak Wangi”, “Solali-lali”, “Sambalado”, hingga “Geboy Mujair”, serta melantunkan “Jangan Tunggu Lama-lama” dan “Oncom Gondrong”.
Ayu menghadirkan Shabrina Leanor sebagai kejutan untuk duet lagu “Alamat Palsu”. Penyanyi jebolan Indonesian Idol itu ikut bergoyang dan mencuri perhatian penonton. Pada lagu “Sik Asik”, Ayah Ojak dan putri Ayu, Bilqis, naik ke panggung.
Usai manggung, Ayu menyinggung soal kekasih yang menemaninya. Ia mengaku lega karena tak lagi menjadi sasaran candaan soal status lajangnya.
“Udah kan, udah enggak ada lagi yang bisa ngatain-ngatain gue jomblo. Senang sih, senang,” ujar Ayu Ting Ting dalam jumpa pers, Sabtu.
Bagi Ayu, kehadiran sang kekasih yang menemaninya bekerja menjadi dukungan tersendiri. Ia pun menyebut pasangannya sebagai penyemangat terbesar atau mood booster. Tak hanya kekasih, Ayu juga memboyong keluarganya untuk menemani bekerja di Synchronize Fest 2026.
Rangkaian penampilan dan pesan yang tersampaikan sepanjang Synchronize Fest 2026 menunjukkan bahwa festival musik tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang menyuarakan kenangan, kepedulian lingkungan, dan solidaritas kemanusiaan. Perhatian publik kini tertuju pada bagaimana isu karhutla yang disuarakan para musisi ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
