Gojek Putus Mitra Driver GoCar di Tebet, Saham GOTO Stabil di Rp 50

Gojek Putus Mitra Driver GoCar di Tebet, Saham GOTO Stabil di Rp 50
Gojek Putus Mitra Driver GoCar di Tebet, Saham GOTO Stabil di Rp 50

Cakrawala News – 16 September 2026 | Harga saham goto bertahan di level Rp 50 per saham pada penutupan perdagangan Senin, 14 September 2026, di tengah dua sorotan yang menyelimuti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Perusahaan mengambil langkah tegas dengan memutus kemitraan secara permanen terhadap seorang pengemudi GoCar yang memaki dan menurunkan penumpang wanita di tengah jalan kawasan Tebet, Jakarta Selatan, sementara pasar modal mencermati dinamika kepemilikan saham GOTO oleh investor asing.

Keputusan pemutusan mitra tersebut diambil setelah investigasi internal mengonfirmasi pelanggaran standar pelayanan oleh pengemudi bersangkutan. Insiden ini viral di media sosial setelah rekaman video dugaan pelecehan verbal tersebar luas di platform Threads dan Instagram melalui akun @desifyul.

Kronologi Insiden di Tebet

Peristiwa bermula pada Jumat, 11 September 2026. Penumpang bersama rekannya memesan layanan GoCar fitur Hemat untuk perjalanan dari Stasiun Tebet menuju kawasan Hangtuah. Ketegangan awal muncul ketika korban berusaha menghubungi pengemudi untuk mengonfirmasi posisi kendaraan.

Respons tidak profesional pengemudi memicu ketegangan hingga akhirnya penumpang diturunkan di tengah jalan. Rekaman peristiwa itu kemudian menyebar luas dan memicu perhatian publik terhadap standar layanan aplikator transportasi.

Head of Media Relations GoTo Group, Amanda Valani, menegaskan bahwa tindakan pemutusan kemitraan merupakan bentuk penegakan standar layanan dan komitmen perusahaan terhadap keselamatan serta kenyamanan pengguna. Pihak manajemen menyatakan pengemudi terbukti melanggar standar pelayanan yang berlaku berdasarkan hasil investigasi internal.

Berdasarkan hasil investigasi, mitra driver yang bersangkutan terbukti melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan standar pelayanan Gojek. Kami telah mengambil tindakan tegas berupa Putus Mitra (PM).

Pergerakan Saham GOTO dan Aksi Morgan Stanley

Selain peristiwa tersebut, perhatian pasar juga tertuju pada pergerakan saham GOTO. Pada perdagangan Senin, 14 September 2026, harga saham GOTO ditutup stagnan di Rp 50 per saham, berada di level tertinggi dan terendah pada posisi yang sama.

Total frekuensi perdagangan saham tercatat 931 kali dengan volume 17.665.656 saham dan nilai transaksi harian Rp 44,5 miliar. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi dan sempat anjlok 2 persen menjelang penutupan, saham GOTO menunjukkan kestabilan pada sesi tersebut.

IHSG sendiri ditutup melemah tipis pada awal pekan itu. Sebanyak 429 saham melemah, 219 saham menguat, dan 141 saham stagnan. Mayoritas sektor saham melemah, kecuali sektor industri yang naik 0,45 persen dan sektor keuangan yang bertambah 0,55 persen. Sektor kesehatan mencatat koreksi terbesar sebesar 2,95 persen.

Dinamika kepemilikan saham GOTO menarik perhatian setelah Morgan Stanley and Co International Plc melakukan penjualan saham senilai sekitar Rp 187 miliar pada awal September 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, transaksi pelepasan tersebut dilakukan pada 4 September dengan harga rata-rata Rp 25,39 per saham.

Morgan Stanley melepas 7.402.292.100 saham GOTO dalam dua kali transaksi pada tanggal tersebut, terdiri atas 1.453.847.400 saham dengan harga Rp 27 per saham dan 5.948.444.700 saham dengan harga Rp 25 per saham. Setelah transaksi itu, porsi kepemilikan Morgan Stanley di GOTO tercatat menjadi 6,99 persen.

Perubahan berikutnya terjadi pada Kamis, 10 September 2026. Morgan Stanley kembali melepas sekitar 829 juta saham GOTO sehingga kepemilikannya turun dari 5,58 persen menjadi 5,51 persen.

Akumulasi Besar Sebelumnya

Rangkaian transaksi tersebut menarik perhatian karena terjadi tidak lama setelah investor asing itu melakukan pembelian dalam jumlah jauh lebih besar. Pada 2 September 2026, Morgan Stanley tercatat mengakumulasi 21,91 miliar saham GOTO dengan nilai transaksi sekitar Rp 547,98 miliar.

Pembelian dilakukan melalui tiga transaksi dengan harga Rp 25 per saham, terdiri atas pembelian 12,57 miliar saham senilai Rp 314,45 miliar, 119,95 juta saham senilai Rp 3 miliar, serta 9,22 miliar saham senilai Rp 230,53 miliar.

Sebelum transaksi pembelian pada 2 September, Morgan Stanley tercatat memiliki sekitar 65,80 miliar saham GOTO dengan hak suara 5,7157 persen. Setelah aksi akumulasi, jumlah kepemilikan meningkat menjadi 87,48 miliar saham atau setara hak suara 7,5986 persen.

Langkah tegas Gojek terhadap pengemudi bermasalah sekaligus dinamika pasar saham GOTO menjadi dua sorotan utama yang mencerminkan posisi perusahaan dalam menjaga reputasi layanan sekaligus menghadapi tantangan pasar modal.

Bagi investor, pergerakan kepemilikan Morgan Stanley dan kestabilan harga saham GOTO di level Rp 50 akan tetap menjadi faktor yang diperhatikan pada perdagangan berikutnya. Sementara dari sisi layanan, penegakan standar melalui pemutusan mitra menjadi sinyal mengenai komitmen perusahaan terhadap keselamatan pengguna.

Exit mobile version